Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
73


__ADS_3

01:00 dini hari.....


Mobil mewah berwarna hitam itu sampai di sebuah tempat jual beli daging yang masih terlihat cukup ramai itu.


Dua orang pria beda usia berperawakan militer yang terlihat gagah berwibawa itu nampak turun dari kendaraan roda empat yang menjadi tumpangan nya .


Mata para penghuni wisma langsung terbelalak saat itu juga. Kedatangan dua pria tampan dengan tubuh yang menggoda membuat para wanita wanita berpenampilan super seksi itu bak cacing kepanasan. Suara suara menggoda mengalun merdu dari para wanita wanita penjaja kenikmatan semalam itu. Tak jarang tangan tangan mereka bergerak nakal menyentuh lengan, pundak bahkan wajah dua pria yang nampak celingukan mencari sosok Aleta dan ibunya.


"mas nya cari siapa?" tanya seorang wanita pada Sean.


Laki laki itu hanya tersenyum kaku tanpa menjawab.


"malem om....sini om....duduk sini aku temenin..." ucap seorang wanita muda sambil dengan beraninya bergelayut manja di lengan kekar Mario.


Mario tak bereaksi. Matanya menatap nanar satu persatu wanita yang mulai menatap naafsu ke arahnya dan juga Sean. Pakaian pakaian mengundang syahwat. Botol alkohol berserakan di mana. Para pria pria pencari jasa mereka nampak begitu kurang ajar menyentuh tubuh tubuh yang harusnya sangat berharga itu. Bahkan beberapa nampak teler di pangkuan sang wanita berpakaian mini itu.


Suara jeritan, hentakan antar kulit, des*han, saling bersahutan dari kamar kamar wisma yang memang tak kedap suara itu. Belum lagi suara musik yang diputar cukup kencang, membuat suasana makin tak karuan di telinga Mario.


Mario mengembun. Benarkah selama ini Sarah dan Aleta tinggal di tempat ini. Istri dan putrinya?


Jika benar, apa yang sebenarnya terjadi hingga sang lili putih bisa terdampar di tempat semacam ini? pasti bukan kemauan nya...! ia mengenal sang lili putih bukan hanya satu dua tahun...tapi sangat lama sejak mereka duduk di bangku SMA...!


Mario mengembun. Seolah tak percaya dengan apa yang ia lihat. Ia tertampar kenyataan yang begitu menyakitkan. Ia tak bisa membayangkan....apakah selama ini istri dan putrinya juga berlaku sama seperti wanita wanita yang kini mengerubungi nya?


Mario menoleh ke salah satu wanita yang kini nampak menggelayuti tangannya itu.


"nak...."ucap sang jenderal lembut dan tenang khas seorang ayah yang bijaksana.


Wanita muda yang mungkin berusia hampir sepantaran dengan Aleta itu nampak terdiam.


"boleh saya bertanya sesuatu..?" tanya Mario begitu tenang, seolah berhasil membuat sang wanita seketika itu juga menjadi tak enak hati untuk menggoda laki laki dewasa tersebut.


Sang wanita perlahan melepaskan tangannya dari lengan sang jenderal.


"mau tanya apa om?" tanya wanita itu.


Mario diam sejenak.


"apa kau mengenal Aleta? dan ibunya....Sarah...?" tanya Mario sangat tenang.


Wanita itu mengernyitkan dahinya.


"Aleta?"

__ADS_1


"iya nak..." ucap Mario.


"nggak tau om....Aleta udah lama nggak tinggal disini, sama ibunya juga udah lama nggak tinggal disini..." ucap sang wanita yang memang tak mengetahui kedatangan Sarah kemarin.


"tapi mereka pernah tinggal disini?" tanya Mario.


"iya....mereka emang tinggal disini....." ucap wanita itu.


"apa kau punya foto Sarah? ibunya Aleta?" tanya Mario lagi.


Wanita itu nampak berfikir sejenak. Lalu....


"ada om...bentar...." ucap wanita itu. Ia kemudian berjalan mendekati meja dan meraih ponselnya yang berada di sana. Ia menuju galeri foto lalu menunjukkan sebuah foto dimana ia tengah bersama Sarah dan beberapa rekannya yang lain. Dalam foto itu, Sarah hanya terlihat tersenyum lembut dan terlihat begitu cantik, meskipun pakaiannya memang sangat terbuka.


