
"Ayah aku begitu menyayangi dan mencintaimu,"
"Tapi kenapa kau sakiti hati ini, kau tanamkan kebencian dan kekecewaan tanpa henti di hati ini! "
Lilir Queen menatap sendu sang ayah yang terkujur kaku dengan beberapa alat medis menancap pada tubuh sang ayah.
"Apa ayah benar-benar tak mau melihat Queen, kenapa ayah sekejam ini. Apa salah Queen, Queen hanya ingin ayah selalu ada di samping Queen. Ayah bahkan membeda-bedakan anak ayah.., "
Queen terus saja berbicara pada sang ayah dengan hati sesak.
Karenan bujukan Farhan akhirnya Queen mau menjenguk sang ayah. Ucapan Farhan sungguh membuat Queen merinding dan tak mau ada penyesalan dalam dirinya.
Queen terus saja mengajak bicara sang ayah, walau Queen tahu tak akan ada jawaban yang menjawab semua keluhannya. Pada dasarnya karena yang mempunyai jawabannya adalah ayahnya sendiri yang tetap sama terdiam tanpa mau membuka matanya.
Cup...
Kecupan lembut Queen layangkan di punggung tangan sang ayah dengan air mata menetes. Sekeras apapun kekecewaan sang anak, Queen tetap menyayangi Angga sepenuh hatinya.
Queen tidak menampik itu pada kenyataannya memang benar.
Queen mungkin berkata tak peduli namun hatinya berkata iya, mungkin Queen berkata kecewa tapi nyatanya hati Queen merindu.
__ADS_1
Rindu yang tak bisa Queen jabarkan. Sosok ayah bagi anak perempuan adalah pahlawan terhebatnya. Tapi nyatanya Queen tak memilikinya dan itu membuat sosok Queen menjadi dingin tak tersentuh. Padahal pada dasarnya Queen hanya seorang wanita, di mana ada titi kemanjaannya. Halnya yang Queen tunjukan di hadapan Farhan. Walau sikap Queen dingin dan cuek tapi tingkah Queen berkata lain.
Tak ada kata lagi yang Queen ungkapkan selain,
"Aku merindukanmu, ayah. Apa ayah tak merindukan aku, cepatlah bangun aku memaafkanmu."
Cup...
Queen mengecup puncak kepala sang ayah dengan lembut sesudah meluapkan isi hatinya. Padahal Queen ingin marah, memaki dan meneriaki sang ayah tapi rasa sayang dan cinta membuat Queen tak mampuh melakukannya.
Sesudah mengatakan isi hatinya Queen langsung keluar dengan rasa yang berbeda. Seakan beban di pundaknya seketika menghilang.
Murni menatap berkaca-kaca karena Queen mau menjenguk Angga. Rasanya lidah Murni kelu, ingin berkata tapi apa yang harus Murni katakan. Sebagai ucapan terimakasih saja Murni tak mampu. Murni menatap punggung Queen yang menjauh dan menghilang masuk dalam lift.
Murni dan Jek langsung masuk kedalam ruang Angga. Seketika mata Murni dan Jek membola melihat layar monitor terdengar nyaring.
Jek seketika mengepal melihat keadaan sang ayah. Tadi terasa baik-baik saja kenapa setelah Queen menjenguk keadaan sang ayah di luar kendali.
"Jek, cepat panggil dokterr!"
Pekik Murni membuat Jek langsung berbegas keluar mencari dokter. Rasanya jantung Jek mau copot saja melihat keadaan sang ayah. Kalau terjadi apa-apa pada sang ayah orang pertama yang di salahkan adalah Queen. Karena Queen orang terakhir yang menjenguk Angga.
__ADS_1
Tak henti-hentinya Murni menangis di pelukan Jek ketika para dokter bergegas memeriksa.
"Jika sampai terjadi sesuatu pada Papa, Jek akan memburu Queen. Dia orang terakhir yang menemui papa, entah apa yang dia bicarakan sampai papa sekejang itu."
Murni hanya diam dengan tangisan tiada henti mendengar kegeraman Jek.
Sedangkan dokter di dalam sanah memeriksa keadaan Angga. Bagai mana mungkin ini terjadi padahal tadi masih biasa-biasa saja.
Dokter bisa bernafas lega karena keadaan Angga normal kembali. Sang dokter langsung keluar dengan wajah sulit di artikan.
"Dok, bagaimana keadaan suami saya? "
Tanya Murni cepat ketika melihat dokter keluar dari ruang suaminya.
"Maaf, apa tadi ada seseorang bernama Queen menjenguk?"
Bukannya menjawab sang dokter malah balik bertanya dan itu membuat prasangka buruk Jek semakin menguat. Jek mengepalkan kedua tangannya lalu pergi begitu saja.
Seketika Jek menghentikan langkahnya ketika mendengar kalimat dokter yang sungguh mengejutkannya.
"Bisakah anda memanggil Queen kembali, ini sungguh keajaiban. Sepertinya suami anda merespon ucapan orang yang bernama Queen dan itu bagus untuk pengaruh kesembuhan suami anda. Apa Queen orang spesial di hidup suami Anda. Sepertinya suami anda tadi kejang karena memaksakan diri untuk bangun dan ingin berbicara sesuatu. Saya sempat mendengar nama itu terus di sebut dengan kata maaf."
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa Like dan Vote.