
Akad nikah yang begitu sederhana sudah selesai dari satu jam yang lalu. Kini Alexa dan Daniel sudah sah menjadi suami istri di mata agama dan negara.
Nyatanya ucapan uncle Smith tak main-main, dia benar-benar menikahkan putri pertamanya pada sosok laki-laki yang awalnya uncle Smith ragukan. Kini, uncle Smith tak ada alasan lagi untuk meragukan Daniel.
Walau Farhan tak bisa lama-lama menyaksikan acara sakral saudara sepupunya. Tapi Farhan beru Saha ikut dalam acara ijab kobul. Walau Farhan harus menahan mati-matian rasa mual yang memporak-porandakan isi perutnya.
Queen yang melihat wajah sang suami memerah menahan mual. Langsung izin undur istirahat terlebih dahulu.
"Semuanya, Rora minta maaf, Rora harus membawa Biru istirahat?"
"Silahkan sayang, perlu mama bantu!"
Tawar mama Adelia langsung berdiri dari duduknya membantu sang menantu membawa Farhan.
"Terimakasih mah,"
"Sama-sama sayang, ya sudah mama ke bawah lagi!"
"Iya mah,"
Mama Adelia langsung keluar dan ikut bergabung lagi ngobrol dengan yang lain. Sedang pak penghulu dai tadi sudah pulang di antar oleh mang Danang.
Jika keluarga Al-biru sedang merasakan kebahagiaan atas pernikahan Alexa dan Daniel. Berbeda dengan Sam, yang terus menjerit kesakitan.
Bukankah itu balasan baginya karena sudah berbuat hal yang begitu keji. Bahkan, rasa sakit yang Sam rasakan belum bisa membayar rasa sakit yang dulu Farhan dan mama Adelia rasakan.
Sam terus menggedor-gedor kaca, namun itu hanya sia-sia. Karena tak ada satu orangpun yang menolongnya. Bahkan semakin Sam menjerit maka rasa sakit itu akan semakin menjadi.
walau sudah sekarat seperti itu, Sam tetap saja angkuh. Tak ada raut wajah penyesalan sama sekali. Yang ada di hatinya semakin dendam pada Al-biru. Sam tak menyangka kalau uncle Smith ikut juga dalam melindungi om Lukman. Pantas saja selama ini Sam tak bisa menemukan keberadaan om Lukman. Nyatanya uncle Smith yang melindungi mereka.
Atau jangan-jangan dulu yang membantu Farhan juga uncle Smith. Bodoh! kenapa Sam tak berpikir ke sana. Sam pikir, dulu papa Farhan dan uncle Smith benar-benar sudah menjadi musuh karena memperebutkan sebuah kekuasaan. Di mana papa Farhan dulu menginginkan perusahaan yang ada di Jerman bukan di Indonesia. Tapi, kakek Farhan malah memberikannya pada uncle Smith yang seharusnya anak pertama lah yang mendudukinya.
Karena pertengkaran itu, di situlah awal mula Sam memanfaatkan situasi. Di saat papa Farhan lengah dalam mengurus perusahaan. Di situ Sam bertindak cepat karena Sam merasa kecewa ayahnya tak memberikan hak waris sama sekali.
Walaupun Sam tahu, dia hanya anak pungut. Tapi bagi Sam dia berhak mendapatkan nya. Karena selama ini dia membantu banyak di perusahaan ketika papa Farhan jarang masuk kantor.
"Akhhh ... kalian semua Bedebah, Akan ku balas kalian!!!"
Jerit Sam sambil menahan sakit yang mencekik dirinya. Bahkan setiap jeritan yang Sam keluarkan nafasnya selalu tersengal. Seakan mencekik dirinya. Entah obat apa yang Daniel suntikan pada dirinya.
Obat itu, sejenis obat yang melumpuhkan setiap persendian. Dia akan terus menggerogoti ketika orang itu berusaha melawan. Obat itu mematikan secara perlahan, bahkan sulit di deteksi. Jika di bawa ke rumah sakit pun. Pasti pada dokter akan bilang bahwa itu penyakit sesak napas, paru-paru atau jantung.
Terima saja lah Sam, bukankah itu dulu yang kau tanam. Maka, itulah hasil yang kau tuai.
Esok hari ...
Uncle Smith sudah menyiapkan kepulangannya ke Jerman bersama istri dan anak bontotnya.
Alexa tak hentinya menangis tak mau di tinggalkan dan dia juga tak mau ikut jika Daniel tak ikut.
"Sudah sayang, jangan nangis. Sekarang sudah menjadi seorang istri. Malu loh di lihat banyak orang,"
Canda mommy Aielin memeluk putri pertamanya. Rasanya baru kemaren mommy Aielin melahirkan Alexa. Kini Alexa sepenuhnya sudah bukan miliknya lagi. Mommy Aielin berharap, pernikahan putrinya selalu di berkahi.
