Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 18 Brengsekkkk


__ADS_3

Di sebuah bar seseorang menatap kosong sambil terus meminum alkohol bahkan dirinya sudah tak berdaya tetapi terus memaksakan minum dengan bibir yang terus merancu tidak jelas. Se nakal-nakalnya Jek baru kali ini Jek meminum minuman haram itu. Biasanya Jek akan menghabiskan waktunya di sirkwit balapan atau sekedar berkencan menghabiskan uang sang ayah. Kali ini berbeda, tatapan Jek begitu sakit dan kecewa dengan apa yang terjadi.


Bahkan sang mamah pun ikut adil dalam menyembunyikan semuanya. Bertahun-tahun kedua orang tuanya menyembunyikan kenyataan pahit yang membuat Jek benar-benar marah.


Gadis yang Jek benci dan ingin Jek hancurkan ternyata adalah adiknya sendiri dari seorang ibu yang berbeda. Jek marah, kecewa dengan kenyataan ini dan yang benar-benar membuat Jek kecewa adalah sang mamah. Ternyata sang mamah sudah mengetahui semuanya sejak lama. Andai saja sang mamah tak pernah tahu Jek detik itu juga pasti akan menghajar ayahnya sendiri. Tetapi, ini mamahnya juga tahu dan ikul adil dalam menyembunyikannya membuat Jek tak bisa berbuat lebih. Jika Jek marah pada sang ayah berarti Jek juga marah dan kecewa pada sang mamah. Kenapa harus begini, kenapa?


Jek tak pernah menyangka kalau Queen rivalnya adalah adik tirinya sendiri. Pantas saja Queen tidak takut pada dirinya ternyata Queen sudah mengetahuinya sejak lama dan Queen pura-pura tak tahu.


Mengingat itu membuat Jek mengepalkan tangan dengan mata memerah.


Bruk...


"Oh, Jek mau kemana?"


Umpat Andi melihat Jek keluar dengan jalan sempoyongan bahkan sesekali terjatuh dan menabrak orang.


"Le.. lepas .., "


"Jek, loe mau kemana dalam keadaan seperti ini? "


"Di.. dia harus ma.. mati.., Se.. semu.. anya pe.. bohongggg, "


"M.me uhuk... uhuk... "


"Ya ampun Jek, "


Pekik Andi menepuk-nepuk punggung Jek yang muntah.


"Pe.. pem.. bohong.. uhuk..hiks.. mer ...re hiks.. "


"Sudah Jek, kita pulang?"


"Ti.. tidak ...,"


Bruk ....


"Ya ampun Jekkk! "


Pekik Andi lagi ketika Jek benar-benar tak sadar. Dengan susah Andi membopong Jek masuk mobil.


"Sebenarnya apa yang terjadi Jek, tak biasanya kamu mabuk. Kau begitu kacau dan menyedihkan, apa yang membuat kamu seperti ini, "


Monolog Andi menatap kasihan pada Jek yang seperti orang tertekan. Sekarang Andi harus membawa Jek kemana dengan keadaan seperti ini. Jika kerumahnya, Andi takut dirinya kena imbas kemarahan Ayah Jek. Andi tahu bagaimana marahnya ayah Jek, apalagi jika mengetahui keadaan Jek seperti ini bisa di penggal kepala Andi di tempat.


Dengan kebingungan Andi memutuskan membawa Jek ke rumahnya setidaknya Andi tidak akan kena marah.

__ADS_1


...----...


Queen mendengus kesal ketika tiba-tiba ada sang mamah membuat Adi, bocah laki-laki itu pergi.


"Ya Allah sayang kamu tidak apa-apa, mamah cemas sekali, "


Pekik Dinda menghampiri sang putri sambil memeluknya Bahkan Dinda bertubi-tubi mengecup seluruh wajah sang putri membuat Queen begitu risih apa lagi sekertaris sang mamah memerhatikannya bahkan sampai tersenyum membuat Queen menyerngit bingung. Pasalnya sekertaris mamahnya selalu berwajah datar.


"Mah, stopp ok."


Dinda langsung menghentikan perbuatannya. Dinda mengecup puncak kepala sang putri dengan sayang.


"Ayo pulang? "


Tidak mau! "


Bantah Queen langsung duduk, Queen merasa ada yang tidak beres. Kenapa sang mamah tahu kalau dirinya ada di taman. Jika sang mamah mengkewatirkan dirinya pasti dari kemaren sang mamah mencarinya bahkan ini sudah sore dan sang mamah baru datang.


"Sayang kenapa tak mau, Mam .., "


"Apa yang mamah sembunyikan?"


Potong Queen menatap sang mamah dalam mencari sesuatu yang membuat Queen benar-benar penasaran.


"Ap.., "


Sentak Queen memotong lagi ucapan sang mamah. Bahkan mata Queen sudah kembali berkaca-kaca membuat Dinda kalang kabut.


