Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 124 Mengulang kembali!


__ADS_3

Di dalam pesawat Queen tertidur karena kelelahan akibat gempuran sang suami yang benar-benar tak melepaskannya. Tapi Queen cukup puas karena sang suami kembali ceria.


Sedangkan Farhan sendari tadi pandangannya tak lepas dari sang istri yang Ter tidur. Farhan senyam-senyum sendiri mengingat percintaan panjang tadi siang.


Istrinya bisa saja mengembalikan moodnya dalam sekejap mata. Jika hadiahnya seperti itu Farhan ana bisa menolak dan lama-lama marah yang ada dia yang akan rugi sendiri.


Kan bisa gawat kalau sang istri sudah bilang kata 'Puasa' bisa mati kegersangan Farhan.


Entah belajar dari mana sang istri merayu untuk meluluhkan hatinya. Gadisnya ini selalu saja memberi dia kejutan yang tak terduga.


Farhan dan Queen kembali terlebih dahulu, sedang mama Adelia memutuskan tinggal di Jerman sementara waktu. Mama Adelia ingin mengunjungi tempat-tempat bersejarah penuh cinta bersama sang suami.


Hanya tinggal kenangan yang dapat mama Adelia putar. Untuk sekedar mengobati rasa rindu.


Farhan membiarkan sang istri tidur, apalagi perjalanan mereka sangat panjang. Mungkin akan sampai sekitar jam dua belas malam.


Lama kelamaan Farhan juga ikut mengantuk, Farhan perlahan naik ke atas ranjang menyusul sang istri. Farhan dan Queen memang menggunakan pesawat pribadi milik uncle Smith. Jadi jangan di ragukan lagi fasilitas di dalamnya.


"Mimpi indah bunda, Cabay,"


Farhan terkekeh sendiri mengingat sang istri menjuluki anaknya. Farhan memeluk sang istri lalu ia tak lama terlelap.


Apalagi perjalanan tinggal enam jam lagi, masih lama dan cukup untuk Farhan istirahat agar tenaganya pulih kembali.


"Emmz .."


Queen menggeliat karena merasa tak nyaman. Perlahan mata Queen terbuka, di lihatlah ternyata sang suami tidur di sampingnya.


Queen berusaha menyamping guna melihat wajah sang suami. Di belainya rahang sang suami yang Queen tadi sempat tinggalkan jejak di sana. Nyatanya tidak terlalu pekat, mungkin Queen tidak ahli dalam membuat lukisan di tubuh sang suami.


Queen masih saja diam enggan beranjak jika pemandangan dia se tampan ini. Queen terus menyusuri setiap jengkal wajah tampan sang suami.


Queen begitu bangga menjadi istri seorang Farhan Al-biru. Dia laki-laki penyabar menghadapi segala tingkah Queen. Dan, Queen merasakan itu semua.


Walau ada sedikit rasa sesal karena dia memaksa pulang. Tapi, mengingat perjuangan Queen ingin pulang membuat Queen malu sendiri. Sejak kapan dirinya seliar itu. Tapi, ada rasa puas di hati Queen karena sudah berhasil membuat sang suami mabuk kepayang.


"Cabay, papa kamu memang hot,"


Gumam Queen cekikikan sendiri sambil mengelus perutnya. Queen memutuskan bangun karena perutnya merasa lapar.


Ini pesawat bukan sembarang pesawat, semua fasilitas sudah lengkap seperti hotel bintang lima.


Ada roti dan selai kacang juga tak lupa Farhan sudah menyiapkan susu kotak ibu hamil. Karena Farhan tahu sang istri pasti akan merasa lapar.

__ADS_1


"Masih dua jam lagi perjalanan, ah .. rasanya aku tak sabar melihat keponakanku yang cantik!"


Monolog Queen sambil tersenyum. Sejatinya Queen memang dia menyukai anak kecil.


Sudah merasa kenyang, Queen membalikan badan guna melihat sang suami. Ternyata Farhan masih tidur. Karena bosan, Queen melihat-lihat setiap ruangan yang ada di pesawat milik uncle Smith. Ada kamar mandi juga yang sudah lengkap, melihat air membuat Queen jadi ingin mandi.


Queen menanggalkan pakaian lalu masuk ke kamar mandi.


Tanpa Queen sadari, Farhan sudah bangun dan di suguhkan dengan pemandangan yang benar-benar membangkitkan pedang pusakanya.


Queen asik mandi sampai tak menyadari kalau Farhan ikut masuk.


