
Sendari tadi Queen tetap bungkam tak mau bicara sepatah kata pun. Membuat Farhan Berkali-kali membuang nafas kasar dan dalam. Farhan tahu Queen pasti kecewa dan marah padanya, tetapi Farhan tak mau Queen sakit jika tak makan.
"Rora aku tahu kamu marah, tapi aku mohon makan dulu ya .., "
Bujuk Farhan sambil mendekat tetapi Queen malah membuang muka.
Sekali lagi Farhan menghela nafas lalu melerakan mangkuk bubur di atas meja.
"Apa yang kau lakukan!!! "
Sentak Queen ketika Farhan malah berjongkok di hadapannya. Tetapi Farhan menarih kedua tangan Queen supaya diam.
"Rora aku tahu kamu marah, kecewa sama aku. Tolong maafkan aku, aku mempunyai alasan untuk itu! "
"Alasan, alasan apa! waktu itu kamu pergi tanpa berbalik bahkan aku sudah memanggimuuu .., "
Bentak Queen sakit mengingat terakhir kali pertemuan mereka. Dimana waktu itu Queen dan Farhan sedang berada di taman merayakan kelulusan sekolah menengah pertama. Tiba-tiba Farhan mendapat panggilan dengan wajah terkejut dan cemas Farhan begitu saja meninggalkan Queen tanpa peduli dengan teriakan Queen yang memanggilnya hingga kecelakaanpun terjadi dimana kecelakaan itu membuat Queen Amnesia.
"Katakan alasan apa! kenapa waktu itu kamu ninghalin aku hiks ... kenapa hiks ...,"
Bentak Queen sambil mengguncang tubuh Farhan yang terdiam. Farhan seakan sulit untuk mengatakan kenyataan yang menyakitkan itu.
Queen semakin kesal dan marah ketika Farhan hanya diam tak bicara apapun seakan pertanyaan Queen sulit untuk di jawab.
"Kau sama saya dengan ayah, kalian hanya bisa meninggalkan aku hiks .. aku benci kalian!!"
Bentak Queen berlari keluar tetapi dengan cepat Farhan memeluk Queen dari belakang. Farhan menyimpan dagunya di pundak Queen dengan tangan yang semakin membelit karena Queen berusaha memberontak.
"To.. tolong maafkan aku, "
"Hiks .. aku tak butuh maaf kamu, hiks ... aku hanya ingin penjelasan? "
Lilir Queen terisak lemah, apa susahnya untuk menjelaskan. Queen tak butuh kata maaf Queen hanya butuh penjelasan.
"Ma ... Maaf..,"
"Apa susah untuk menjelaskan.., "
Gumam Queen membalikan tubuhnya, Queen tertegun melihat Farhan malah menangis seakan menjelaskan kalau pertanyaan Queen memang sulit di jawab.
"Maaf ...,"
"Maaf dan maaf aku gak butuh! tolong jelaskan? apa! kenapa? "
Ucap Queen mulai terpancing lagi sambil mengguncang tubuh Farhan tetapi Farhan hanya diam dengan tatapan sulit di artikan. Tatapan itu terlalu rumit Queen fahami dan tak bisa memahaminya.
__ADS_1
"Aku benci .., "
"Aku kecewa .., "
"Kau pecundang seperti ayah .., "
Lilir Queen benar-benar pergi sambil mendorong Farhan. Farhan hanya diam di tempat menatap punggung Queen yang menjauh. Setetes cairan bening keluar dari pelupuk mata Farhan dengan tangan mengepal.
Maafkan aku Rora, maaf. Ya, aku terlalu pecundang..,
Jerit batin Farhan yang menatap nanar kepergian Queen. Kenapa Farhan membiarkan Queen pergi, kenapa?.
Apa yang sebenarnya terjadi, apa yang sedang Farhan sembunyikan?
Semua jawaban hanya Farhan yang tahu, tetapi jawaban itu sulit Farhan ucapkan.
