Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 42 Bagaimana kalau aku pacaran!


__ADS_3

Di balik kesedihan, ketegangan, amarah dan kekecewaan. Ada kebahagiaan yang menyelimuti hati Fandi. Bagaimana tidak! Fandi merasa bahagia karena lamarannya di terima. Fandi tidak menyangka Dinda tidak menolaknya seperti sebelum-sebelumnya.


Penantian belasan tahun menuah hasil walau Fandi harus melewati berbagai sara sakit dan kecewa yang tiada henti.


Fandi tidak bisa berkata-kata lagi untuk mengungkapkan kebahagiaan yang menyapanya.


Queen menitikan air mata haru melihat kebahagiaan yang terpancar di mata sang mama. Jika Queen dulu selalu melihat rasa sakit dan sakit di mata sang mama kini mata itu memancarkan kebahagiaan.


Queen hanya berharap sang mama menemukan kebahagiaan dengan kisah cinta yang dulu sempat tertunda.


Tertunda karena kehadiran Queen yang membuat semuanya berubah. Tapi cinta yang Fandi miliki sungguh luar biasa. Dia lera tersakiti dan bertahan secara bersamaan. Queen tak menyangka om Fandi bisa sebesar itu mencintai mamanya.


Apa kabar sang ayah, apa sang ayah mencintai Queen seperti itu. Halnya cinta om Fandi pada sang mama.


Apakah sang ayah mencintai Queen sama seperti sang Ayah mencintai Jek.


Queen tak tahu apa yang ayahnya rasakan, tapi hari ini Queen begitu bahagia di hari ulang tahunnya Queen mendapatkan kebahagiaan berkali lipat.


Kejutan yang Farhan berikan itu sudah cukup membuat Queen bahagia, di tambah kebahagiaan menyelimuti sang mama dan itu membuat Queen semakin bahagia.


"Apa peri kecilku bahagia? "


"Aku sudah besar Biru.., "


"Tapi di mataku kau Auroraku yang imut,"


"Cih, "

__ADS_1


Queen mendelik malas melihat tingkah Farhan yang selalu memandangnya masih kecil. Padahal Queen sudah besar sudah berusia sembilan belas tahun dan hari ini ulang tahun Queen yang ke dua puluh tahun.


Farhan hany terkekeh melihat tingkah Queen yang benar-benar tak menyukai jika dirinya memanjakan Queen. Padahal dulu Queen selalu senang jika di bilang begitu bahkan akan merajuk jika Farhan tak perhatian.


Pletak...


"Awwss.., sayang sakit!"


Rengek Farhan karena pipinya di tampar pelan oleh Queen.


"Siapa suruh lihatin aku kaya gitu. Mau aku colok matanya! "


"KDRT, lo sama kekasih,"


"Idih.., siapa juga yang pacaran! "


Di antara Farhan dan Queen memang tak ada hubungan apapun. Tak ada kata cinta dan sayang terucap serius dari bibir masing-masing.


Mereka tumbuh dari kecil memang sudah saling menyayangi dan melindungi. Hingga kini tumbuh dewasa membuat rasa itu semakin meluas hingga tumbuhlah dengan liar rasa cinta yang mengikat mereka tak bisa di pisahkan. Sebuah cinta bukan sebatas ungkapan saja. Tapi, pengertian mengerti tanpa harus di jelaskan dan memahami tanpa harus mengatakan.


Itulah kisah cinta Farhan dan Queen, yang selalu saling terikat satu sama lain tanpa terucap kata.


"Kalau aku pacaran sama orang lain bagaimana?"


Farhan mengulum senyum melihat tatapan garang Queen. Bahkan tatapan itu seperti menguliti dirinya.


"Kalau aku yang pacaran bagaimana? "

__ADS_1


Seketika senyum Farhan menghilang mendengar ucapan Queen yang berhasil membuat amarah Farhan naik.


"Silahkan saja, maka akan ku pastikan kedua kakinya putus!"


"Jika kamu memutuskan kedua kakinya maka aku akan memutuskan nyawanya!"


"Awas saja jika di kampus matanya jelalatan akan ku congkel matamu,"


"Sadis amat, si amat juga gak sadis-sadis amatttt..,"


"Dih...,"


Wanita paruh baya tersenyum melihat putranya bahagia, entah berapa tahun waktu yang dia lewatkan dengan sang putra.


Hingga putranya tumbuh menjadi sosok penyayang. Queen, gadis cilik itu ternyata sudah tumbuh menjadi wanita dewasa dan tangguh.


"Sayang..,"


Queen dan Farhan mengalihkan pandangannya pada sang mama. Queen menyerngit bingung melihat wajah gugup sang mama.


"Ada apa, Mah? "


"Em, ayahmu sudah sadar!"


Deg....


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa Like dan Komen, Hadiah dan Vote....


__ADS_2