
Jakarta ...
Queen sedikit menyunggingkan senyum ketika bangun tidur langsung membuka pesan dari sang suami.
Entah apa yang membuat Queen tersenyum seperti itu. Pasti pesan yang Farhan kirim pesan yang sangat sepesial. Hingga Queen tersenyum seperti itu.
Biasanya Queen mendapat pesan manis pun Queen tak akan tersenyum seperti itu. Tapi, kali ini nampaknya berbeda.
Apalagi semalaman Queen habis nangis tak biasanya dia langsung semangat kembali.
Bagaimana Queen tidak bahagia kalau sang suami memberi kabar. Kalau dirinya akan pulang sekitar dua minggu lagi.
Farhan memang memberi pesan, kalau dia akan kembali sekitar dua Minggu lagi.
Queen ingin langsung menelepon sang suami, namun Queen mengurungkan niatnya. Karena Queen tahu pasti sang suami masih dalam keadaan tidur. Karena tak mau mengganggu tidur sang suami. Queen memilih mandi dan membantu sang mama membuatkan sarapan.
"Dad, sepertinya mentari hari ini cerah ya,"
"Sepertinya sayang, bahkan lebih cerah dari mentari ...,"
Ah ... Queen tersipu mendengar godaan dari kedua orang tuanya.
"Apaan sih mah, dad. Sini biar kakak yang suapin Dede,'
Queen mengambil alih sang mama menyuapi sang adik.
Dinda dan Fandi hanya saling melempar senyum saja dengan tingkah putrinya yang malu-malu.
Mereka kembali melanjutkan sarapannya. Hingga selesai dan Fandi pamit pergi ke kantor.
"Kenapa sayang?"
"Mah, katanya Biru dua Minggu lagi akan pulang he ... he ..."
"Kamu bahagia?"
"Sangat! sangat sangat bahagia!!!"
"Apa lagi Biru harus ada saat baby kita lahir,"
"Selamat ya sayang, semoga Biru di lancarkan dalam perjalanan nya."
"Terimakasih mah,"
Sungguh tak ada kebahagiaan seorang istri yang di tinggal LDR kecuali mendengar kabar kalau sebentar lagi mereka akan bertemu. Melepas rindu menjadi satu dan Tak akan ada rasa semu.
Penantian yang sudah dua bulan sebentar lagi akan ada pertemuan. Rasanya Queen gak sabar akan hal itu.
Apalagi HML kelahirannya perkiraan tiga Minggu lagi. Dan, itu kemungkinan Farhan sudah pulang satu Minggu sebelum sang istri melahirkan.
Namun, kita tidak ada yang tahu. Itu hanya sebuah perkiraan dan prediksi seorang dokter. Tetap saja hanya Tuhan yang tahu akan semuanya.
Mama Dinda ikut bahagia melihat senyuman anaknya kembali tanpa beban. Dinda hanya berharap menantunya bisa cepat menyelesaikan pekerjaannya. Apalagi berurusan sama mafia. Mama Dinda gak mau sampai Queen tahu, dan pasti Queen sangat mencemaskan ya.
__ADS_1
Mama Dinda tahu siapa anaknya, keras kepala sama seperti Angga. Jadi mama Dinda tahu besar kemungkinannya bagaimana jika Queen tahu semuanya.
"Kalau begitu sayang makan yang banyak, biara baby-nya sehat. Dan, jangan lupa kalau sudah merasakan sakit pinggang atau mau pipis Mulu sayang kasih tahu orang rumah ya. Karena itu tanda-tanda mau melahirkan,"
"Siap mama,"
"Hari ini mau pulang atau masih mau nginep lagi di sini?"
"Kayanya pulang deh mah,"
"Ya sudah, nanti di antar pak Tono ya,"
"Siap mama, sekarang lanjut nyiram lagi ..."
Queen melanjutkan nyiram tanaman, sedangkan Dinda melanjutkan merawat pohon buah-buahan yang ditanam suaminya. Takutnya ada ulat atau ada ranting yang sudah kering. Sedang Alam dari tadi main tanah. Dinda membiarkannya anaknya ber ekplorasi pada alam dan tumbuhan. Supaya perkembangan anaknya juga bagus.
Sesudah kotor-kotoran anak dan ibu itu langsung kembali membersihkan badannya. Apalagi Alam yang sangat kotor banget.
Kini Queen dan Dinda kembali bersantai di ruang keluarga. Sedangkan Alam dia tertidur karena memang sudah waktunya tidur siang.
