Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 93 Pernikahan


__ADS_3

Hari dimana sejarah di mulai. Sejarah bagi Queen dan Farhan, yang akan mengikat satu sama lain dalam ikatan janji suci pernikahan.


Para tamu undangan satu persatu berdatangan memenuhi tempat yang sudah di sediakan. Dimana Farhan akan mengucapkan sebuah janji suci. Janji Farhan antara dirinya dan Tuhan.


Beberapa menit lagi, Queen akan sah menjadi istri seorang Farhan Al-biru.


Rasa deg-degan tentu Farhan rasakan,. begitupun dengan Queen yang nampak tegang dengan baju kebaya berwarna putih yang begitu anggun melekat di tubuh Queen.


Kecantikan yang selalu Queen tutupi dengan gaya tomboy. Kini Queen menjelma seperti seorang ratu. Sangat cantik, hingga kadar kecantikannya melebihi batas.


Entah apa reaksi Farhan nanti melihat kekasihnya sudah di sulap sedemikian rupa oleh pihak WO.


Queen mencengkram erat tangan sang mama, bahkan tak mau lepas sedikitpun.


Dinda tersenyum melihat kegugupan sang putri. Bahkan Dinda merasakan lewat genggaman Queen yang dingin.


Dinda tak menyangka, baru kemarin dia melahirkan seorang putri cantik dan sekarang Queen sudah tumbuh menjelma menjadi gadis cantik. Dan, sekarang akan menikah dan menempuh sebuah perjalanan yang begitu hebat.


Deg...


Jantung Queen semakin terpacu ketika mendengar setiap bait kata yang Farhan ucapkan dengan gagahnya.


Saya terima nikah dan kawinnya Queen Aurora Prayoga putri Angga Prayoga dengan maskawin uang Seribu satu dollar, tunai.


"Sah...."


Dinda memeluk Queen dengan haru, sekarang putrinya sudah menjadi milik orang lain.


"Selamat sayang, kamu sudah sah menjadi seorang istri,"


"Mah..."


Dinda mengusap air mata sang putri yang keluar. Hingga Murni datang memberi tahu saatnya Queen keluar.


Queen berjalan anggun dengan wajah yang begitu cantik sangat cantik hingga semua mata tertuju pada Queen yang di temana dua ibu ratu.

__ADS_1


Dinda berada di samping kanan sedang Murni berada di samping kiri Queen. Dua ibu mengantarkan putrinya untuk duduk di dekat Farhan.


Sedang Farhan, bukannya terpana tapi malah memerah menahan kekesalan. Kesal karena istrinya menjadi pusat perhatian. Ingin sekali Farhan mencongkel mata-mata keranjang yang berani menatap kagum sang istri.


Mama Adelia tersenyum geli melihat putranya terbakar jenggot melihat Queen yang begitu mempesona menjadi bahan tontonan. Mama Adelia jadi teringat akan suami tercintanya yang sama persis seperti Farhan.


"Kalian sudah sah menjadi suami istri. Maka, sang istri mangga cium tangan suaminya,"


Dari tadi Queen begitu gugup sampai tak berani mengangkat wajah. Pasangan ini benar-benar lucu.


Dengan Khidmah, Queen mencium punggung tangan Farhan. Tanpa di komando lagi, Farhan mengecup puncak kepala Queen dengan sangat lembut.


"Sayang, aku tak terima kecantikan kamu di tatap orang lain. Pokonya aku kan mengurung kamu,"


Rengek Farhan seperti bisikan di telinga Queen. Queen yang tadinya gugup sedikit bisa menetralkan detak jantungnya akan tingkah Farhan.


"Sekarang, silahkan kalian tanda tangani buku nikahnya,"


Pernikahan Farhan menjadi tranding topik karena di siarkan langsung. Bahkan keluarga Al-biru yang ada di Jerman hanya bisa menonton saja acaranya berlangsung. Karena aunty dan uncle nya tak bisa hadir. Hanya Alexa saja yang hadir sendirian, begitupun Aielin tak bisa hadir karena harus mengerjakan skripsi akhir.


