
Waktu terus berjalan,
Di sebuah rumah petak kecil milik dua bocah yatim piatu itu.
Leon yang kini ditemani Bayu, sang asisten kembali mengunjungi Alka dan Ahsa di rumahnya.
Seperti biasa, ia duduk di atas tikar lusuh di ruang tamu itu sambil menunggui Ahsa yang terlihat begitu lahap menyantap makanan dalam box yang Leon bawa, sedangkan Alka, ia duduk di depan pintu rumah sempit itu sambil sibuk menyemir sepatu mahal milik Leon.
Alka nampak beberapa kali melirik ke arah Leon.
"tuan......" ucap bocah sepuluh tahun itu.
Leon menoleh.
"hmm...." jawab laki laki itu.
"kenapa tuan diam saja dari tadi?" tanya Alka.
Leon tersenyum.
"aku tidak apa apa .." ucap Leon berbohong.
"iya....om brewok dari tadi kayak sedih gitu. Om sakit?" tanya Ahsa sambil mengunyah makanan di mulutnya.
"om nggak apa apa, sayang" ucap Leon.
"om.....jangan sakit....jaga kesehatan terus ya....ntar kalo om sakit nggak ada yang beliin mainan buat aku lagi ...." ucap Ahsa lagi.
Leon hanya tersenyum sambil membelai lembut rambut Ahsa.
Alka yang duduk di depan pintu meletakkan sepatu mahal Leon yang baru saja selesai di semir nya
"selesai tuan..." ucap Alka sambil menata berjejer dua pasang sepatu milik Leon dan Bayu.
"ya sudah, kamu makan dulu..." ucap Leon.
"iya tuan...." ucap Alka.
Bocah laki laki itu pun menuju dapur rumahnya,mencuci tangan lalu kemudian mulai menyantap makanan dalam box yang Leon belikan.
"tuan....." ucap Alka disela sela aktifitas makannya.
"terimakasih sudah baik sama kami...tiap hari dibeliin makan, dibeliin baju, mainan....jangan terlalu baik tuan, kami takut nggak bisa bales apa apa sama tuan...." ucap Alka.
Leon tersenyum.
"kalian cukup membalasnya dengan menjadi anak yang baik, dan selalu mendoakan orang tua kalian yang sudah meninggal..." ucap Leon.
"sebenarnya saya masih punya niatan untuk menyekolahkan kalian...." ucap Leon.
Alka mendongak.
__ADS_1
"nanti saja kalau Ahsa sudah waktu nya masuk SD tuan..." ucap Alka.
"kamu?" tanya Leon.
"kalau saya sekolah....siapa yang cari uang...?" ucap Alka lagi.
Leon menghela nafas panjang. Sudah beberapa kali Leon menawarkan untuk menyekolahkan dua bocah itu. Namun Alka selalu menolak. Jika boleh meminta, bocah sepuluh tahun itu hanya ingin Ahsa saja yang sekolah, nanti saat sudah waktunya masuk SD. Sedangkan untuk dirinya, biar saja ia bekerja untuk adiknya. Ia tak butuh pendidikan, ia hanya butuh uang agar bisa tetap makan.
Ia juga kadang menolak jika Leon terlalu sering membawakan nya dan Ahsa makanan atau hadiah. Bukan sombong atau sejenisnya. Bocah itu sudah di dewasa kan oleh keadaan. Ia tak mau terlalu banyak menerima pemberian dari orang lain. Ia takut tak bisa membalasnya atau mengembalikan nya jika suatu saat diminta kembali.
Alka seolah memiliki prinsip. Hidup yang merdeka adalah hidup dari hasil kerja sendiri, tak akan ada yang campur tangan, tak akan takut jika suatu saat ia mengecewakan lalu pemberian itu di ungkit ungkit lagi nantinya
Itulah sebabnya jika Leon datang membawa makanan ia selalu membalas nya dengan menyemir sepatu pria itu meskipun Leon sudah melarangnya. Ia tak mau menerima pemberian dari orang lain dengan cuma cuma.
...****************...
14:00
Leon dan Bayu sampai di sebuah panti asuhan tempat dimana bakti sosial akan di selenggarakan hari ini.