Daniel memeluk sang istri ketika uncle Smith, mommy Aielin dan Aielin masuk kebagian check-in.
Alexa menangis karena baru pertama kali dia jauh dengan kedua orang tuanya, selain liburan.
__ADS_1
"Sudah, jangan menangis lagi, pesawatnya sudah terbang. Kita pulang ya?"
Bujuk Daniel lembut, walau wajahnya nampak datar tapi dari intonasi suaranya begitu lembut.
Alexa hanya mengangguk saja. Daniel sesekali melirik pada Alexa yang masih menangis. Hingga Alexa tak sadar, bahwa Daniel tak membawanya pulang ke mansion Al-biru. Melainkan ke arah yang berbeda. Tapi, Alexa masih belum menyadarinya.
Bahkan ketika Daniel menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah yang cukup besar dengan desain eksterior.
"Ayo turun kita sudah sampai,"
Alexa menyambut uluran tangan Daniel, seketika langkah Alexa berhenti ketika menyadari sesuatu.
"Ini rumah siapa?"
"Rumah kita!"
Deg ...
Alexa terkejut bukan main. Benarkah ini rumah yang akan mereka tempati.
"Niel?"
"Aku selalu ingat dengan keinginan kamu, membangun rumah dengan gaya desain eksterior. Bahkan aku juga ingat isi rumah yang kamu inginkan!"
"Niel!"
Sungguh Alexa tak bisa berkata-kata, bagaimana bisa Daniel masih mengingatnya.
"Kenapa bengong, ayo buka?"
Alexa melihat setiap ruangan satu ke ruangan lain. Daniel hanya mengikutinya saja dari belakang sambil tersenyum melihat Alexa sedikit bisa melupakan rasa sedihnya.
Alexa benar-benar di buat kagum dengan desain setiap ruangan. Ini benar-benar nyata. Dulu Alexa hanya bermimpi tapi kini Daniel mewujudkan nya. Entah dari kapan Daniel membuatnya Alexa juga tidak tahu.
"Apa kamu menyukainya?"
Alexa berbalik menatap sang suami. Bukannya menjawab Alexa malah berjalan ke arah Daniel. Lalu Alexa berhenti tepat di hadapan Daniel.
"Aku menyukainya, ini sangat indah!"
"Benarkah!"
Alexa hanya mengangguk polos, dengan Daniel langsung menarik pinggang Alexa supaya merapat pada tubuhnya.
"Berikan aku imbalan karena sudah membuat kamu senang!"
"Aisssttt ... Perhitungan banget,"
"Harus, ayo cepat beri aku imbalan!"
Alexa nampa berpikir, imbalan apa yang harus dia berikan.
"Tutup mata kamu?"
"Kenapa harus di tutup!"
"Nurut aja kenapa!"
__ADS_1
Daniel langsung menutup matanya, Alexa tersenyum.
Perlahan Alexa berjinjit guna mensejajarkan tinggi badannya. Lalu Alexa menangkup wajah Daniel dan menariknya lembut.
Akhhhh ....
"Itu imbalannya ...."
Teriak Alexa tertawa puas sambil berlari ke lantai atas.
Daniel mengusap-usap hidung mancungnya yang Alexa gigit. Bukannya marah Daniel malah tersenyum seringai.
"Nakal ya,"
Gumam Daniel langsung mengejar Alexa ke lantai atas. Daniel mencari Alexa di setiap sudut lantai atas. Entah dimana Alexa bersembunyi.
"Lexa ..."
"Sayang!"
"Jahil ya, kalau ketemu aku hukum!"
Alexa hanya terkekeh mendengar teriakan suaminya. Mana tega Daniel menghukum dirinya.
Terakhir yang Daniel cari ke arah balkon, karena Daniel melihat pintunya terbuka.
Tapi, Danie tak menemukan siapa-siapa.
Grep ...
Alexa memeluk Daniel dari belakang membuat Daniel terkejut.
"Mana berani kamu menghukum aku!"
Ucap Alexa sambil membalikkan badan tinggi Daniel.
Cup ...
Entah bagaimana caranya Alexa langsung membungkam bibir sang suami dengan bibirnya.
Selanjutnya hanya mereka yang tahu, para reader jangan ngintip ya he.. he...
Bersambung...
Jangan lupa Like, Hadiah, Komen, dan Vote Terimakasih....
......................
Hay semuanya Author mau promo salah satu novel Author yang sudah terbit. Tapi, Author belum pernah update di NT.
Blur nya saja udah sekeren ini kan 🥰 yuk kepoin ceritanya. Untuk info lebih lanjut Wa author: 081384201371
Buruan jangan sampai kehabisan masa PO.
__ADS_1