...-----...
Queen terus berlari dengan air mata yang keluar. Queen benar-benar kecewa dengan apa yang Farhan lakukan.
Queen berusaha tak marah, menunggu penjelasan Farhan tetapi kenapa Farhan hanya diam.
"Kenapa kamu lakukan, kamu sama saja dengannya ..,"
"Hiks.. kamu jahat jahat Farhan Al-biruuu ...,"
Rancu Queen di sepanjang jalan sambil terus berlari tanpa arah. Kenapa dua laki-laki yang Queen sayang harus menyakitinya secara bersamaan.
Rasanya sakit sakit yang Queen rasakan. Kenapa tidak ada yang mengerti tentang dirinya, kenapa??
Kenapa harus Queen yang harus mengerti, kenapa? Queen hanya butuh sebuah penjelasan.
"Apa sesutit itu untuk menjelaskan hiks.. kenapa? "
Rancu Queen lagi sambil menendang apa saja yang ada di hadapannya. Queen bukan gadis yang sedang sakit harus mengurung diri di kamar dan menghancurkan semuanya. Queen berusaha selalu memahami keadaan tetapi kenapa orang yang di beri kesempatan malah tak memberikan ke pastian. Bahkan ayahnya sendiri tak pernah datang untuk sekedar menjelaskan, jika saja sang ayah mau datang mungkin Queen tidak akan merasa kecewa. Jika saja sang ayah menjelaskan mungkin Queen tak merasa terbuang.
"Awwss.., "
Ringis seorang bocah kecil memegangi keningnya yang terkena kaleng tendangan Queen. Queen yang melihat itu merasa bersalah langsung berlari ke arah bocah yang meringis akibat ulahnya.
"Dek, kamu gak pa-pa? maafkan kakak ya?"
Ucap Queen panik dengan suara tersedat-sedat sambil memeriksa kening bocah yang terlihat benjol.
"Kakak Rora kenapa nangis? "
__ADS_1
Queen menghentikan pemeriksaannya pada bocah itu ketika mendengar ucapan polos bocah laki-laki di hadapannya.
Deg...
Queen tertegun ketika bocah laki-laki di hadapannya menghapus sisa air mata yang tadi keluar.
"Jangan menangis, nanti pangeran tampan ikut sedih? "
"Pangeran tampan? "
"Iya, yang sering memberi kakak es krim!"
Jawab bocah itu polos membuat Queen menyerngit bingung dengan ucapan bocah laki-laki itu. Hingga Queen melihat sekeliling dimana dirinya sedang berada di taman yang sering Queen datangi ketika sedih.
"Ap.. apa kakak bisa menemui panheran tampan. Kakak ingin mengucapkan terimakasih? "
Ucap Queen ragu karena bocah laki-laki ini memanggilnya Rora. Membuat Queen ingin memastikan sesuatu.
"Hari ini pangeran tampan tidak datang kesini, mungkin pangeran tampan lagi ke peristirahan terakhir, "
"Peristirahatan terakhir! "
Ulang Queen bingung, semakin penasaran siapa yang bocah laki-laki ini makasud. Apa pangeran tampan yang bocah ini maksud adalah Farhan, jika iya bocoh ini pasti tahu sesuatu, pikir Queen.
"Nama kamu siapa? "
"Aku Adi, kak. "
"Apa Adi tahu siapa nama pangeran tampan? "
"Adi tahu dong, namanya Biru! "
Deg...
Queen terkejut dengan apa yang Adi ucapkan, jadi benar dugaan Queen kalau yang selama ini menguntit dirinya adalah Farhan Al-biru.
"Apa Adi tahu, kenapa pangeran tampan tak mau bertemu dengan kakak? "
"Karena pangeran tampan mera .., "
"Queen! "
Adi menghentikan ucapannya ketika ada seseorang yang memanggil nama Queen. Membuat Adi langsung berlari pergi.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa Like dan Vote ya...