
Baby mungil terlihat begitu cantik sedang tidur di samping ibunya. Terlihat sekali, sepertinya dia baru selesai menyusui.
Tak henti-hentinya dari tadi Queen memperhatikannya. Queen jadi tak sabar menunggu waktu itu tiba dan dia akan segera menjadi ibu.
Queen ingin menjadi ibu sempurna. Menjadi guru dikala kecil, menjadi sahabat di kala remaja. Queen ingin memberikan kasih sayang penuh terhadap anaknya. Tapi Queen tahu batasan dimana dia harus memanjakan dan di mana dia harus mengajarkan kuat.
" Kak, kenapa wajahnya mirip kakak. Kan kak Mel yang mengandung. Harusnya mirip kak Mel,"
Protes Queen menoel-noel hidung mancung baby Amira Putri Jacob. Yah, banyak yang tidak tahu bahwa nama Asli Jek adalah Jacob Putra Prayoga. Cuma, teman-teman Jek memanggil Jacob dengan sebutan Jek, biar simpel katanya.
"Awas saja ya, kala Rora melahirkan wajahnya mirip bee!"
Queen jadi mengancam suaminya yang duduk di shopa bersama Jek. Membuat Farhan menelan ludahnya kasar. Belum lahir saja sudah di ancam.
Sedangkan Jek malah bengong, Jek terlalu kaget mendengar Queen memanggilnya dengan sebutan 'Kakak'. Bahkan Queen juga memanggil istrinya dengan 'Kakak' berarti tandanya Queen benar-benar sudah menganggap dirinya seorang kakak.
"Ih ... kamu gemas banget, kak Mel, siapa panggilannya?"
Lagi-lagi Queen memanggil Melati dengan sebutan 'kakak'. Membuat Melati hanya diam saja begitupun dengan Jek.
"Hey .. kalian kenapa diam, panggilannya siapa?"
Queen menjadi kesal sendiri ketika Jek dan Melati tidak ada yang menjawab.
"Amira, Ra. Ah ... Rara saja ya panggilannya!"
"Hey Rara, kenalkan ini aunty!"
Queen terus saja berceloteh sendiri sambil mengganggu tidur ya baby Rara. Hingga baby Rara jadi terbangun.
"Uluh ... uluh ... Rara nangis,"
"Bang, Rora gangguin tidur baby Rara,"
Adu Melati membuat Jek langsung beranjak dari duduknya. Begitupun dengan Farhan.
Queen langsung saja menggendong baby Rara dan meminangnya. Membuat Melati, Jek dan Farhan langsung terdiam. Melihat Queen bisa menenangkan baby Rara.
Terutama Farhan yang terpana melihat sang istri bisa menenangkan baby Rara. Queen terlihat benar-benar seperti ibu yang sempurna.
Sayang, kejutan apa lagi yang kau tunjukan ..
Batin Farhan tak menyangka sang istri bisa se cekatan itu. Queen terlihat seperti sudah bisa menggendong baby. Di balik sifat yang dingin dan terkesan tomboy. Queen ternyata memiliki sifat ke ibu an.
Tak lama baby Rara tenang kembali, bahkan baby itu terlihat nyaman berada di gendongan Queen.
Tapa mereka sadari sendari tadi kedua orang tua mereka menyaksikan tingkah Queen. Mereka tak menyangka Queen bisa melakukan semuanya. Bahkan Angga sampai terdiam dengan mata tak berkedip melihat putrinya yang Angga anggap masih ke Kanakan ternyata dia sudah dewasa.
Bahkan Queen bisa melakukan semuanya.
"Kak, nih, baby Rara nya pindahkan. Queen kebelet,"
__ADS_1
Entah sadar atau tidak, Jek mengambil putrinya lalu di tidurkan kembali di samping sang istri.
Sedang Queen berlalu begitu saja masuk kamar mandi setelah menyapa ayahnya. Queen bersikap biasa saja, padahal orang-orang begitu terkagum-kagum dengan apa yang Queen lakukan.
"Gadis ini selalu saja memberi kejutan,"
Celetuk Murni sangat bangga mempunyai putri sambung yang begitu sulit di tebak. Tapi tingkahnya mampu membuat orang terpesona.
"Gimana nak, apa sudah lebih baik?"
Tanya Laila, ibu Melati yang datang bersama besannya.
