Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 98 Kanker otak.


__ADS_3

Raut wajah cemas tergambar jelas di wajah Daniel. Bahkan saking tak tenangnya Daniel terus berjalan mondar-mandir dengan wajah frustasinya.


Rasa takut, cemas, sedih, marah bercampur jadi satu. Daniel yakin Farhan akan marah besar kepadanya. Apalagi sampai Daddy Alexa tahu. Daniel tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Semua salahnya tak bisa menjaga Alexa, hingga Alexa menjadi seperti ini.


Mama Adelia berlari menyusuri koridor rumah sakit mencari dimana ruang keponakannya. Begitupun Farhan sangat terkejut mendapati kabar buruk ini. Dengan cepat Farhan dan Queen pulang langsung menuju rumah sakit.


"Niel.."


"Tante..."


Daniel terkejut melihat kedatangan mama Adelia.


"Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Alexa bisa kambuh!"


"Ak...aku tidak tahu Tan, ak..."


Rasanya Daniel tak bisa berkata, bahkan tubuhnya bergetar hebat. Walau ada rasa curiga akan perkataan mama Adelia. Kambuh, mama Adelia seperti mengatakan bahwa Alexa memang sedang sakit. Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Daniel tak tahu.


Mama Adelia menatap heran pada Daniel yang bersaksi berlebihan. Daniel seperti seorang kekasih yang mengkewatirkan kekasihnya. Mama Adelia ingin bertanya, tapi tak berani apalagi melihat wajah Daniel yang begitu kusut.


"Mah..,"


Mama Adelia berbalik melihat putra dan menantunya sudah kembali.


Farhan memeluk sang mama dengan erat begitupun mama Adelia.


"Apa mama sudah memberitahu uncle?"


"Belum nak, mendengar kabar dari Daniel saja membuat mama panik. Mama langsung ke sini belum sempat memberi tahu!"


"Syukurlah, aku mohon mama jangan dulu memberi tahu uncle. Aku takut uncle akan marah besar. Kita tunggu hasil pemeriksaan nya. Baru kita beri tahu,"


Buk..


Farhan meninju Daniel membuat Daniel hanya diam. Ini salahnya karena dia tak bisa menjaga Alexa.


Farhan menatap tajam pada Daniel, bahkan Farhan mencengkram kerah kemeja Daniel.


"Aku menyuruhmu menjaganya, kenapa dia bisa seperti ini. Kau memang sialan.."


Buk....

__ADS_1


Sekali lagi Farhan melayangkan tinjuan ke wajah Daniel membuat Daniel langsung tersungkur. Daniel tak melawan, bahkan Daniel memang sudah sangat pasrah akan semuanya. Ini memang salahnya, tapi Daniel sungguh bingung kenapa Farhan se marah ini.


Queen hanya diam saja karena tak tahu apa yang terjadi sebenarnya pada Alexa. Queen hanya bisa diam sambil memeluk mama Adelia yang tak henti menangis.


Cklek...


Pintu ruang ICU terbuka, tampaklah dokter keluar dengan raut wajah tegang. Daniel, Farhan, Queen dan mama Adelia mendekat.


"Apa ada kedua orang tua pasien?"


"Mereka di Jerman dok, saya tantenya. Apa yang terjadi pada keponakan saja dok, apa dia baik-baik saja?"


"Begini buk, saya ingin meminta tanda tangan ke dua tuanya untuk melakukan operasi. Sel kanker otak sudah menjalar saya takut kankernya akan semakin merambat ke bagian pembuluh. Untuk itu pasien harus segera di operasi!"


Dunia Daniel seakan di paksa runtuh menghantam jiwanya. Bahkan Daniel seperti orang linglung. Daniel perlahan mundur, sambil menggelengkan kepala.


Kangker otak!


Dua kata yang berputar di kepala Daniel, kapan Alexa sakit, dai kapan. Kenapa Daniel tak tahu itu. Kenapa!


Rasanya Daniel memang bodoh sangat bodoh. Dia memang pengecut, kenapa terlambat menyadarinya.


Daniel mengingat-ingat masa-masa ketika mereka pacaran. Daniel memang laki-laki kaku dan cuek. Setiap hari Alexa selalu membawa kotak obat, Daniel pikir itu hanya sebuah vitamin saja karena memang tempatnya tempat obat vitamin.


Daniel terus saja merutuki kebodohannya. Dan, ini sangat menyakitkan.


"Kamu bukan laki-laki pengecut yang kalah sebelum bertarung. Buktikan kalau kamu layak untuk Alexa. Jangan kalah sama sepupumu, walau dia anak berandalan tapi dia selalu mengejar apa yang dia mau!"


