
Sudah satu Minggu Queen dan Farhan menghabiskan waktu bulan madu. Kini, sepasang pengantin itu memutuskan pulang. Apalagi Queen sudah sangat kangen dengan adiknya.
Dan, tentunya mama Adelia memang menyuruh Farhan segera pulang karena Alexa tak bisa menemani mama Adelia lagi. Karena harus kembali ke negaranya.
Satu Minggu lebih Alexa tinggal di Indonesia, tak banyak tempat yang dia kunjungi karena waktu yang tak panjang. Dan, kemanapun Alexa pergi maka Daniel akan mengawalnya.
Ini perintah mutlak dari Mama Adel dan Daniel tak bisa membantahnya. Tak ada kesan istimewa yang mereka lalui. Daniel terkesan sangat dingin membuat Alexa benar-benar kesal.
Mama Adelia tidak tahu prahara hubungan antara Daniel dan Alexa. Sangat rumit jika di jabarkan.
Kini, hari terakhir Alexa di Indonesia karena besok dia sudah harus kembali. Sebelum benar-benar kembali Alexa ingin pergi ke Dufan.
Seperti biasa Daniel mengawal kemanapun Alexa pergi. Satu-satunya permainan yang membuat Alexa trauma adalah bianglala. Daniel tahu itu karena Alexa pernah jatuh waktu kecil.
Tapi, Alexa memaksa ingin naik ke sana. Namun Daniel kekeh melarangnya karena takut terjadi sesuatu pada Alexa.
"Ayolah Niel, aku ingin ke sana."
"Jangan, kalau kamu kenapa-kenapa aku nanti yang di salahkan!"
"Aku tak akan ngadu kok, pokonya aku ingin naik itu!"
"Ya ampun Alexaaa..."
Geram Daniel langsung menarik tangan Alexa menjauh dari sana. Alexa memberontak tapi Daniel tak memperdulikannya.
Banyak orang-orang yang melihat mereka. Mereka pikir Daniel dan Alexa sepasang kekasih yang sedang berantem. Apalagi Daniel sampai menggendong Alexa menjauh dari bianglala sialan itu.
Daniel memasukan Alexa dengan paksa ke dalam mobil. Lalu Daniel membawa Alexa menjauh dari Dufan. Padahal Alexa baru masuk ke rumah hantu saja dan masih banyak waktu dirinya menghabiskan satu hari penuh.
"Stop Niel aku ingin kembali kesana.."
"Kamu jahat, berhenti.."
"Lexa apa-apa an kamu, lepas. Nanti kita bisa celaka!"
"Aku bilang berhenti, kita kembali ke sana.."
Alexa terus saja berusaha ingin mengambil kunci mobil supaya Daniel menghentikan mobilnya. Hingga Daniel tak konsen dalam mengemudi karena harus memegang tangan Alexa yang terus memberontak.
"Ya ampun Alexa jangan gila kita bisa kecelakaan.."
"Aku bilang hentikan mobilnya!"
"Oh sitttt...."
Bruk...
Daniel terkejut ketika mobilnya akan menabrak mobil lain. Dengan refleks Daniel membanting stir. Untung saja Daniel jago dalam mengendalikan mobil. Tapi, sayang, Alexa yang terkejut dan belum siap badannya terhuyung hingga kepalanya membentur kaca mobil. Walau tidak terlalu keras, tapi cukup membuat Alexa meringis.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan hah, untung saja tidak terjadi kecelakaan. Otakmu dimana, bagaimana kalau sesuatu terjadi apa yang harus aku katakan pada Tante dan Farhan,"
Bentak Daniel dengan nafas naik turun menahan emosi dan keterkejutan.
Alexa terkejut melihat kemarahan Daniel yang baru pertama kali dia lihat. Sangat menakutkan dan membuat Alexa bergetar.
Sakit di kepalanya tak sebanding dengan sakit hatinya. Alexa pikir, Daniel akan mengkewatirkan nya. Tapi, nyatanya Daniel hanya takut akan amukan Farhan saja.
Alexa menunduk menahan segala rasa yang begitu membelenggunya. Apa salah mengharapkan dia kembali, kenapa Alexa begitu bodoh menunggu sampai lima tahun. Alexa hanya ingin tahu, kenapa dulu Daniel meninggalkannya tanpa sebuah alasan.
Sikapnya berubah dingin membuat Alexa sulit menjangkau kembali. Alexa menunduk dengan mata yang mulai gatal. Ada sesuatu yang memaksa keluar, tapi sekuat tenaga Alexa menahannya. Bahkan sampai Alexa menggigit bibir bawahnya agar air mata ini tak keluar. Tapi, Alexa tak pandai bertahan.Tubuhnya bergetar dengan air mata yang keluar.
