Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 108 Dia Aielin


__ADS_3

Mama ...


Farhan membulatkan kedua matanya ketika melihat sang mama tertembak akibat menyelamatkan istrinya.


Farhan bak orang kesetanan menatap tajam pada Sam yang sudah mengganti wajahnya dengan wajah om Lukman.


Sam terkejut atas kedatangan Farhan tiba-tiba. Sam langsung mengarahkan pistolnya pada Farhan tapi dengan cepat Farhan melompat hingga tembakan itu tak mengenai dirinya.


Kemarahan Farhan sudah di puncak hingga dengan brutalnya Farhan membabibu menyerang Sam. Siapa saja anak buah Sam yang menghalangi maka habis di tangan Farhan.


Farhan melihat jelas bagaimana Sam mau menembak istrinya dan yang kena malah sang mama yang berusaha melindungi Queen . Mengingat itu darah Farhan kembali mendidih, bahkan tak ada yang bisa mengendalikan lagi diri Farhan.


Bayangan menyakitkan berputar di kepala Farhan. Membuat Farhan seperti orang kesetanan menghajar Sam yang tak siap dengan serangan Farhan yang bertubi-tubi.


Alhasil Sam tak bisa menghindar hingga pukulan kuat Farhan membuat Sam tak berdaya.


Darah bercucuran di hidung dan bibir Sam, tapi Farhan tak peduli. Farhan ingin membunuh bajingan ini.


Brak...


Farhan dengan ringan membanting Sam ke dinding hingga membuat Sam berbatik darah. Apa lagi Farhan meninju Sam tepat di uluh hatinya.


"Mati kau brengsek sialannn.."


Bentak Farhan dengan mata memerah, tangan Farhan mencekik Sam kuat membuat Sam sulit bernafas.


Queen yang melihat suaminya hilang kendali merasa khawatir, jangan sampai Farhan membunuh Sam. Kematian itu begitu mudah bagi Sam. Sam harus mendapat balasan yang lebih menyakitkan dari apa yang sudah Sam lakukan.


Queen ingin mencegah Farhan, namun tiba-tiba perut Queen kembali sakit hingga Queen menjerit.


Daniel yang mendengar teriakan Queen langsung menghampiri Queen dengan wajah paniknya. Sedang Riko menghampiri mama Adelia palsu yang tergeletak di dekat Queen akibat tembakan itu.


Anak buah Sam sudah tak berdaya lagi, mereka langsung di ringkus oleh anak-anak motor.


"No..nona ada apa?"


"Ahkk... kak cegah suamiku jangan sampai membunuh..."


"Ta..tapi kenapa dengan nona, apa yang terjadi?"


Daniel sungguh begitu khawatir melihat keadaan Queen yang seperti menahan sakit. Bahkan wajahnya sudah pucat.


"Cepat cegah suamiku, sialannnn.."


Bentak Queen karena kesal, nafas Queen mulai tersendat karena rasa sakit di perutnya. Entah apa yang terjadi dengan perut Queen.


Srettt...


Daniel menarik kuat Farhan hingga kecikan Farhan terlepas dari Sam.


"Apa yang kau lakukan sialan, aku harus membunuhnya!"

__ADS_1


Bentak Farhan belum menyadari sesuatu. Farhan kembali ingin menghajar Sam yang sudah tak berdaya bahkan untuk sekedar menghirup udara pun rasanya sulit.


"Lihat, Queen kesakitan. Dia butuh kamu.."


Deg...


Seketika Farhan tersadar dan langsung melihat ke arah sang istri. Kedua bola mata Farhan membulat melihat wajah pucat sang istri. Sedang mama Adelia palsu juga sama, entah siapa yang harus Farhan tolong duluan.


"Sayang , mama..."


Farhan berlari menghampiri kedua wanita yang sangat begitu berharga di hidupnya.


"Mah, sayang.."


"Ai kamu harus bertahan, aku mohon!"


Farhan begitu bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa Riko memanggil mamanya dengan sebutan Ai.


"Akhh..."


Kebingungan Farhan kembali tertarik sadar ketika mendengar sang istri menjerit sambil memegang perutnya.


"Sayang kamu kenapa, maafkan aku, aku terlambat."


Kepanikan Farhan semakin menjadi ketika sang istri tak sadarkan diri. Begitupun dengan mama Adelia palsu. Dengan cepat Farhan menggendong sang istri menuju rumah sakit begitupun dengan Riko. Sedangkan Daniel dan anak geng motor membereskan kekacauan yang terjadi. Anak-anak geng motor bukan sembarang anak motor. Melainkan mereka sudah di latih dalam penguasaan ilmu bela diri.