"Ingat! uncle tak menyukai laki-laki pengecut!"


Daniel teringat akan perkata Farhan waktu di bandara. Apa ucapan Farhan ada kaitannya dengan ini. Daniel hanya mencari jawaban akan arti sebuah pengecut. Apa Daddy Alexa hanya mengujinya, dia tak benar-benar meminta Daniel pergi. Jika iya, ya Tuhan betapa bodohnya Daniel. Kenapa dia tak peka akan hal itu. Padahal sering kali Farhan memberi tahunya. Namun, Daniel tak mengerti dan salah mengartikan semuanya.


Mama Adelia dan Queen menyerngit heran melihat reaksi yang di tunjukan Daniel. Daniel seperti seorang kehilangan arah. Tatapannya begitu kosong penuh kesakitan.


Puk...


Daniel tersentak ketika Farhan menepuk bahunya. Daniel menatap nanar pada Farhan, seakan meminta penjelasan.


"Dia sakit sudah lama, namun Alexa tak mau kamu tahu. Alexa hanya tak mau kamu kasihan padanya. Begitupun yang uncle Smit lakukan. Dia bukan tak merestui kamu tapi dia ingin melihat seberapa besar kamu berjuang mendapatkan nya. Uncle hanya tak ingin kamu mempermainkan putrinya. Jika tahu Alexa sakit kamu akan meninggalkannya. Untuk itu uncle melakukan semua ini agar Alexa tak terlalu sakit ketika kamu tak tulus mencintainya."


"Lima tahun Alexa menunggu kamu datang, namun kamu tak pernah sekalipun datang dan menjelaskannya. Hingga uncle anggap bahwa kamu memang laki-laki pengecut yang sering uncle katakan pada Alexa. Uncle juga berpikir kalau kamu memang tak benar-benar mencintai Alexa. Jika memang kamu mencintainya kamu akan berjuang bukan, namun nyatanya kamu gagal. Dan, untuk itu uncle memutuskan menjodohkan Alexa dengan teman masa kecilnya."

__ADS_1


Daniel menjatuhkan bobot tubuhnya ke lantai. Dengan air mata yang keluar. Baru pertama kali ini Daniel mengeluarkan air mata setelah sekian lama dia tak menangis.


Menyesal tentu!


Mungkin ini adalah penyesalan yang begitu hebat yang pernah Daniel lakukan.


Masih adakah kesempatan kedua, untuk dia memperbaiki semuanya.


Farhan membiarkan Daniel merenungi semuanya. Farhan faham apa yang Daniel rasakan.


Mama Adelia hanya diam dengan keterkejutannya. Mengetahui bahwa ada hubungan di antara Daniel dan Alexa. Sedang Queen hanya diam saja dengan wajah datarnya.


"Uncle!"


Bugh....


Bugh ...


"Kenapa kamu biarkan laki-laki pengecut ini ada di sini?"


Mama Adelia terkejut atas kedatangan adik iparnya yang datang secepat ini. Bagaimana bisa, harusnya dia sampai nanti malam.


Farhan dan mama Adelia tidak tahu bahwa uncle Smit langsung terbang ketika waktu Alexa belum di bawa ke rumah sakit. Karena uncle Smit yakin, putrinya dalam bahaya. Namun, dugaannya benar.


"Uncle cukup! jangan buat keributan di sini."


"Ahh.. pasti laki-laki ini yang membuat putriku jadi seperti ini. Jika terjadi apa-apa pada putriku. Jangan harap kau bisa bernafas.. "


Farhan mendorong uncle Smit yang akan memukul lagi. Tenaga paru baya ini begitu kuat.


Daniel lagi-lagi hanya bisa diam mendapat pukulan dari Daday Alexa. Bahkan Daniel terus menunduk dengan sudut bibir yang mengeluarkan darah.


Suasana semakin tegang, apalagi uncle Smit terus menatap tajam pada Daniel yang hanya diam. Bahkan uncle Smit mencebikkan bibirnya melihat pemuda kaku itu.


Tangannya begitu gatal ingin menghajar dan mencaci tapi Farhan mencegahnya.


Raut wajah laki-laki paru baya itu terlihat jelas rasa khawatir, takut dan marah.


Seorang ayah pasti ingin yang terbaik untuk putrinya. Apalagi Alexa begitu menderita dari kecil. Dan itu membuat Alexa berbeda dengan Aielin. Alexa cendrung pendiam dan memendam. Sedang Aielin begitu bar-bar.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah, Komen, dan Vote Terimakasih...


__ADS_2