
"Cukup, Mas. Sudah aku katakan, katakan semuanya pada Queen apa yang sebenarnya terjadi. Aku yakin Queen gadis baik, dia akan mengerti! "
"Tapi kamu tidak tahu, dia putriku yang keras kepala! "
"Itu salah kamu sendiri mas kenapa kamu mempunyai sipat keras kepala, jadi menurun pada Queen!"
Kesal Murni karena Angga, sang suami sulit di kasih tahunya. Sudah berapa kali Murni menyuruh Angga untuk menemui Queen dan menjelaskan semuanya tapi sang suami tetap merasa belum siap. Bahkan Jek, sang putra dari kemaren belum pulang ke rumah dan itu membuat Murni kewatir akan putranya. Murni takut putranya melakukan kesalahan dan melukai dirinya sendiri.
"Kalau Mas tak mau menjelaskannya, biar aku saja! "
"Sayang coba mengerti aku, aku mohon beri aku waktu! "
"Mau sampai kapan, Mas! Queen sudah besar dia juga punya perasaan dan ingin tahu semuanya jangan buat Queen terus membencimu cukup aku yang benci akan perbuatanmu dulu! "
Angga terdiam mendengar luapan amarah sang istri. Kenapa semaunya jadi runyam.
Dret...
"Oh siall.. "
Umpat Angga ketika ada telepon masuk dan itu membuat Angga tak bisa mengejar sang istri yang sudah keluar kamar.
Murni keluar kamar dengan kesal dan pikiran dongkol. Murni menyuruh supirnya mengantarkan dirinya ketempat di mana Queen berada.
Semuanya hanya korban keserakahan, patah hati dan kebencian seseorang hingga membuat orang-orang tak berdosa terseret dalam arusnya.
Murni tak bisa menyalahkan sang suami sepenuhnya dan Murni juga tidak bisa menyalahkan Dinda ataupun Queen karena semuanya salah dirinya dan satu orang yang sampai sekarang Murni benci. Karena orang itu yang menghancurkan semuanya.
__ADS_1
Sudah belasan tahun semuanya gertutup rapat kenapa sekarang jadi berantakan.
Jika Angga tak bisa bertindak maka Murni sendiri yang akan menghentikannya. Karena semua berawal darinya maka Murni sendiri yang akan mengakhiri semuanya.
"Sudah samapai, Buk? "
Murni langsung ke luar mobil ketika supir pribadinya menghentikan mobil tepat di sebuah rumah yang cukup besar walau tak sebesar rumahnya. Tapi rumah ini terlihat cukup nyaman apa lagi banyak tumbuhan bunga di depannya.
"Dinda memang tidak berubah, "
Gumam Murni tersenyum tipis melihat banyak tanaman bunga di depan rumah Dinda.
Ning .. nong ...
Murni memencet bell berharap Dinda ada di rumah. Sekali lagi Murni menekannya hingga terdengar suara teriakan dari dalam.
Ckrek...
"Cari siapa?"
"Apa Dindanya ada?"
"Oh, nyonya belum pulang. Ada perlu apa, biar nanti saya sampaikan jika Nyonya sudah pulang? "
Tid...
Belum sempat Murni berbicara lagi, suara klakson terdengar membuat Murni langsung berbalik. Seketika senyum Murni mengembang ketika melihat Dinda dan Fandi baru datang.
__ADS_1
Deg...
Dinda terdiam Ketika melihat siapa yang bertamu. Rasanya kedua kaki Dinda sulit untuk melangkah. Sudah beberapa tahun Dinda selalu menghindar tapi kenapa Murni malah datang kepadanya.
"Kakak ngapain ke sini? "
"Kakak ingin berbicara sama Dinda ini penting, "
"Tapi kak, kenapa kakak datang ke rumah. Aku mohon jangan buat keributan di sini! "
"Kakak janji tidak akan berbuat keributan! "
"Ta.., "
"Fandi biarkan kakakmu masuk! "
Fandi hanya bisa menghela nafas ketika Dinda mengizinkan Murni, sang kakak masuk. Fandi hanya takut Dinda terbawa emosi dan malah berantem seperti sebelum-sebelumnya.
"D.. dek? "
"Katakan apa yang ingin kakak katakan? "
Ujar Dinda tanpa menatap Murni yang duduk di depannya. Murni menghela nafas dalam dan kasar mencoba menetralkan semuanya.
"Kakak minta maaf atas semuanya. Kakak kesini ingin bertemu Queen dan menjelaskan semuanya? "
"Aku tak butuh penjelasan itu!!! "
__ADS_1
Deg...
Jangan lupa Like dan Vote ya.