
Leon diam tak bersuara.
Matanya mengembun menatap Aleta yang kini juga terlihat bingung mendengar penjelasan sang dokter tentang kehamilan nya yang baru berusia satu minggu itu.
Bagaimana bisa ia hamil, sedangkan lima tahun yang lalu saja dokter sudah mem vonis Leon susah memiliki keturunan. Meskipun itu bukan berarti sepenuhnya tidak bisa punya keturunan.
Dulu memang, saat awal awal Leon mengetahui tentang kesuburan nya, pria itu pernah mencoba memeriksa kan dirinya ke dokter. Dokter mengatakan apa yang Leon alami bisa di sembuhkan dengan beberapa metode pengobatan di barengi dengan pola hidup sehat yang harus Leon terapkan.
Namun kala itu Leon menolak untuk berobat. Toh juga untuk apa. Ia tak punya istri kala itu. Jadi menurutnya, pengobatan tak penting untuk dirinya. Ia lebih memilih untuk menjalankan pola hidup sehat. Lima tahun lamanya ia berhenti menyentuh Alkohol. Tak pernah masuk club. Olah raga ringan yang teratur. Tidur yang cukup. Semua Leon lakukan.
Sebenarnya ia tak pernah meminta untuk kembali menjadi pria subur dulunya. Meskipun ada sedikit rasa penyesalan dalam dirinya saat ia sudah bisa mempersunting Aleta. Ia menyesal dulu tak mengikuti saran dokter.
Setiap malam ia hanya bisa berdoa, semoga dengan pola hidup sehat yang Leon terapkan serta ikhtiar dan berbagai doa yang ia panjatkan dalam hatinya, Tuhan sudi memberikan keajaiban untuk ia dan Aleta. Menitipkan satu benih malaikat kecil dalam rahim Aleta.
Dan hari ini, Tuhan menjawab semuanya. Jika memang keajaiban itu datang, mungkinkah seperti ini bentuknya?
Aleta hamil. Dengan usia kurang lebih satu minggu. Meskipun kandungannya terbilang cukup lemah, namun itu tak bisa mengurangi rasa syukur dalam diri Leon dan Aleta. Wanita itu dan kandungan nya benar benar harus dijaga.
Leon diam tak bergerak. Bahkan kini saat dokter selesai dengan penjelasan nya dan pergi meninggalkan tempat itu Leon masih diam tak bersuara.
Aleta menoleh. Dilihatnya di sana Leon hanya diam termenung dengan sorot mata nanar nan sendu menatap lurus ke arah perut Aleta yang tertutup selimut itu.
"sayang," ucap Aleta sambil meraih telapak tangan Leon.
Leon tak bereaksi.
"kamu kenapa?"di tanya Aleta.
Leon tak bergerak. Sama sekali.
"sayaaaang..." ucap Aleta setengah merengek sambil menggoyang goyangkan lengan Leon. Leon masih tak bergerak. Kini pria itu nampak menatap sendu ke arah wajah istrinya. Entah apa yang dirasakan laki laki itu.
Aleta susah payah mencoba bangkit. Mengubah posisi tubuhnya dari rebahan kini menjadi duduk.
"sayang, kok diem aja?" tanya Aleta lagi.
Leon nampak mengembun, membuat ibu hamil yang sepertinya kini sedikit sensitif itu mulai berfikiran yang aneh aneh.
"kamu nggak mau nuduh aku yang macem macem kan? ini anak kamu..! aku hamil kamu bukan anak orang lain..!!" ucap Aleta dengan mata mengembun dan wajah yang terlihat sedih. Ia seolah takut jika Leon berfikir bahwa anak yang kini tumbuh di dalam perutnya itu adalah anak laki laki lain. Mengingat Leon pernah di vonis susah memiliki keturunan.
Leon tersenyum di sela sela air matanya yang mengembun. Di raihnya tubuh Aleta dan dipeluknya dengan erat. Aleta mendekap erat tubuh pria itu. Seolah tak mau melepaskan laki laki yang begitu sangat ia sayangi tersebut.
__ADS_1
"sayang, aku nggak selingkuh. Hiks.... ! ini anak kamu beneran, aku nggak bohong..!" ucap Aleta sambil sesenggukan. Tangan itu makin mendekap erat tubuh tegap sang Leon.
Leon tersenyum lagi. Kini bahkan hingga menampilkan barisan gigi giginya yang putih. Ia mengangguk sambil mengusap usap pucuk kepala Aleta.
"iya, iya, sayang. Aku tahu kamu nggak selingkuh" ucap Leon.
"ini anak kamu..!" ucap Aleta
"iya, ini anak kita. Tuhan mengabulkan doa kita..!" ucap Leon.
Aleta menjauhkan tubuhnya dari sang suami. Ia mendongak menatap wajah laki laki yang kini nampak menangis haru tersebut.
"kamu nggak mikir aku selingkuh kan?" tanya Aleta.
Leon terkekeh.
"ya enggak lah..! aku percaya sama kamu, Aleta. Aku yakin seratus persen sama kesetiaan kamu" ucap Leon pada wanita cantik tersebut.
Aleta tersenyum. Leon mengusap lelehan bening di pipi wanita itu lalu mengecup keningnya lembut. Di sentuh nya perut rata wanita tersayang nya itu.
"dia benar benar ada di dalam sini" ucap Leon.
Aleta mengangguk.
"Leon mengangguk. Air matanya kembali menetes namun wajahnya menyunggingkan senyuman lebar.
"Ahsa dan Alka akan punya adik. Mereka pasti seneng" ucap Aleta
"iya, keluarga kita akan semakin lengkap, sayang. Aku janji, aku akan jadi suami siaga, siap menjaga kamu dan anak anak kita. Mulai hari ini, nggak usah kerja dulu ya. Jangan capek capek.." ucap Leon
Aleta mengangguk sambil tersenyum manis.
Ceklek....
pintu ruang rawat inap terbuka...
Lala datang dengan sebuah kantong kresek putih bertuliskan nama sebuah restoran ternama di kota tersebut.
"permisi tuan, Aleta, ini makanan nya.." ucap Lala.
"oh, iya..." ucap Leon sambil tersenyum.
__ADS_1
Lala pun mendekat. Di serahkan nya kantong kresek putih itu kepada pria tampan suami Aleta tersebut.
"makasih ya, mbak" ucap Leon
"sama sama, tuan" ucap Lala.
"kalau begitu saya permisi dulu, tuan, Aleta.." ucap Lala.
Leon dan Aleta pun hanya mengangguk. Wanita yang merupakan manager Aleta itupun segera pergi dari ruangan tersebut, meninggalkan sepasang suami istri yang sebentar lagi akan dikaruniai seorang anak hasil pernikahan mereka itu.
Seperginya Lala,
Leon membuka box makanan yang Lala belikan.
"makan dulu ya.." ucap Leon.
"suapin..." ucap Aleta manja.
Leon hanya terkekeh. Ia pun lantas duduk di tepi ranjang, tangan nya tergerak mulai menyuapi wanita cantik yang sejak kemarin tak begitu memiliki naffsu makan tersebut.
Baru saja Leon hendak mendaratkan suapan pertama nya, tiba tiba....
ceklek....
pintu kamar rawat inap itu terbuka...
Leon dan Aleta reflek menoleh ke arah sumber suara.
Dilihatnya di sana, sepasang suami istri nampak masuk kedalam ruangan itu dengan sorot mata tajam.
.
.
.
"papa...!"
...----------------...
***Up 14:03
__ADS_1
maaf telat😁
yuk, dukungan dulu 🥰***