
"Ck. kenapa aku bisa kesiangan,”
Gerutu Queen baru bangun tidur. Queen langsung melesat ke kamar mandi guna membersihkan badannya. Tak butuh lama Queen sudah selesai dengan ritual mandinya dan buru-buru memakai baju. Rambuat seperti biasa di biarkan tergerai sedikit acak-acakan karena tak sempat di sisir hanya dengan jari-jari lentiknya.
Dengan kecepatan tinggi Queen memacu motornya. Tak butuh lama Queen sudah memarkirkan motornya dan berlari tampa melihat kekanan-kiri takut kesiangan. Apalagi hari ini dosen Hilman yang masuk. Dosen yang seper dupel galak jika ada yang telat walau itu hanya satu detik tidak bisa di toreransi, Queen gak mau itu terjadi.
Walau Queen tercap gadis es, tak bisa di sentuh. Kalau menyangkut pelajaran Queen akan bertingkah seperti anak kecil yang merajuk membuat semua orang akan melongo dengan tingkahnya tapi tak berani mencibir karena takut dengan tatapan tajam Queen. Kecuali, kalau orang-orang yang berani menantang dan termasuk kalangan atas yang artinya anak-anak pengusaha atau pejabat yang berani mencibir Queen. Mereka berani mungkin karena kekuasaan orang tuanya.
Dan tak ada satu pun yang tahu bahwa Queen anak Angga Prayoga, pembisnis yang terkenal dingin, menepati urutan no dua se-Asia.
Kenapa Queen sengaja menyembunyikan identitasnya dari publik dan nama belakang Prayoga Queen sengaja menghapusnya,kecuali kalau berkas-berkas penting nama Prayoga tetap menempel di belakang “Queen Aurora Prayoga”.
Bruk ….
Queen mundur kebelakang ketika kepalanya membentur sesuatu dan itu membuat kepala Queen sakit. Belum sempat tubuh Queen terjatuh sebuah tangan besar meligkar di pinggang Queen dengan sempurna. Spontan membuat Queen memegang otot lengan besar itu. Mata mereka bertemu saling mengunci satu sama lain, sesaat kemudian mereka saling mengagumi satu sama lain.
Sedangkan buku yang Queen pegang semuanya terlepas dan berserakan di lantai.
“Kamu gak pa-pa”
“Em, gak pa-pa, Pak!”
Jawab Queen gugup ketika dosen Farhan melepas tangannya di pinggang Queen.
“Nih, bukunya?”
__ADS_1
Ucap dosen Farhan sambil menyodorkan buku yang sempat dia pungut. Tepatnya yang berserakan di lantai. Dengan cepat Queen mengambil buku itu sedikit gemetar dan pergi begitu saja tampa mengucap sepatah kata apa pun.
Queen kembali berlari menuju kelasnya, Queen menarik nafas panjang dan membuangnya dengan kasar sebelum masuk. Perlahan tangan lentik itu mendorong pintu kelasnya.
"Mampus aku,”
Batin Queen mematung ketika dosen Hilman menatapnya tajam, membuat Queen menelan slavinanya kasar.
“Jam berapa sekarang?”
Ucap dosen Hilman ketus di setiap katanya,penuh penekanan. Queen melirik jam tangannya.
“Jam tujuh lewat empat puluh menit”ucap Queen gugup.
“Terus kenapa masih mematung di situ!”
“Siapa yang bilang masuk. Keluarrr …,”
Queen menghentikan langkahnya ketika mendengar perintah geraman dosen Hilman bahkan suaranya membuat Queen sakit. Queen memandang dosen Hilman sambil tersenyum membuat semua mahasiswa tercengang, pasalnya itu senyuman begitu langka mereka lihat.
“Ayolah, Pak? ”
Rengek Queen memohon supaya membiarkannya masuk, padahal cuma lima belas menit Queen terlambat. Dosen Hilman semakin menatap tajam Queen yang memohon. Lagi-lagi tingkah Queen membuat para mahasiswa melongo melihat tingkah Queen. Queen bukan cuma ratu Es tetapi juga si kutu buku dan selalu semangat jika mengenai belajar tidak akan terlewatkan sama sekali. Bahkan Queen akan merajuk seperti saat ini karena dosen Hilman tak mengijinkannya masuk.
"Pak, "
__ADS_1
"Keluarrr!!!"
Teriak dosen Hilman membuat Queen memberenggut kesal dan langsung keluar.
"Ih, dasar dosen singa! oh ilmuku hiks .., hilang deh! ”
Batin Queen mendengus kesal, melangkah pergi meninggalkan kelasnya.
“Ah ..., mimpi apa hari ini, sial banget kesel … kesel ,”
Teriak Queen mengehentak-hentakan kedua kakinya lantai.
Lama Queen termenung, suasana hatinya yang tadi kesal bertambah muram. Seketika tangan lentik itu membuka tasnya mengeluarkan buku deary “AURORA” lembar demi lembar Queen membalikan kertas,mencari kertas yang kosong.
"Kenapa? Kenapa engkau mendekat jika tak menggenggam. Lebih baik kau pergi saja,seperti yang kamu lakukan dulu. Cukup! aku tak mau hatiku mendapat ke kecewaan lagi,pergilah….
Tapi aku tak mengerti dengan hati kecilku,terlalu banyak sakit dan ke kecewaan, tetap saja hati ini merindu. Rindu akan pelukan hangatmu, rindu akan perhatiaanmu,semuanya aku merindu sampai hati ini begitu sesak. Ingin engkau jangan mendekat, tapi hati ini menolak, rasanya aku sangat lelah lelah dengan keadaan ini.
Apa tak ada penjelasan? seperti Papa meninggalkan aku, ”
Queen menghentikan gerakan tangannya yang mulai gemetar. Cairan bening keluar dari pelupuk matanya, menetes membasahi kertas yang penuh dengan goresan hatinya. Queen meletakan kembali bukunya dan tak sengaja melihat kain yang di berikan dosen Farhan untuk melilit lukanya berada di dalam tas Queen. Padahal niatnya Queen mau mengembalikannya. Perlahan queen mengambilnya,mengusap air matanya dengan kain itu. Bukannya berhenti menangis malah semakin terisak, dadanya mulai sesak. Queen meremas erat kain itu, membuat tangannya memutih saking kencangnya remasan itu.Lama isikan itu pun berhenti.
”Aku gak boleh lemah,”
Gumam Queen menyemangati dirinya sendiri.
__ADS_1
Bersambung....
Jangan Lupa Like dan Vote ya cinta....