
Hari berganti...
Saat mentari perlahan mulai naik memancarkan sinarnya...
Seorang laki laki dewasa yang hari ini memutuskan untuk tidak pergi ke kantornya itu nampak keluar dari dalam kamarnya.
Dengan setelah kemeja putih dan celana bahan Leon nampak berjalan menuruni tangga sambil menggulung lengan kemejanya hingga ke siku.
"papa..." ucap Alka dan Ahsa yang berpapasan dengan Leon di ujung tangga.
Leon tersenyum ke arah Alka yang nampak menenteng tas ranselnya dan Ahsa yang berdiri di samping sang kakak sambil membawa bonekanya.
Ya.... Alka baru saja selesai homeschooling, sedangkan Ahsa hanya mengikuti kegiatan sang kakak sambil memainkan boneka kesayangan nya.
"hai sayang... udah selesai belajar nya?" tanya Leon.
"udah pa....gurunya juga udah pulang" ucap Alka.
Leon tersenyum.
"papa mau kemana?" tanya Ahsa.
Leon tersenyum lagi.
"papa mau ke rumah kak Aleta..papa mau ketemu sama orang tuanya .." ucap Leon
"papa mau ngelamar kak Aleta ya?" tanya Ahsa dengan wajah.
"sok tau kamu Sa....kamu masih kecil, emang tau melamar itu apa?" tanya Alka.
"tau...! ngajakin nikah....! iya kan pa?" tanya Ahsa polos.
Leon hanya tersenyum sambil mengangguk.
"tuh kak bener....! tapi pa....kok nggak ada roti buaya nya? sama itu?yang ada terompet terompet nya itu apa ya....."
"marcing band...?!" tanya Alka.
"bukaaaann...!" ucap Ahsa sambil memukul ringan lengan sang kakak.
"aduh apa ya....aku lupa apa namanya" ucap Ahsa seolah sambil berfikir keras.
Leon hanya terkekeh mendengar ucapan sang putri.
"udah...nggak usah di bahas...papa mau pergi dulu, kalian di rumah baik baik, jangan nakal ya...." ucap Leon.
"iya pa...." jawab Alka.
Ahsa mendekat lalu memeluk satu paha sang ayah.
"papa....papa....." ucap Ahsa.
"ya sayang..."
"bawa kak Aleta kesini ya....aku pengen dia jadi mamaku....dia baik pa....aku suka..." ucap Ahsa.
Leon tersenyum. Di belainya pucuk kepala sang putri dengan lembut.
"iya sayang.....kamu doain papa ya ...semoga papa nya kak Aleta mau menerima papa..." ucap Leon.
__ADS_1
"pasti mau dong ...papaku kan orang baik" ucap Ahsa bangga.
Leon terkekeh mendengar ucapan sang putri yang begitu bersemangat. Di acak acak nya lembut pucuk kepala sang putri.
"dah....papa berangkat dulu ya...."
"iya pa...."
Kedua bocah itu lantas meraih punggung tangan Leon dan menciumnya sebagai tanda bakti.
"assalamualaikum" ucap Leon.
"wa alaikum salam" jawab kedua bocah itu. Leon pun berlalu pergi meninggalkan dua buah hatinya. Ia segera menuju mobilnya dan pergi meninggalkan rumahnya menuju kediaman pak jenderal untuk menemui kedua orang tua Aleta.
...****************...
Setengah jam perjalanan...
Mobil mewah Leon tiba di depan pintu gerbang rumah megah milik sang jenderal. Leon turun dari mobilnya, mendekati pagar besi tinggi yang nampak di jaga oleh seorang pengawal berseragam serba hitam itu.
"permisi..." ucap Leon sopan pada seorang penjaga.
"iya.... cari tuan?" tanya sang penjaga.
"saya mau ketemu pak jenderal, ada?" tanya Leon.
Penjaga rumah itu nampak mengamati penampilan Leon dari atas sampai bawah.