Mario sesak...!


Ya.....! ini lili putihnya...! tidak salah lagi...! ini adalah Sarah yang ia tinggalkan hampir dua puluh tahun yang lalu....!


Ia masih hidup ..! wanita itu masih hidup...sehat, bersama dengan buah hatinya...!


Laki laki itu mulai tak bisa menyembunyikan perasaannya yang berkecamuk. Ia meraih tubuh wanita muda itu dan menyentuh kedua lengannya.


"nak...apa kau tau dimana tempat tinggal Sarah dan Aleta sekarang?" tanya Mario tak sabar. Ia menggerak gerakan tubuh wanita itu membuat sang wanita jadi bingung sendiri.


Mario menoleh.


"ini istriku Sean..! Aleta adalah putriku....!! aku harus segera bertemu dengannya..!" ucap Mario mulai bersemangat. Senyuman berbalut tangisan terbentuk disana, di hiasi setetes air mata yang mulai jatuh membasahi pipinya yang sudah tak sekencang dulu lagi.


Sean mengangguk.


"iya jenderal...! saya paham... tapi anda harus tetap tenang..." ucap Sean.


Mario kembali menoleh ke arah sang wanita.


"bagaimana nak..? kau tau dimana Sarah dan Aleta?" tanya Mario lagi.


"sa...saya nggak tau om.." ucap wanita itu bingung.


"mungkin teman temanmu...ada yang tau? Aleta adalah putriku nak...dia anakku...! " ucap Mario lagi makin tak sabar.


Wanita itu kembali mengernyitkan dahinya.


"tolong mbak...mungkin mbak bisa menanyakan pada teman teman mbak, siapa tahu ada yang mengetahui dimana Bu Sarah dan Aleta saat ini?" ucap Sean.

__ADS_1


Wanita itu lantas mengubah posisi tubuhnya. Ia menatap ke arah teman temannya yang lain lalu bertepuk tangan seolah meminta perhatian dari para manusia yang ada di sana.


"wooooeeee......!! ada yang tau Aleta dimana nggak...? Aleta...! ada yang nyari Aleta nih...!!" ucap wanita itu setengah teriak.


"Aleta? dia kan udah kawwin..." ucap seorang wanita malam lainnya.


"iya....pasti di rumah suaminya lah....lagi bikin anak...mana suaminya ganteng banget lagi...." sahut rekannya yang lain


"kaya pula...." imbuh yang lain lagi


"enaaaakkkk.... mantaap..." tambah yang lain.


Suara suara sumbang yang justru makin tak jelas pun bersahutan. Mereka malah asyik membicarakan tentang suami Aleta yang begitu sempurna luar dalam.


Mario makin bingung. Hingga........


"permisi....mas...." ucap seorang wanita berambut pirang dengan bodi serba besar depan belakang yang tiba tiba datang mendekat. Ya .....itu Ayu....!


Mario menoleh...


"mas nyari Aleta?" tanya Ayu.


"iya....saya mencari Aleta? kamu tahu dimana dia?" tanya Mario seolah menemukan oase di tengah gurun.


"maaf....memangnya ada perlu apa ya mencari Aleta?" tanya Ayu penasaran.


"saya ingin memastikan sebuah kebenaran? apa kamu tau dimana dia? jika kamu tau, tolong beritahukan pada saya dimana mereka sekarang...saya akan memberikan imbalan yang sepadan untuk kamu...." ucap Mario menggebu gebu.


Ayu nampak diam. Ia memperhatikan sang jenderal dari atas sampai bawah dengan sorot mata menilai.


Siapa dia? jangan jangan mata mata Leon? pikir Ayu.


"mbak...." ucap Sean yang sedari tadi berdiri di belakang sang jenderal.


"kami bukan anak buah dari suami Aleta...kami datang ingin bertemu Aleta dan Ibu Sarah... untuk memastikan, apakah benar...Aleta dan ibu Sarah adalah anak dan istri tuan Mario yang terpisah sejak kurang lebih dua puluh tahun yang lalu?" ucap Sean menjelaskan.


"apa??!!" ucap Ayu kaget.


...----------------...


***Up 17:25


yuk... dukungan dulu 🥰😘😘***

__ADS_1


__ADS_2