
"Bee bangun, ini sudah jam enam. Apa bee tidak kekantor?"
"Sebentar lagi sayang, bee masih ngantuk,"
"Apanya yang ngantuk, harusnya Rora yang ngantuk!"
" Aduh sayang bee benar-benar masih ngantuk!"
Cih ...
Queen mengerucutkan bibirnya kesal, apanya yang ngantuk. Semalaman Queen terus di gempur tapi sekarang yang bilang ngantuk Farhan. Harusnya Queen, yang masih ngantuk apalagi rasa lelah masih terasa karena Farhan tak membiarkannya istirahat.
Karena kesal Queen meninggalkan sang suami menuju dapur. Dimana sudah ada mama Adelia di sana.
"Mau sarapan sayang?"
"Iya mah, mama sarapan belum?"
"Belum, kita bareng-bareng. Suami kamu mana?!"
"Masih tidur mah,"
"Anak itu, mentang-mentang bos. Jam segini masih tidur,"
Queen menanggapi celotehan mama Adel dengan tersenyum. Gak mungkin kan Queen bilang yang sebenarnya.
Mama Adelia begitu tak sabar menunggu cucunya lahir. Untuk itu mama Adelia selalu membantu Queen menyiapkan susu dan makanan bernutrisi untuk pertumbuhan cabang baby.
Menantu dan mertua itu begitu akrab layaknya anak sendiri. Mereka sibuk sarapan seolah hanya mereka berdua tak peduli dengan Farhan.
"Mama kebelakang ya, mau nyiram tanaman,"
"Iya mah,"
Sesudah kepergian mama Adelia, Queen meneguk segelas susu ibu hamil. Lalu Queen kembali ke kamar guna membangunkan sang suami.
Queen geleng-geleng kepala melihat Farhan masih tidur.
"Bee ..."
"Bee ini sudah siang, bee gak mau ke kantor!"
"Bee ..."
"Emmz .. sayang bee benar-benar masih ngantuk. Jam tujuh ya nanti bangunin."
"Bee, apanya jam tujuh ini sudah setengah delapan. Ayo bangun .."
"Hah .. setengah delapan!"
Pekik Farhan terkejut langsung bangun dari tidurnya. Dan benar saja, ini sudah jam setengah delapan.
"Aduh sayang, kenapa gak bangunin bee dari tadi sih,"
"Hari ini bee ada rapat! oh sitt ..."
Farhan langsung berlari ke dalam kamar mandi guna membersihkan tubuhnya. Queen hanya melongo melihat kelakuan suaminya. Ingin sekali Queen meninju wajah polosnya. Gak bangunin dari mana, sejak tadi Queen sudah membangunkannya.
"Aduh sayang, handuk Bee ketinggalan ..."
Teriak Farhan membuat Queen langsung berjalan mengambil handuk suaminya.
Dengan cepat Farhan mengambilnya, lalu keluar menuju lemari.
"Ya ampun bee jangan di acak-acak!!!"
"Sayang kemeja biru bee di mana? dasinya?"
__ADS_1
"Ini bee di sini, ini ini nih ..."
Kesal Queen menyerahkan kemeja dan dasi pada sang suami.
"Ini gara-gara sayang sih, harusnya bangunin bee jam enam."
Celetuk Farhan sambil memakai kemeja dan dasinya.
Queen diam, mencoba merendam kekesalannya. Sungguh tingkah Farhan hari ini sangat menyebalkan.
"Kaus kaki bee!"
Dengan diam Queen mengambilkannya dan menyerahkan pada Farhan.
Farhan bagai orang kesetanan dengan cepat memakai kaus kakinya. Sudah merasa rapih Farhan langsung menyambar tas kerjanya.
"Bee tunggu!"
"Sayang bee sudah telat,"
"Tunggu!"
"Ada apa! bee harus segera berangkat!"
Queen menahan nafas, kesabarannya benar-benar habis.
Grep ...
Bruk ...
Queen menarik tangan Farhan hingga Farhan terhuyung ke depan dan langsung duduk di atas shopa.
"Diam!"
Tekan Queen penuh kekesalan. Melangkah mendekati suaminya. Farhan terkejut dengan apa yang istrinya lakukan. Bahkan mata Queen begitu memerah.
Glek ...
Farhan menelan ludahnya kasar melihat tatapan istrinya penuh tajam.
"Bee benar-benar ya!"
Ah ... ingin rasanya Queen meninju wajah ini. Namun, sayang dia suaminya.
"Bee mau ke kantor dengan keadaan begini! rambut acak-acakan, dan ini dasi gak bener di pasang ya. Satu lagi jas, ini tidak cocok."