"ada....apa sudah buat janji sebelumnya, tuan?" tanya sang penjaga.
Leon baru saja hendak menjawab pertanyaan laki laki itu. Namun tiba tiba........"
"pak...!!"
Dilihatnya di sana Aleta nampak setengah berlari mendekati kedua pria itu tanpa menggunakan alas kaki.
Leon tersenyum melihat kedatangan sang pujaan hati.
"bukain aja pak.....dia tamu saya..." ucap Aleta.
"oh....baik non...." ucap sang penjaga rumah.
Laki laki itu kemudian dengan segera membuka pagar tinggi itu.
Leon masuk ke dalam mobilnya, lalu membawa kendaraan roda empatnya itu untuk masuk ke dalam area halaman luas rumah megah milik sang wanita idaman tersebut.
Leon turun dari mobilnya. Aleta sudah berdiri di samping mobil Leon, menyambut kedatangan sang calon suami, Insya Allah 🤭😁
"kamu ngapain?" tanya Leon yang kini sudah berdiri di hadapan Aleta yang tak beralas kaki.
Aleta tersenyum lucu.
"nungguin kamu" ucap Aleta.
Leon terkekeh. Di acak acaknya rambut panjang Aleta itu dengan gerakan ringan.
"kenapa kau jadi lebih lucu dari Ahsa?" ucap Leon gemas.
Aleta hanya tersenyum.
__ADS_1
"masuk yuk..." ucap Aleta.
"papamu di dalam..?" tanya Leon.
Aleta mengangguk.
"dia tau aku akan ke sini?" tanya Leon lagi.
Aleta mengangguk lagi.
"ya udah yuk...." ucap Leon.
Keduanya pun melangkahkan menuju pintu utama rumah itu.
Namun saat sudah berada di depan pintu,
tiba tiba....
"tunggu .." ucap Aleta menghentikan langkah Leon.
"ada apa?" tanya Leon.
Aleta menatap dalam wajah laki laki itu.
"aku boleh minta sesuatu nggak?" tanya Aleta.
"apa?" tanya Leon.
Aleta menatap dalam wajah berjambang itu.
"tolong....yakinkan papa.... tunjukkan kalau kamu bukan lagi Leon yang dulu...." ucap Aleta pada laki laki itu. Tergambar jelas dari wajahnya sebuah kecemasan.
Leon menatap intens wajah sang wanita.
"Aleta, aku datang kemari untuk meminta maaf dan meminta izin untuk kembali meminang mu....satu yang menjadi pedomanku saat ini. Aku ingin menunjukkan diriku yang sebenarnya, apa adanya saat ini tanpa ada yang di tutup tutupi atau pun ku lebih lebihkan..." ucap Leon.
Tangannya tergerak menyelipkan beberapa helai rambut panjang Aleta ke belakang telinga wanita itu.
"aku tau, apa yang dulu ku lakukan padamu pasti sangat melukai hati kedua orang tuamu....kau cukup mendoakan ku,sayang...semoga aku bisa meyakini orang tuamu, dan Tuhan membantuku untuk meluluhkan hati mereka yang sangat menyayangimu...sama seperti yang kau lakukan pada ku selama lima tahun kita berpisah...." ucap Leon membuat Aleta terdiam.
"semua berjalan atas kehendak Nya bukan?" tanya Leon lagi.
Aleta mengangguk dengan mata mengembun.
"kita berusaha dulu ya....sisanya biar tangan Tuhan yang bekerja.....begitu kan harusnya...?" ucap Leon lagi.
Aleta mengangguk lagi.
Leon meraih telapak tangan sang wanita lalu menggenggam nya erat.
"yuk...." ucapnya
Aleta mengangguk lagi.
Keduanya pun lantas membuka pintu utama rumah itu dan masuk ke dalamnya.
...----------------...
***Selamat pagi...
__ADS_1
up 05:34
yuk... dukungan dulu 🥰😘😘***