"Akhhh ... emmz ..."


Jerit Queen tertahan ketika Farhan langsung membungkam mulut sang istri agar tidak berteriak.


Plak ...


"Sakit sayang,"


Queen memukul bahu sang suami karena kesal sudah mengagetkannya.


"Siapa suruh mengagetkan Rora,"


"Siapa suruh memancing singa tidur!"


Farhan hanya terkekeh ketika sang istri melototinya.


"Satu ronde ya?"


"Plak ... ih.. bee ini sudah mau hampir sampai, nanti saja ya di rumah!"


"Tapi dia sudah bangun sayang, gimana dong!"


Jawab Farhan memelas membuat Queen berdecak. Tapi, bukan Farhan namanya jika tak bisa meraih apa yang dia inginkan.


Jika sudah begini siapa yang salah! Bahkan Queen tak bisa menolak jika sang suami sudah melumpuhkan titik sensitif nya.


Semenjak hamil memang libido kebutuhan batin Queen meninggi. Walau awalnya menolak, tapi pada akhirnya Queen terkadang minta lebih dan itu membuat Farhan senang.


Tapi, kali ini Queen tidak meminta lebih karena sadar pasti pesawat sebentar lagi mendarat.


"Ahhh .. bee sudah ya hiks..,"

__ADS_1


Rengek Queen meminta di lepas tapi Farhan menulikan telinganya. Dia tak ingin melewatkan sensasi berbeda. Walau sang istri perutnya sudah besar tapi rasa itu semakin menggigit membuat Farhan bisa gila jika tidak di tuntaskan.


"Sebentar sayang, tanggung. Sayang juga belum pipis!"


Bisik Farhan menekan kata pipis membuat Queen jadi malu sendiri.


Hingga apa yang Farhan inginkan tercapai menuju puncak kenikmatan hakiki. Queen terlukai lemas bersandar pada dada sang suami.


"Terimakasih sayang,"


"Hm,"


Sungguh Queen sangat lemas untuk sekedar bicara. Farhan yang melihat istrinya kelelahan. Dengan cekatan memandikan sang istri. Sesudah sang istri mandi, kini giliran Farhan yang mandi.


Farhan menggendong sang istri lalu di dudukannya di sisi ranjang. Farhan juga membantu memakaikan pakaian sang istri. Beberapa bulan lalu mungkin Queen yang membantu Farhan memakai baju akibat Farhan mengalami Couvade Syndrome yang membuat tubuh Farhan benar-benar lemas. Kini giliran Farhan, apalagi ini ulah dirinya yang membuat sang istri kelelahan.


Tak lama setelah Farhan dan Queen memakai baju. Pesawat ternyata sudah mendarat. Farhan dan Queen langsung keluar, di sana sudah di sambut oleh mang Danang yang menjemput.


"Mamang, maaf sudah merepotkan!"


"Tidak apa tuan, ini sudah jadi tugas saya!"


Ucap mang Danang sopan, Farhan dan Queen benar-benar sampai jam dua belas malam.


Karena merasa lelah apalagi di tambah aktivitas tadi yang mereka lakukan membuat Queen ingin cepat-cepat sampai rumah dan istirahat. Apalagi besok pagi Queen harus ke rumah sakit. Melihat keponakannya, rasanya Queen tak sabar akan hal itu.


Tapi, mengingat adiknya sedang sakit, sepertinya Queen akan ke rumah sang mama dulu guna melihat adiknya sebelum ke rumah sakit. Dan, Queen harus benar-benar istirahat cukup sebelum melakukan aktivitas besok.


"Mang, dalam koper yang kecil itu ada oleh-oleh dari Jerman untuk mamang. Dan, satu lagi nanti tolong kasih sama bibi,"


"Ya Ampun tuan, terimakasih banyak. Mamang jadi gak enak!"


"Tidak apa mamang, yang sudah saya ke kamar dulu nyusul istri saya!"


Farhan berlalu menuju kamarnya dimana Queen tadi lebih dulu sudah pergi.


Farhan tersenyum melihat istrinya yang sudah tidur. Mungkin dia benar-benar kelelahan dan butuh istirahat cukup.


Farhan membenarkan letak tidur sang istri. Saking lelahnya seperti ya Queen lupa membuka sepatunya. Hingga dengan penuh kasih Farhan melepaskannya. Lalu menarik selimut guna menutupi tubuh sang istri.


"Mimpi Indah sayang,"


Cup ...

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa Like Hadiah Komen dan Vote Terimakasih...


__ADS_2