"Alhamdulillah sudah buk, katanya hari ini boleh pulang,"
"Syukurlah, ibu senang. Rasanya ibu baru kemarin melahirkan mu. Sekarang kamu melahirkan seorang cucu untuk ibu,"
Ibu Laila begitu bahagia atas kelahiran cucunya. Sangat cantik sekali, garis wajahnya semuanya begitu mirip Jek. Entah bagian mana yang mirip ke Melati.
Entahlah, bukankah seorang baby akan berubah wajahnya. Kadang terlihat seperti bapaknya kadang juga terlihat seperti ibunya.
Tak lama Queen keluar dari kamar mandi sambil tersenyum.
"Kandungan kamu sudah besar nak, semoga lancar ya persalinannya,"
"Terimakasih ayah, semoga saja."
"Ini kalian beres-beres, mau di bawa pulang ya?"
Queen melirik suaminya yang diam saja, seolah ikut saja apa keinginan Queen.
"Emmz, kalian sudah pada mau pulang, ya sudah Rora juga mau pulang. Apalagi ini sudah sore,"
"Iya, hati-hati nak."
"Bee .."
Farhan langsung beranjak dari duduknya menghampiri sang istri.
Farhan dan Queen pamit pulang terlebih dahulu. Tadinya Queen mau ikut mengantar, tapi melihat banyak orang yang mengantar membuat Queen mengurungkan niatnya.
"Baby Rara lucu ya bee, dia imut menggemaskan."
"Hm,"
"Kalau anak kita lahir, jika laki-laki pasti ganteng seperti papa nya. Kalau dia perempuan pasti cantik seperti ibunya,"
Queen di sepanjang jalan terus saja berceloteh sambil mengusap-usap perutnya yang buncit.
Membuat Farhan hanya tersenyum saja sesekali menanggapi dengan kata 'Iya'.
"Bee mau anak berapa?"
__ADS_1
Tanya Queen sambil melirik suaminya yang sedang fokus menyetir.
"Dua atau tiga,"
"Ih ... itu sedikit bee, bagaimana kalau enam!"
Cittt ...
Farhan langsung menepikan mobilnya mendengar sang istri meminta enam anak. Apa Farhan gak salah dengar.
"Apa sayang gak salah, gak kebanyakan?!"
"Bee tidak mau ya,"
Wajah Queen jadi mendung seketika melihat respon suaminya.
"Bukan begitu sayang, bee cuma takut nanti sayang kelelahan. Ini saja belum keluar,"
Jelas Farhan hati-hati tak mau membuat mood istrinya semakin mendung.
Biasanya laki-laki yang selalu menginginkan anak banyak. Nak ini Queen yang menginginkan nya.
"Sudah jangan cemberut, apapun akan bee kabulkan!"
"Rora hanya ingin rumah kita ramai, pasti rasanya menyenangkan. Kalau sedikit Rora takut dia kesepian,"
Farhan terkesiap mendengar penuturan sang istri. Kata 'Kesepian' membuat Farhan jadi faham kenapa istrinya menginginkan banyak anak.
Queen yang sendari kecil merasakan kesepian dan kurang kasih sayang. Dia benar-benar menginginkan anak banyak, Queen berusaha akan merubah masa lalunya dengan masa depan anaknya yang cerah.
"Baiklah, bee akan kabulkan. Tapi, jangan salahkan bee ya kalau nanti sayang kelelahan!"
Canda Farhan membuat Queen tersenyum kembali. Farhan merasa lega akhirnya sang istri tersenyum kembali.
Jika begini, malah Farhan nih yang untung.
"Tak ada kata lelah, jika melayani bee. Yang penting bee tahu waktu. Bahkan sekarangpun Rora siap,"
Uhuk ...
Farhan jadi batuk sendiri, entah sejak kapan istrinya seberani ini. Queen memang istri yang sempurna. Di balik sikap dinginnya, Queen tahu bagaimana cara melayani suami dan menyenangkan suami. Bahkan tak segan Queen meminta duluan ketika Farhan terlihat lelah dalam bekerja. Karena Queen tahu, dengan cara bermesraan yang bisa membangkitkan semangat sang suami lagi.
Intinya, Queen tahu caranya membuat sang suami semangat bekerja dan ceria lagi.
Bagaimana Queen bisa melakukan seperti itu. Padahal dari sikapnya Queen seperti tak akan mampu.
Padahal Queen sering Konsultasi atau diam-diam baca artikel. Bagaimana cara menyenangkan suami, dan yang lainnya.
Karena itu kunci keharmonisan keluarga. Saling mengerti satu sama lain. Dan yang terpenting, tahu apa yang harus kita lakukan tanpa di kode dulu.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa Like, Hadiah, Komen, dan Vote Terimakasih....