Daniel berusaha mengatur nafasnya dengan tangan mencengkram stir kuat.
Bohong jika Daniel tak merasa sakit mendengar isakan yang keluar dari mulut Alexa.
Daniel merubah kursi yang dia duduki menjadi kebelakang. Supaya bisa meraih tubuh ramping Alexa ke dalam pelukannya.
"Maafkan aku Xa, maaf..."
Daniel memeluk Alexa dengan erat sangat erat membuat tangisan Alexa semakin pecah.
"Hiks .. kamu jahattt..."
"Maaf.. "
"Aku sudah membentak mu maaf... "
"Aku khawatir, tolong jangan buat aku merasa bersalah!"
"Bohong! kamu tak mengkewatirkan aku. Kamu hanya takut akan amarah kak Farhan. Harusnya aku tak berharap.. harusnya aku tak ada di sini.."
"Xa..."
"Katakan kalau kamu mencintaiku?"
Bentak Alexa sambil melepas pelukan Daniel. Daniel hanya diam saja dengan tatapan nanar.
Alexa tertawa sendiri merutuki kebodohannya. Melihat Daniel terdiam Alexa tahu jawabannya.
"Harusnya aku tak berharap, harusnya aku tak datang. Andai saja aku mendengar kata Daddy. Kalau kamu hanya laki-laki pengecut. Harusnya aku menerima saja perjodohan itu."
"Ha... ha.. aku memang bodoh!"
Daniel mengepalkan kedua tangannya menatap tajam Alexa yang tertawa sedang matanya mengeluarkan luka.
"Cukup Xa, cukup!"
"Kenapa! bukankah aku bodoh! ha.. ha... "
__ADS_1
Alexa terus saja tertawa, tawa kepahitan yang dia dapatkan. Kenapa Daniel tak mengerti juga akan semuanya.
Alexa mengambil ponselnya guna menghubungi sang daddy.
"Dad.."
"Iya sayang, are you ok?"
"Dad, Lexa besok kembali..."
"Sayang kenapa dengan suaramu, apa kamu sakit, apa ada yang menyakiti kamu. Katakan sama Daddy, apa Daniel menyakiti kamu sayang?"
Alexa menatap Daniel dengan tatapan sulit di artikan. Tatapan yang begitu berbeda, Alexa tersenyum seakan senyum yang entah apa.
"Dad, apa Daddy masih tetap akan menjodohkan Lexa?"
"Iya sayang, dia laki-laki baik, bertanggung jawab. Kenapa! apa kamu sudah membuat keputusan?"
Daniel mengepalkan kedua tangannya dengan rahang mengeras menatap tajam pada Alexa yang tersenyum. Seakan senyuman itu adalah senyuman perpisahan.
"Iya dad, Lexa sudah membuat keputusan. Lexa akan kembali dan..."
Alexa sengaja menjeda ucapannya sambil menatap Daniel. Berharap Daniel akan menghentikannya. Tapi, melihat Daniel hanya diam dengan tatapan datarnya membuat Alexa tersenyum sakit.
"Lexa sudah putuskan, bawa Lexa akan menerima perjod .. emmm ..."
Alexa tak bisa meneruskan ucapannya ketika Daniel membungkam bibirnya kasar. Bukannya terkejut tapi Alexa malah tersenyum, senyuman yang entah. Bahkan ponsel yang Alexa genggam langsung terjatuh.
Daddy Alexa terus memanggil-manggil putrinya tapi tak ada sahutan. Membuat Daddy Alexa langsung panik dan memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan keberangkatannya ke Indonesia.
Raut cemas tak bisa Daddy Alexa sembunyikan. Entah apa yang membuat Daddy Alexa se cemas itu.
Daniel melepaskan ciumannya ketika merasa Alexa kehabisan nafas. Nafas mereka terengah-engah dengan kening yang menyatu.
Daniel menangkup wajah Alexa dengan sorot mata penuh amarah, cemburu dan merasa bersalah.
"Kamu milikku!"
Cup...
Daniel kembali mencium bibir Alexa, kini ciuman itu penuh kelembutan tidak seperti tadi. Sangat lembut seakan sedang menyalurkan rasa cinta yang begitu besar.
Daniel hanyut dalam kenikmatannya sampai memejamkan kedua mata. Lama kelamaan tak ada balasan dari Alexa. Daniel merasakan ada sesuatu yang mengalir bahkan sampai terasa aneh di bibirnya.
Daniel perlahan melepaskan ciumannya. Seketika matanya membulat melihat apa yang terjadi.
"Xa.. Alexa...ka..kamu..."
Deg....
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa Like, Hadiah, Komen,, dan Vote Terimakasih....