
Samuel menggertakan gigi-ginyanya sampai terdengar menyeramkan menatap tajam asistennya.
Sang asistrn hanya diam menunduk nerasa bahaya akan menghampirinya.
Bagaimana mungkin kabar itu bohong, siapa yang menjebakku. Oh sial, singa satu ini sebentar lagi menerkamku.
Batin sang asisten dengan keringat dingin bercucuran.
Bugh...
Tubuh sang asisten terpental ke dingding akibat tinjuan keras tuannya yang nampak murka menatapnya tajam.
"Kau MENGKHIANATIKU!!! "
Brak...
Tubuh sang asisiten sekali lagi terpental ke lemari di ujung sana sampai buku-buka yang tertata rapih menjadi berhamburan.
Samuel benar-benar marah karena merasa di bohongi oleh kaki kanannya sendiri. Bagiaman mungkin asistennya memberi kabar bahwa hari ini rapat para direksi di mana kemunculan Farhan akan mengambil alih semuanya. Tapi nyatanya berita itu hanya mengalihkan dirinya supaya Farhan bisa menerobos masuk ke markasnya di mana di sana ada dua tawanan yang akan menjadi ancaman besar bagi dirinya.
Di kantor masih baik-baik saja, bahkan tidak terjadi apa-apa terlihat memang seolah baik-baik saja.
Samuel benar-benar murka kali ini tak memberi ampun pada sang asisten yang sudah babak belur di tangannya bahkan ruangan kebesarannya hancur akan amukan Sam.
__ADS_1
Dan, semakin membuat Sam menggila ketika anak buahnya memberi tahu kalau markas di serang secara tiba-tiba dan Sam tak bisa mengandalkan anggota pembunuh bayarannya karena dia sedang menugaskan untuk memburu Murni dan Queen.
Jika sampai kedua tawanannya di temukan oleh Farhan maka rencana yang sudah puluhan tahun Sam susun akan berantakan sekejap mata dan Sam tak akan mendapat apa-apa jika tawanan itu angkat bicara.
Sam hanya bisa menunggu misi dari pembunuh bayaran. Apakah misinya berhasil atau tidak, karena kunci utamanya berada di Queen. Jika Sam mendapatkan liontin itu maka semua aset keluarga Al-biru akan jatuh ketangannya dan keponakan bodohnya tak bisa melawannya lagi.
Sam meninggalkan perusahaannya dengan aura yang begitu kelam membuat semua karyawan yang berpapasan dengannya menunduk ngeri. Bahkan para karyawan tak berani menatap bos macannya.
Bimo masih tergeletak di ruangan Sam dengan muka yang sudah bonyok.
"Sitt, sialan.., "
Umpat Bimo tertahan karena rasa nyeri di sekujur tubuhnya. Bimo mengelap darah yang keluar di hidung dan sudut bibirnya.
Bimo berusaha bangkit mencari ponselnya yang jatuh mengecek data. Lalu Bimo duduk di kursi kebesaran Sam, Bimo menggunakan leptop Sam guna mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Walau kepalanya pusing Bimo terus saja tetap pokus menggerakan sepuluh jarinya di atas keyboard memasukan beberapa kode untuk meretas. Hingga deretan angka dan hurup keluar begitu cepat membuat Bimo membelalakan matanya.
"Oh sial, ternyata memang benar. Kenapa aku bisa kecolongan!!! "
Umpat Bimo kesal, pasti ada yang sengaja mengadu domba dirinya supaya Sam murka dan terkecoh.
Sedangkan di sebuah ruangan rahasia masih tetap di perusahaan yang Sam pegang sekarang sedang mengadakan rapat penting di mana Fandi yang sedang memingpin karena masih menunggu Farhan datang.
__ADS_1
Strategi yang sudah di susun se rapih mungkin untuk mengecoh Sam supaya bingung langkah mana dulu yang harus dia ambil. Benar saja, ternyata rencana Farhan nyaris sempurna.
Sengaja memberi kabar bahwa dirinya akan ke kantor padahal Farhan menjalankan misinya di saat para penjaga markas lengah di saat itu pula pasti pikiran San sedang kacau dan tentu dia tidak akan pokus hingga meninggalkan kantor dan di saat Sam meninggalkan kantor maka Farhan akan datang.
"Oh sial siallll!!! "
Bimo terus menggeram kesal ketika Sam tak mengangkat telepon. Semua rencana menjadi berantakan karena Sam tak bisa mengontrol dirinya sendiri.
Bimo berlari menuju lantai Empat belas di mana di adakan rapat para direksi.
"Maaf, anda tidak di perbolehkan masuk! "
Ucap salah satu penjaga menghalangi jalan Bimo yang akan menerobos masuk.
"Hey, menyingkirlah saya berhak ada di dalam"
"Tapi maaf anda tidak di perbolehkan masuk! "
Dua penjaga langsung menyeret Bimo keluar dan itu membuat Bimo benar-benar kesal.
Bersambung....
Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1