Sesampainya di rumah sakit, Queen dan mama Adelia palsu langsung di bawa keruang UGD dengan balik terpisah.


Deg...


Farhan terkejut ketika baru menyadari kalau tangannya ada darah. Darah apa, pikir Farhan kalut.


Riko pun demikian, tak bisa membendung rasa cemasnya. Dua laki-laki dewasa itu terus bulak-balik bak setrika di depan pintu UGD. Hingga mereka sama-sama terdiam. Farhan menatap Riko dengan tajam ketika mengingat sesuatu.


Farhan menghampiri Riko sambil mencengkram baju Riko.


"Apa yang terjadi, kenapa kau memanggil mama dengan sebutan Ai!"


Glek...


Riko menelan ludahnya kasar, entah apa yang harus Riko jelaskan. Ini begitu rumit untuk sekedar di jelaskan.


"Dia bukan Tante Adel, tapi Aielin!"


"Ap..apa maksudmu!"


"Aku tak bisa menjelaskannya sekarang, yang pasti dia Aielin."


"Bicara yang jelas sialan, apa yang sebenarnya terjadi?"


"Aku mohon tenang Biru, Queen yang akan menjelaskannya nanti. Yang jelas mama Adelia baik-baik saja, di dalam itu Aielin!"

__ADS_1


Perlahan Farhan melepaskan cengkeramannya, pikirannya begitu buntu takut terjadi sesuatu pada sang istri. Jika itu terjadi Farhan tak bisa memaafkan dirinya sendiri.


Riko menghela nafas lega ketika Farhan melepaskan cengkeramannya. Walau hatinya begitu was-was takut terjadi apa-apa pada Aielin.


Ya, yang menyamar jadi mama Adelia adalah Aielin. Ini sudah di rencanakan dengan sangat matang.


Kepergian Riko ke Jerman waktu itu bukan ingin sekedar mengejar Aielin. Melainkan meminta bantuan Aielin untuk masuk dalam rencana Queen. Dan, sekalian Riko menjenguk seseorang.


Farhan di buat bingung dengan semua ini, kenapa sang istri bisa tahu kalau om Lukman adalah Sam. Dan, Aielin apa uncle Smit juga tahu sesuatu! semuanya benar-benar membuat Farhan bingung.


Bahkan penjelasan bang Joni pun membuat Farhan terkejut dan sekarang di tambah lagi kejadian seperti ini. Entah harus percaya atau apa, Farhan tak tahu.


Cklek...


Pintu ruang UGD terbuka, Farhan terdiam sejenak melirik ke kanan dan ke kiri. Dua dokter keluar, satu yang menangani Queen satu lagi yang menangani Aielin. Farhan bingung siapa yang duluan harus Farhan tanyakan.


"Dok, bagaimana keadaan istri saya?"


Pada akhirnya Farhan memilih menanyakan kondisi sang istri terlebih dahulu. Farhan berusaha percaya bahwa apa yang dikatakan Riko adalah benar, bahwa yang di dalam Aielin bukan mamanya.


"Syukurlah keadaan istri anda baik-baik saja dan pendarahannya pun sudah berhenti. Untung saja tuan dengan cepat membawanya, jika telat beberapa menit saja mungkin kami tak bisa menyelamatkan janin di dalam perutnya!"


Deg...


Farhan terdiam, dunianya seakan berputar membuat Farhan linglung. Bahkan Farhan sampai mundur kebelakang.


"Ja...janin!"


"Iya tuan, istri anda sedang hamil. Usia kandungannya baru tiga Minggu. Benturan di perutnya cukup keras hingga mengakibatkan pendarahan. Tapi, janin anda cukup kuat untuk bertahan."


Bo..boleh saya lihat id..istri saya dok?"


"Silahkan tuan, tapi ingat tuan! istri anda tidak boleh dulu banyak bergerak!"


Farhan mengangguk faham, lalu Farhan masuk ke dalam dengan perasaan entah.


"Ai.."


Lilir Riko menatap nanar gadis yang waktu kecil selalu mengejarnya.


Topeng yang Aielin pakai sudah di lepas, ya memang di Jerman Riko sudah mempersiapkan semuanya. Membuat kedok berwajah mama Aielin untuk mengecoh musuh. Jika musuh begitu licik maka Queen begitu cerdik.


"Maafkan aku tak bisa menjaga kamu,"


Riko memegang tangan Aielin dengan lembut lalu mengecupnya. Aielin tetap tak bergeming, masih menutup mata.


Untung saja pelurunya tidak sampai menembus jantung. Jadi Aielin selamat walau Aielin sempat kritis.


Bersambung


Jangan lupa Like, Hadiah, Komen, dan Vote Terimakasih.....

__ADS_1


__ADS_2