Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
65


__ADS_3

Hari berganti......


Tiga hari setelah aksi brutal yang Leon lakukan pada istrinya,


Sejak saat itu Leon selalu pulang subuh hari. Laki laki itu seolah kembali menjelma menjadi Leon yang dulu, yang kasar, yang bengis, suka main tangan. Membuat Aleta kini seolah dibuat remuk baik hati maupun fisiknya.


Seperti pagi ini,


Di dalam kamar mewah itu,


Dengan wajah yang nampak bengkak disana sini, Aleta berjalan terseok seok keluar dari kamar mandi rumahnya. Dilihatnya disana, diatas sebuah karpet bulu yang menjadi alas sebuah meja kaca di kamar megah itu, Leon nampak terkapar tak berdaya dengan beberapa botol miras di sampingnya.



Aleta mendekat. Ia memunguti satu per satu botol botol itu dan menyisihkan nya disamping sofa. Biasanya akan ada pelayang yang nantinya datang untuk membersihkan botol botol itu.


Aleta bersusah payah bersimpuh di samping sang suami. Tangannya tergerak menyentuh pundak kokoh yang kini tidur tengkurap dalam kondisi bertelanjang dada itu.


"tuan....sudah siang....anda tidak bekerja..?" tanya Aleta bak berbicara dengan atasannya. Ia berucap sambil menggoyang goyangkan tubuh suami nya itu.


Leon tak bergerak.


"tuan...." ucap Aleta lagi.


Leon mulai mengerjab ngerjabkan matanya. Ia berbalik badan kini terbaring dalam posisi terlentang.


Aleta bangkit. Tugas nya membangunkan sang suami sudah selesai. Ia kemudian bergegas menyiapkan pakaian kerja untuk laki laki itu.


Leon menatap wanita itu dengan sorot mata lelah,mungkin karena pengaruh alkohol yang di tenggak nya semalam.


Aleta tak peduli, selesai dengan tugasnya menyiapkan baju ganti untuk Leon, ia memilih untuk duduk di sisi ranjang dalam posisi membelakangi pria itu.


Leon, acuh...! kini keduanya sangat jarang bicara...! mereka lebih sering saling diam satu sama lain...!


Leon bangkit, dengan langkah yang sedikit sempoyongan ia memilih untuk masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya di sana.

__ADS_1


Aleta masih duduk di sisi ranjang, hingga....


tok......tok.......tok........


pintu kamar di ketuk dari luar. Aleta dengan wajah babak belur melangkah mendekati pintu kamar itu lalu membukanya.


"permisi nyonya, saya mau antar pakaian pakaian nyonya dan tuan yang sudah selesai saya cuci..." ucap seorang wanita paruh baya yang bekerja di rumah itu sebagai satu dari banyaknya pembantu rumah tangga disana.


Aleta tersenyum,


"biar saya aja bik...." ucap Aleta sambil mengambil alih tumpukan baju baju milik Leon dan dirinya itu.


"baik nyonya ...." jawab wanita itu sambil melirik singkat ke arah Aleta.


Wanita itu kemudian bergegas pergi, sedangkan Aleta kini segera menuju ruang ganti dan memasukkan baju baju pemberian sang bibik itu ke dalam lemari pakaian berukuran besar disana.


Satu demi satu Aleta masukkan dengan sangat telaten, hingga......


Wanita itu menghentikan pergerakan nya. Secarik kertas terselip di antara baju baju itu. Aleta mengambil kertas tersebut, lalu meletakkan baju baju lainnya ke tempat yang semestinya.


Ia kemudian membuka kertas yang terlipat itu lalu membaca tulisan nya.


"nyonya ....ibu Sarah menunggu anda di halaman belakang nanti jam tiga pagi....saya akan tunjukkan anda jalan keluar dari rumah ini....jangan sampai tuan tau nyonya....saya akan membantu membebaskan anda dan ibu anda dari tuan" bunyi tulisan itu.


Aleta dengan cepat meremas kertas itu. Dadanya tiba tiba bergetar. Seorang wanita kelas bawah yang hanya berprofesi sebagai pembantu bahkan sampai memiliki rasa iba untuk dirinya.


Bagaimana tidak....


Selama tiga hari setelah insiden murkanya Leon di toko bunga, hampir tiap hari suara tangisan, rintihan dan jeritan selalu Aleta perdengarkan. Siapa yang tak iba? apalagi sesama perempuan.


Aleta memasukkan kertas itu kedalam saku hot pants nya. Ia pun segera keluar dari ruang ganti itu dan kembali duduk di tepi ranjang sambil menunggu Leon selesai dengan mandinya.


...****************...


Siang menjelang.......

__ADS_1


Sebuah mobil mewah nampak di depan sebuah bangunan dua lantai bertuliskan Aleta Florist itu.


Seorang pria berperawakan gagah nampak turun dari dalam mobil ber warna hitam itu. Ia melepaskan kaca mata hitam yang membingkai netra coklatnya. Diamatinya bangunan itu


Bangunan dua lantai yang biasanya selalu menjual aneka bunga bunga indah itu kini nampak sepi. Tak ada aktifitas yang terlihat di sana.


Pasca insiden salah paham antara Leon, Aleta dan dirinya tiga hari lalu, Sean selalu menyambangi toko ini untuk melihat kondisi Aleta. Tapi nyatanya, selama tiga hari itu pula, tak pernah ada kabar tentang wanita malang itu.


Bagaimana nasib Aleta dan ibunya sekarang?


Apakah mereka baik baik saja? mengingat kejadian tiga hari yang lalu serasa begitu taj manusiawi di alami oleh Aleta. Leon terlihat begitu buas dan mengerikan.


Sean menghela nafas panjang. Sia sia ia kemari, Aleta sudah tidak ada di toko ini.


Sean kembali masuk ke dalam mobilnya. Ia lantas menyalakan mesin mobil itu. Pria yang berprofesi sebagai prajurit sekaligus ajudan sang jenderal itu nampak diam sejenak. Ia kemudian merogoh saku celananya, mengeluarkan sebuah kalung baja berlogo institusi yang menjadi tempatnya mengabdi itu.


Apa benar kalung ini punya Aleta?


Kenapa ada gambar lili putih di belakang nya?


Kenapa Aleta punya kalung semacam ini?


Apa dia sama seperti perempuan perempuan muda lainnya, pecinta pria pria berseragam loreng dan coklat?


Sean tersenyum lucu.


Ia kemudian mengalungkan kalung baja itu di spion dalam mobilnya, atau lebih tepatnya mobil sang jenderal yang kemana mana selalu di kemudikan nya. Ia akan meletakkan kalung itu di sana, sampai ia berjumpa dengan Aleta lagi dan menyerahkan nya pada wanita itu, pikir Sean.


Laki laki itupun segera melajukan mobilnya, membawanya mencari toko bunga terdekat untuk membeli dua belas tangkai lili putih sesuai perintah sang Jenderal.


...----------------...


***Selamat pagi.....


up 04:54

__ADS_1


yukk.... dukungan dulu 🥰😘😘😘***


__ADS_2