"Apa mamah tahu semuanya! kalau Biru yang menjaga Queen selama ini. Mamah tahu kalau Queen suka balapan. Mamah tahu siapa yang membawa Queen ke rumah sakit. Mamah juga tahu kalau pertemuan di taman itu bukan kebetulan. Mamah tahu semuanya iyakan! jawab mah, mamah tahu semuanya sehingga mamah tidak takut dengan apa yang Queen lakukan karena mamah tahu ada Biru yang menjaga Queen. Jawab Mah jawab hiks.., "


Ucap Queen sambil memegang tangan sang mamah dengn mata berkaca-kaca. Hati Queen sakit ketika sang mamah hanya mengangguk membuat Queen repleks melepaskan genggamannya meresa kecewa dengan apa yang sang mamah lakukan.


"Ja.. jadi mamah bersekongkol dengannya dan menyembunyikan ini. Apa mamah tahu Queen begitu rapuh menunggunya dan ma.., "


"Maafkan mamah sayang mamah bukan maksud menyembunyikan semua itu. Mamah terpaksa, semuanya dem ..,"


"Stop! mamah sama saja. Kalian semua jahat, tak ada yang mengerti.., kenapa kalian tak meninggalkan Queen saja sekalinnnn."


"Sayang.., "


Dinda memeluk sang putri erat melihat Queen mulai tak terkendali membuat Dinda takut akan kesehatan sang putri menurun.


"Hiks.. me.. mereka jahat mah. Kenapa me.. mereka seenaknya datang dan pergi dan tak ada satupun yang menjelaskan alasannya hiks.. kenapa?"


"Ja.. jawab mah, ke.. Kenapa Bi.. biru ninggalin Queen waktu itu?"

__ADS_1


Dinda tidak tahu harus menjelaskannya seperti apa. Semuanya terlalu rumit di jabarkan. Sekarang Queen ingatannya sudah kembali dan itu membuat Dinda takut.


"Ma.. mah ..., "


"Biru tidak bermaksud meninggalkan kamu, Nak."


Ucap Dinda menjeda ucapannya, Dinda harus mengatakan sejujurnya tentang Farhan. Supaya hubungan Queen dan Farhan tidak seperti hubungan dirinya dan sang suami.


"Waktu itu! Biru begitu panik mendengar kabar kalau kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan hingga tanpa sengaja meninggalkan kamu di taman sendirian. Bukan sendirian tetapi ada om Fandi waktu itu yang menjaga kamu. Kamu berlari mengejar Biru hingga tanpa kamu sadari ada mobil yang sengaja menabrak kamu, Nak."


Dinda menghela nafas dalam mengingat kejadian yang menyakitkan itu. Dimana tepat baru tiga hari Dinda bercerai dan harus mendapati kabar bahwa sang putri kecelakaan.


"Mah ..., "


Queen baru ingat kalau kejadian itu juga mengingatkan sang mamah pada rasa sakitnya membuat Queen merasa bersalah.


"Tidak, Nak. Mamah tidak pa-pa, kamu harus tahu semuanya! "


"Waktu itu Biru sangat terpukul atas kepergian ke dua orang tuanya dan kembali terpukul ketika mengetahui kamu kecelakaan sampai mengakibatkan kamu hilang ingatan dan itu membuat Biru sangat shok hingga terguncang jiwanya. Biru menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian itu bahkan Biru tidak berani menatap kamu karena menyalahkan dirinya sendiri yang membuat kamu kehilangan memori kamu. Andai saja Biru tak meninggalkan kamu mungkin kamu tak akan seperti ini dan tak akan meluoakan dirinya. Biru merasa kehilangan separuh nyawanya dan Biru harus kehilangan juga separuh hatinya yang hilang di memori kamu dan itu membuat jiwa Biru benar-benar terguncang. "


"Ke.. kenapa Bi.. Biru tak berusaha mengingatkan aku kem.. kembali? "


"Karena kamu dalam bahaya! "


"Ma.. maksudnya? "


Tanya Queen benar-benar tak mengirti tentang semuanya. Kenapa sangat membingungkan.


"Kecelakaan kamu dan kecelakaan kedua orang tua Biru itu di sengaja ingin kalian pergi dari kehidupan Biru. Supaya Biru depresi dan semua kekayaan Biru bisa jatuh ketangan Omnya. Tetapi, waktu itu walau Biru sempat depresi selama tiga tahun tapi tak bisa membuat om Biru mengambil hak warisnya karena membutuhkan sebuah stempel yang di buat khusus untuk mengesyahkan pengalihan harta itu,"


"Harta! Stempel! "


"Ya, stempel yang di rancang khusus berbentuk kalung yang Biru kasih pada kamu supaya kamu menjaganya,"


"Apa!!! "


"Om Biru mengetahui stempel itu ada di kamu mereka memburu kamu. Tetapi sayang kamu waktu itu hilang ingatan dan mereka tak bisa mendapat apa-apa hingg.., "


"Bi.. biru se.. sengaja tidak muncul karena ingin ak.. aku tetap ti.. tidak mengingatnya dan ak.. aku tetap aman .., "


Jantung Queen terpacu hebat ketika sang mamah mengangguk cepat dan itu benar-benar membuat Queen sakit dan sesak. Jadi selama ini hidup Queen dalam bahaya dan Queen baru tahu alasannya. Sungguh banyak rahasia yang Queen tidak tahu, dan itu sangat menyakitkan bagi Queen. Bahkan bukan hanya Queen yang jadi korban ternyata sang mamah juga sama.


"Ahhh..., Brengsekkkk ...,"


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa Like dan Vote ya...


Jangan tegang!!!!


__ADS_2