Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 33 Penghianat


__ADS_3

"Tidak!!!! sialan.. sialan... "


Amukan sang tuan membuat anak buah dan pembunuh bayaran terdiam.


Markas yang selama berpuluh-puluh tahun hancur begitu saja karena amukan Sam yang sudah di puncak kemarahannya.


Kekayaan dan wanita yang selama ini dia mimpi-mimpikan semuanya hancur dan gagal dalam merebutnya.


Kemarahan Sam semakin membeludak ketika mendengar laporan dari bos pembunuh bayaran kalau kediaman Dinda tidak ada penghuninya. Mereka sengaja memberikan penjagaan ketat pada kediaman itu untuk mengecoh musuh. Bahkan Angga sudah di amankan entah dimana tempatnya. Sampun sulit untuk melacak keberadaan dimana keponakan sialannya menyembunyikan Queen dan Murni. Semuanya menghilang seperti di telan bumi tak ada jejak sama sekali yang bisa Sam ketahui.


Sam prustasi dan tak berkutik sama sekali, dia hanya bisa Marah-marah dan mengamuk menghancurkan semuanya bahkan beberapa anak buahnya tewas akibat kemarannya.


Otak Sam terus berpikir kemana keponakan sialannya menyembunyikan Queen dan Murni. Dan, kenapa keponakan sialannya bisa tahu dimana Markasnya berada.


Sam terdiam sejenak mengingat sesuatu, keponakan sialannya tak akan tahu rencana dan markasnya jika di antara anak buahnya sendiri ada yang berkhianat.


Sam menatap tajam anak buahnya yang lansung menunduk karena takut akan tatapan mematikan Tuannya.


"Rupanya ada yang berkhianat di sini! "


Para anak buah Sam terdiam dengan keringat dingin membasahi pelipis mereka. Tuannya begitu sangat kejam dan berdarah dingin.


Tentang perusahaan dan markas, otak Sam terus berputar dengan amarah yang meluap-luap.


"Bagaimana dengan pertemuan anda, Tuan? "


"Kau!! "


"Tuan.., "


Tatapan Sam berlarih pada pintu masuk di mana Bimo sang kaki tangan datang. Seketika otak Sam langsung tertuju pada Bimo. Awal kehancuran semuanya karena informasi Bimo dan Sam tidak akan pernah melepas penghianat.


"Tu.., "

__ADS_1


Bugh...


Belum sempat Bimo berbicara tinjuan keras melayang di pipi Bimo hingga Bimo terpelanting karena belum siap.


"Tu.. tuan.., "


Bugh...


"Kau menghianatiku!!! "


Bugh.... bugh...


Brak...


Uhukkk...


Bimo memuntahkan darah akibat tinjuan keras tepat di uluh hatinya.


Bos pembunuh bayaran tersenyum seringai melihat pertengkaran Sam dan kaki tangannya.


Batin bos pembunuh bayaran menyeringai menatap misterius ke arah Sam.


"Kau menghianatiku sialan!!!"


Bugh...


Bentak Sam menggebu terus menyiksa Bimo tiada henti. Bahkan Sam tak membiarkan Bimo bernafas sedetikpun membuat Bimo sesak apalagi dadanya begitu nyeri.


Krek...


Sam mencekik leher Bimo dangan tatapan memerah bak macan yang siap menerkam mangsanya. Sam tidak peduli dia sudah lama mengabdi atau tidak jika orangnya penghianat maka dia pantas mati.


Tuan tolong dengarkan aku, tolong lepaskan cekikan ini.. Aku bersumpah tidak menghianatimu. Buoan aku penghianat sesungguhnya ta.. tapi dia orang yang sedang menertawakanmu. Ja.. jangan bodoh Tuan, to.. tolong lepaskan A.. aku....

__ADS_1


Bimo hanya bisa menjerit dalam hati karena merasa hidupnya mungkin sampai di sini. Bahkan Bimo mengeluarkan air mata karena merasa nyawanya di renggut paksa.


Dorr...


"Awwsss ..., sialan... "


Sam menggeram kesakitan ketika timah panas menembus pahanya membuat cekikan tangannya di leher Bimo terlepas.


Bimo terlukai lemas ke lantai sana dengan wajah pias kebiru-biruan berusaha bernafas.


"K.. kau!! "


Geram Sam menatap tajam ke arah anak buahnya yang paling lambah dalam berpikir tersenyum seringai menatap Sam remeh.


Dorr... dorrr...


"Ahhhkkk!!! "


Sam menjerit sakit ketika anak buah sialannya membidik kedua lengannya yang akan mengambil pistol di balik celanannya. Tapi anak buah Sam sudah terlatih dan tahu bagaimana Tuan gilanya bertindak dengan licik.


"Bagaimana apa sakit, hm. "


"Gery!!! beraninya kau menghianatiku!!! "


Geram Sam sambil menggesekan gigi-ginyanya hingga nyaring menatap membunuh anak buahnya. Sam tidak menyangka dia melakukan kesalahan besar malah menyakiti target yang salah.


Bimo menatap nanar tuannya tanpa mau membantu karena dirinya juga tak berdaya bahkan bangunpun tulangnya seakan lembek.


Gery hanya tersenyum sinis menatap tajam Sam penuh dendam. Gery sudah sepuluh tahun masuk menjadi anggota Sam karena hanya ingin membalas dendam kematian kakaknya yang mati bersama kedua orang tua Farhan dalam kecelakaan itu. Karena kakak Gery bekerja jadi supir pribadi tuan besar Biru waktu itu. Gery bersumpah akan membalas kematian sang kakak.


"Bagaimana paman, kejutanku hebatkan! "


Duarrr....

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa Like dan Vote.....


__ADS_2