Terlihat Queen sudah rapi dengan pakaian nya. Dia akan kembali ke rumah mertuanya.
"Titip salam saja mah buat Daddy. Maaf Queen gak bisa nunggu Daddy."
"Iya mama tahu, ingat ya, kalau ada apa-apa langsung hubungi mama atau Daddy!"
"Siap mah,"
Queen mencium punggung tangan sang mama sambil cepeka-cepiki.
Pak Tono membukakan pintu untuk Queen, Queen hanya tersenyum saja.
"Queen berangkat mah!"
"Hati-hati sayang ..."
Queen melambaikan tangannya pada sang mama. Dimana pak Tono melajukan mobilnya.
Tak hentinya Queen tersenyum di sepanjang jalan sambil menatap keluar jendela melihat jejeran perumahan. Sampai dimana mobil yang pak Tono kendarai sampai di halaman rumah mertuanya. Di mana mang Diman membukakan pintu gerbang untuk memudahkan pak Tono masuk.
"Sudah sampai non,"
"Terimakasih pak,"
Mama Adelia sudah berada di depan pintu guna menyambut kedatangan menantunya. Mama Adelia mengembangkan senyum tetkala Queen berjalan ke arahnya. Di mana ada Alexa di samping mama Adelia.
Alexa diam sambil menatap Queen yang seperti kesusahan berjalan dengan perut buncitnya. Satu tangan Queen simpan di pinggangnya dan satu tangan lagi memegang perutnya. Seakan Queen takut anaknya jatuh.
"Assalamualaikum mah, Lexa,"
"Waalaikumsalam sayang,"
Mama Adelia memeluk menantunya seakan sudah sangat rindu tak bertemu dengan Queen. Mama Adelia langsung memboyong Queen masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Wah cucu nenek sudah ngenep ya, gimana sayang, baby gak rewel kan?"
"Alhamdulillah gak mah, dia anteng saja,"
Queen gak mungkin bilang kalau semalaman dia sempat nangis terus sampai tertidur.
"Kelihatannya cerah banget ya, ada apa?"
"Alhamdulillah mah, Biru katanya dua Minggu lagi kembali,"
"Alhamdulillah sayang,"
Mama Adelia tak bisa menyembunyikan rasa gembiranya mendengar putranya akan kembali. Dia turut bahagia, atas semuanya. Apalagi mama Adelia tak mau melihat Queen terus bersedih.
Alexa juga ikut senang mendengar kakak sepupunya akan kembali dalam waktu dekat.
"Gimana, sudah ada kabar gembira belum?"
Kini Queen yang bertanya pada Alexa. Alexa faham atas pertanyaan Queen.
"Kami sudah sepakat mau menunda dulu, kami ingin menghabiskan waktu berdua. Mungkin tahun depan insyaallah!"
Daniel dan Alexa memang sudah sepakat ingin menunda momongan dulu. Walau Alexa tak memakai KB tapi Daniel selalu bermain aman. Karena Daniel tak mau ada efek samping pada rahim Alexa jika langsung memakai KB.
Apalagi memang Daniel dan Alexa sempat terpisah cukup lama. Jadi Daniel ingin menghabiskan masa-masa berdua dulu sebelum ada anak. Karena pasti ketika ada anak suasananya cukup beda.
Dan itu butuh persiapan mental dan batin untuk mendidik anak-anak kelak.
"Semoga saja baby, cepat punya adik ya,"
Alexa tersipu, Alexa faham maksud ucapan Queen. Yaitu ingin adik darinya.
Sebenarnya Alexa juga ingin segera punya anak. Apalagi melihat Queen yang perutnya sudah besar rasanya Alexa juga ingin berada di posisi seperti itu. Tapi, Alexa belum cukup siap untuk menjalani masa-masa hamil
"Iya benar Lexa, Tante juga gak sabar menunggu kabar bahagia itu!"
Ah ... jika banyak orang yang antusias begini rasanya Alexa juga ingin segera punya momongan.
"Ngomong-ngomong kak Daniel kapan kembali?"
"Mungkin besok!"
"Nanti nginap lagi saja di sini sama Daniel juga?"
"Insyaallah Tan, nanti Lexa bicara sama Daniel,"
"Iya benar kata mama, biar di sini rame. Benar gak mah,"
"Iya dong sayang,"
Tiga wanita itu terus bergelut dengan obrolan mereka. Hingga tanpa terasa hari sudah sore saja.
Bersambung ...
__ADS_1
Jangan lupa Like, Hadiah, dan, Vote, Terimakasih ...