"Terimakasih atas kepercayaan mama pada Biru. Doakan Biru, semoga Biru bisa menjadi suami yang baik untuk Queen. Biru akan mencintai dan menyayangi Queen sepenuh hati. Terimakasih karena mama sudah melahirkan putri cantik untuk mendampingi Biru,"


"Papa belum bisa menjadi papa yang Queen inginkan. Papa cuma memohon, jadilah suami yang dia inginkan. Berilah limpahan kasih sayang dan cinta yang tak pernah Queen dapat dari papa. Papa percaya kamu bisa menjaga dan melindungi Queen."


" Akan Biru lakukan apapun untuk kebahagiaanya. Terimakasih karena papa sudah memberikan putri papa pada Biru. Biru tak bisa berjanji, akan tetapi, Biru akan terus berusaha untuk membuat Queen bahagia."


"Jadilah istri yang baik nak, yang selalu turut akan ucapan suami. Ringankanlah beban di pundaknya. Semoga kamu selalu bahagia di setiap perjalanan hidup kalian. Dia mama akan selalu menyertai kamu,"


"Doakan Queen mah, semoga Queen bisa menjadi istri yang baik untuk Biru."


"Selamat sayang, sekarang kamu sudah menjadi seorang istri. Maafkan papa yang belum sempat membahagiakan kamu. Semoga Biru selalu membuat kamu bahagia, papa menyayangi kamu,"


"Terimakasih pah, Queen tak mengharapkan apa-apa dari ayah. Ayah ada untuk Queen itu sudah cukup mewakili kebahagiaan Queen,"


Angga memeluk Queen dengan sayang, mengecup lembut puncak kepalanya. Rasa penyesalan memang selalu di akhir. Dan, ketika Queen sudah menikah, Angga tak bisa ingin selalu bersama Queen.

__ADS_1


"Mama titip Biru pada kamu sayang, jaga Biru untuk mama. Dia adalah satu-satunya harta yang mama miliki. Jika ada sesuatu kekurangan di diri Biru, mohon maafkan."


"Queen akan menjaga Biru semampu yang Queen bisa. Doakan Queen mah, semoga Queen bisa menjadi istri baik untuk putra mama."


Acara sungkeman begitu mengharukan, bahkan banyak kata yang ingin Dinda dan Angga utarakan pada putrinya yang mereka lepas untuk Biru. Tapi, rasa itu tak mampu mereka utarakan lewat kata.


Dinda dan Angga berharap, putrinya akan selalu bahagia. Tak ada kesedihan dan kesepian. Berharap Farhan bisa membuat Queen tetap tersenyum. berharap Farhan bisa menebus waktu, kebahagiaan yang dulu tak Queen dapatkan dari kedua orang tuanya.


Semuanya sudah menjadi masa lalu, Dinda dan Angga hanya bisa menjadi saksi kebahagiaan putrinya bukan menjadi pelantara akan tawa, senyum dan bahagia Queen.


Para tamu undangan dari berbagai kalangan memberikan selamat pada pasangan pengantin baru itu.


Jek duduk di sebuah kursi antara kursi-kursi lain bersama sang istri.


Jek bahagia melihat kebahagiaan adiknya. Tapi, ada rasa sedih juga karena Jek tak bisa memberikan pesta mewah pada Melati.


Bukan Jek tak mau, tapi Melati sendiri yang tak mau.


"Bang, mereka memang serasi ya. Satu bak putri satunya lagi bak pangeran,"


"Iya dek, tapi di mata Abang kamu tetap yang paling cantikkk,"


"Idih mulai deh gombalnya.."


Jek dan Melati terkekeh sendiri. Berbeda dengan. Farhan. Dari tadi mukanya di tekuk dengan senyum kaku yang di paksakan.


Ingin sekali Farhan mengurung sang istri agar tak dilihat banyak orang.


Ketika Farhan kebakar jenggot, begitupun Queen. Jangan di tanya, sendari tadi juga Queen sangat kesal akan mata-mata para wanita yang menatap genit suaminya. Namun, Queen masih bisa mengendalikan kekesalannya.


*Kapan sih selesai acaranya! Ngapain juga Biru balas senyuman ibu-ibu itu. Ah... kesell...


Bersambung*....


Jangan Lupa Like,Hadiah, Komen, dan Vote

__ADS_1


Terimakasih....


__ADS_2