Omel Queen sambil menunjuk bagian yang tidak rapih. Farhan terdiam gak berani bicara lagi. Karena tatapan sang istri terus tajam padanya.
"Diam dan jangan bergerak!"
Farhan seperti orang bodoh hanya mengangguk saja.
Queen mengambil sisir, dan jas baru. Dengan telaten Queen menyisir rambut sang suami hingga rapi seperti biasa. Lalu Queen membenarkan dasi sang suami sambil menepuk-nepuk dada Farhan.
"Berdiri!"
Dengan spontan Farhan berdiri dengan bibir di katuk kan. Queen membuka jas awal dan memakaikan dengan yang baru. Sudah merasa rapih, Queen lagi-lagi membuang nafas kasar bahkan Farhan sendiri sampai mendengarnya. Berkali-kali Farhan menengok kearah jam tangannya.
"Bee ke kantor mau bawa ini!"
Ketus Queen merebut tas yang di pegang Farhan. Seketika mata Farhan membola melihat tas yang hampir dia bawa.
"Ini tas Rora, yang ini baru benar!"
Ucap Queen masih ketus menyimpan tasnya. Dan, memberikan tas kerja Farhan yang benar. Ya, tadi yang Farhan bawa adalah tas Queen. Bagaimana jadinya jika Farhan benar-benar langsung pergi. Pasti seisi kantor menertawakannya.
Farhan jadi garuk-garuk tengkuknya yang tidak gatal sambil cengengesan.
__ADS_1
Muachh ...
Farhan mencium bibir sang istri sambil menyesapnya supaya Queen tak bicara lagi.
"Bee berangkat dulu ya dadah ..."
Farhan langsung melesat pergi sebelum istrinya mengomel lagi.
Queen mengambil nafas dalam-dalam menatap tajam suaminya yang sudah melesat pergi.
Hari ini Queen benar-benar di buat kesal dengan tingkah Farhan. Waktu malam sangat menyebalkan dan sekarang pagi ini sangat mengesalkan.
Queen harus sabar dan sabar, jangan marah, jangan terpancing. Ingat! ada baby yang harus di jaga. Jangan sampai berdampak pada kandungannya.
"Sabar .. sabar .... baby baik-baik saja kan. Papa kamu memang bikin Mama geregetttt ..."
Monolog Queen sambil mengusap-usap perutnya yang mulai menonjol.
Tak menyangka Queen akan menjelma menjadi istri yang baik. Semenjak menikah memang banyak perubahan di diri Queen. Walau sikap dingin Queen masih tak hilang-hilang.
Dari pada marah, Queen memilih membereskan ranjang yang berantakan akibat ulah suaminya.
Lihatlah para suami, perjuangan istri begitu hebat. Semarah-marahnya dia, dia tetap menjalankan kewajibannya. Bahkan dia tak pernah merasa telah sedikitpun. Di tambah dia harus menjaga dan melindungi seorang baby yang ada di perutnya. Tak akan bisa tergambar betapa mulianya dia.
Jadi untuk para laki-laki, pikir-pikir dulu lah sebelum menyakitinya.
Sesudah membereskan tempat tidur, Queen duduk santai di kursi malas yang ada di balkon.
Sedangkan Farhan membawa mobil dengan cepat, jangan sampai rapat terlambat.
Sesudah sampai, Farhan memarkirkan asal mobilnya dan memberikan kuncinya pada penjaga di situ.
Semua karyawan nampak terheran-heran melihat bos mereka lari seperti orang di kejar hantu.
Ting ...
Suara pintu lift terbuka, Farhan langsung keluar dan berpapasan dengan Daniel.
"Rapatnya dimulai kapan?"
Daniel mengerutkan kening mendengar pertanyaan Farhan.
"Rapat!"
"Iya rapat, bukankah pagi ini ada rapat?"
"Tuan sakit?"
Daniel malah bertanya membuat Farhan sangat kesal.
"Bukankah rapat nanti siang, Tuan sendiri yang mengganti jadwalnya. Soalnya tuan mau berangkat siang!"
Deg ...
Farhan di buat tercengang baru ingat akan semuanya. Oh tuhan, kenapa Farhan bisa se konyol ini.
"Apa yang terjadi?"
Farhan hanya menggelengkan kepala saja sambil berlari meninggalkan Daniel. Daniel di buat melongo dengan tingkah tuannya. Tak biasanya Farhan begini. Entah apa yang merasuki Farhan.
"Dasar aneh!"
Gumam Daniel langsung masuk keruangan dirinya yang tak jauh dari ruangan Farhan.
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, Komen, dan Vote Terimakasih....
__ADS_1