Sejumlah relawan yang turut serta dalam acara ini sebagian juga sudah datang. Suasana di panti pun juga terasa riuh. Anak anak panti nampak begitu bahagia. Sebagian juga nampak berbincang dengan sejumlah relawan disana.
Leon dan Bayu ikut berbaur dengan para relawan lainnya. Ia pun berjalan mendekati seorang pria tiga puluh lima tahunan yang menjadi penggagas acara bakti sosial hari ini.
"tuan Leon... selamat datang...." ucap pria bernama Rangga itu sambil mengulurkan tangannya.
Leon pun menyambut uluran tangan itu sambil tersenyum.
Lagi, Leon hanya tersenyum.Pria itu memang di kenal sangat irit bicara meskipun memiliki hari yang baik.
Leon masuk ke dalam panti. Di sebuah ruangan yang tak terlalu luas dimana sudah ada beberapa relawan di sana yang nampak duduk di atas tikar yang sudah digelar oleh pihak panti memenuhi ruangan yang akan menjadi tempat penyerahan beberapa bantuan dan santunan untuk pihak panti.
"assalamualaikum...." ucap Bayu saat hendak masuk ke dalam ruangan itu di ikuti Leon dibelakang.
"wa Alaikum salam...." jawab semua yang berada di ruangan tersebut.
Kedua pria itu masuk ke dalam ruangan tersebut,lalu berjongkok kemudian berjalan dengan posisi tersebut sambil berjabat tangan dengan beberapa orang yang ada di sana.
Kedua pria itupun lantas duduk di salah satu tempat disana, berbaur dengan para relawan lainnya.
Leon duduk bersila, ditemani Bayu yang setia di samping sebelah kanan pria tampan itu. Hingga.....
"tuan Leon..."
suara itu sukses menarik perhatian laki laki itu. Ia menoleh ke arah sumber suara di mana seorang laki laki nampak duduk tepat di samping sebelah kirinya.
.
.
.
__ADS_1
.
deeeeggghhhh.......
"kau....?" ucap laki laki itu saat menyadari bahwa kini duduk tepat disamping Sean, pria yang sempat ia lihat di mall sesaat sebelum ia menuju ke rumah Alka dan kemudian pergi ke panti ini.
Leon nampak kaget. Sedangkan Sean nampak tersenyum lembut. Leon menoleh ke arah samping Sean. Disana, wanita cantik yang semula juga menatap lekat wajah pria itu reflek langsung memalingkan wajahnya dan membuang pandangan ke segala arah saat melihat Leon yang menyadari keberadaan nya.
Itu Aleta..! wanita itu duduk di samping Sean sambil menggendong seorang bayi mungkin berusia dua tahunan. Bocah kecil berjenis kelamin laki laki itu nampak rewel di pangkuan Aleta.
Aleta berusaha untuk menenangkan bocah itu dengan sabarnya. Leon hanya diam memperhatikan wanita cantik tersebut sambil tersenyum.
Aleta tak berubah....ia masih sama seperti yang dulu. Sangat telaten,sabar dan penuh perhatian.
Si bocah terus menggeliat mulai emosi, mungkin udara di ruangan itu terasa begitu pengap baginya.
"mas....aku bawa Jason ke luar aja ya...." ucap Aleta pada Sean tanpa menengok ke arah Leon.
"kasih bibik aja..." jawab Sean.
"nggak apa apa ...aku keluar aja, ntar kalau udah diem aku kasih bibik..." ucap Aleta.
Sean hanya mengangguk pasrah. Wanita itu lantas melirik ke arah Leon sejenak lalu bangkit. Ia keluar dari ruangan itu sambil menggendong bocah kecil yang mulai menangis itu.
Seperginya Aleta. Sean menoleh ke arah Leon yang diam tak bergerak lalu tersenyum.
Leon hanya membalas senyuman itu simpul.
"kalau rewel kenapa tidak di kasih ke ibu pantinya saja...." ucap Leon pada Sean.
Sean tertawa ringan.
"dia putra saya tuan....." ucap Sean.
.
.
.
.
.
Deeeeggghhhh....!
...----------------...
***Selamat siang....
up 12:01
__ADS_1
yuk... dukungan dulu 🥰🥰😘***