Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 32 Tegang...


__ADS_3

Para pembunuh bayaran sedang sibuk menyerang kediaman Dinda. Di mana para pembunuh bayaran ingin meminjam Queen tepatnya ingin menculik Queen dan Murni di kepentingan Tuannya.


Perkelahianpun terjadi antara Lima belas pembunuh bayaran dan para bodyguar yang sudah Farhan siapkan menjaga kediaman gadisnya.


Perkelahian sengit masih berlangsung karena kedua kubu sama-sama kuat dan tangguh hingga membuat para pembunuh bayaran semakin semangat menyerang karena lawan mereka cukup tangguh.


Bos pereman tak sadar kalau tuannya dari tadi menelepon, karena sibuk bertarung.


Bugh...


Salah satu bodyguard yang menjaga pintu utama terpental akibat serangan licik yang bos pembunuh bayaran lakukan dimana di tangannya menaburkan serbuk hingga menghalangi mata sang bodyguard.


Bos pembunuh bayaran menerobos masuk mencari keberadaan wanita yang di inginkan tuannya. Setiap kamar dan ruangan bos pembunuh bayaran dan dua anak buahnya ubrak-abrik tapi tak menemukan jejak keberadaan gadis yang di carinya. Bahkan semua kamar begitu rapih seperti beberapa waktu baru di tinggalakan.


"Bos, kamar bawah kosong! "

__ADS_1


"Di ruang kerja juga sama! "


Seloroh salah satu pembunuh bayaran membuat sang bos menggeram kesal. Tempat ini memang terlihat sudah bersih seperti memang mereka sudah mengetahui akan ada penyerangan.


"Strategi yang sempurna! "


Gumam bos pembunuh bayaran sambil menarik sudur bibirnya membuat kedua anak buahnya bergidik ngeri melihat tingkah bosnya.


Karena tidak mendapati apa-apa para pembunuh bayaran meninggalkan kediaman Dinda dengan beberapa anak buahnya terluka walau tidak cukup parah tapi bagi seorang pembunuh bayaran luka itu seakan menjadi penghinaan.


Begitupun dengan para bodyguar yang berja, beberapa mendapat luka parah dan sebagian lagi mendapat luka ringan.


Farhan akan melakukan apa saja demi melindungi orang terkasihnya karena tinggal Dinda dan Queen yang Farhan punya.


Farhan mengenal Dinda ketika Dinda di temukan oleh kedua orang tuanya tergeletak di tengah jalan dengan perut buncitnya. Waktu itu Farhan berusia enam tahun dan Queen baru berusia tujuh bulan di perut Dinda.

__ADS_1


Waktu itu Dinda kabur dari rumah karena bertengkar dengan Angga hingga membuat Dinda mengenal kedua orang tua Farhan bahkan beberapa bulan Dinda tinggal di kediaman Al-biru sampai melahirkan hingga Angga membawa Dinda pulang. Farhan kecil sudah menyayangi Dinda dan selalu mengajak bicara Queen masih dalam perutnya dan itu membuat kesedihan Dinda berkurang dengan adanya Farhan yang selalu bertingkah orang dewasa. Bahkan Farhan kecil seperti suami siaga tak memperbolehkan ini itu. Sikap Farhan begitu karena selalu mendengar sang Mommy selalu melarang Dinda hingga jika kedua orang tua Farhan sibuk maka Farhan akan bersikap seperti itu.


"Mom Ded, selangkah lagi!"


Gumam Farhan langsung masuk ke ruang rahasia itu dengan Daniel selalu setia berada di belakangnya.


Para petinggi perisahaan langsung berdiri dengan wajah berbeda-beda melihat kedatangan sang pewaris yang sudah belasan tahun menghilang kini muncul secara tiba-tiba dan menghebohkan semuanya.


Fandi yang melihat Farhan datang langsung memberikan beberapa berkas dan membisikan sesuatu membuat suduh bibir Farhan tertarik ke samping.


Semua orang nampak tegang di ruangan itu melihat sang pewaris sudah tumbuh dengan gagahnya bahkan aura kepemingpinan begitu melekat.


Rasanya baru kemaren para petinggi perusahaan mendapat kabar kalau Farhan mengalami defresi dan tak mungkin memingpin perusahaan besar. Hingga Sam sang paman menggantikan sementara kepemingpinannya. Tapi, sayang Sam tak bisa mengalihkan semua aset atas nama dirinya karena harus ada sebuah stempel dimana khusus bagi seorang pewaris yang memilikinya.


Raut-raut wajah tegang, santai dan serius para petinggi tunjukan ada juga yang menahan luapan amarah ketika mendengar Farhan bicara.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa Like dan Komen...


__ADS_2