
...----------------...
Di dalam sebuah rumah sakit,
sepasang pria wanita itu nampak duduk terdiam, menunggu di sebuah kursi tunggu yang berada tepat di depan sebuah ruang IGD bangunan bertingkat tinggi itu.
Leon nampak menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi itu dengan raut wajah tak terbaca.
Aleta yang berada di samping Leon nampak menoleh ke arah pria itu. Wanita itu terus memberikan dukungan untuk pria tampan tersebut. Sejak tadi ia tak pernah beranjak dari samping Leon. Menemani laki laki yang mungkin tengah diliputi kekhawatiran itu dan terus mencoba memberikan semangat untuk sang calon suami.
Leon menatap nanar pintu IGD yang nampak di jaga dua orang polisi disana.
Setengah jam lebih dokter rumah sakit dan beberapa perawat lainnya berada di dalam ruangan itu guna memeriksa kondisi Renata, namun hingga kini mereka belum keluar juga.
Entah bagaimana perasaan Leon saat ini. Seburuk buruknya Renata, wanita itu tetap lah ibunya. Ibu yang melahirkan dan membesarkan kan nya meskipun sangat jarang ia mendapat kan kasih sayang dan pengajaran tulus seperti anak anak pada umum nya. Ia tahu, meminta restu Renata tak akan jauh lebih mudah dari mendapatkan kembali kepercayaan pak Jenderal.
Renata sangat membenci Aleta. Perjuangannya masih sangat panjang. Renata mungkin akan sangat sulit untuk menurunkan restunya pada Aleta.
ceklek....
pintu ruang IGD terbuka.
Leon dengan cepat bangkit mendekati pria berseragam dokter yang nampak keluar dari dalam ruang rawat inap itu.
"bagaimana keadaan mama saya dok,?" tanya Leon.
Dokter menghela nafas panjang.
"kondisi ibu anda sangat lemah, tuan. Penyakit jantung yang di deritanya sepertinya makin memburuk selama di sel. Asupan makanan, gizi, serta mungkin beban pikiran membuat kondisi ibu anda kian hari kian lemah. Saran saya, jangan terlalu di paksakan untuk membahas hal hal yang kiranya akan mengganggu pikiran ibu tuan. Takutnya, akan memperparah keadaan ibu anda.." ucap sang dokter.
Leon mengangguk.
"apa saya bisa menemuinya, dok?" tanya Leon.
"silahkan, tuan" ucap sang dokter.
"terima kasih, dok" ucap Leon.
Pria itu kemudian hendak masuk ke dalam ruang IGD, namun Aleta yang hanya diam tak mengikuti langkah sang calon suami. Entahlah....ia takut untuk ikut masuk. Ia takut Renata kembali murka dan menyebabkan masalah pada kesehatan wanita paruh baya itu.
Leon berbalik badan menatap Aleta.
"kenapa?" tanya Leon.
"aku tunggu disini aja ya," ucap Aleta.
"kenapa?" tanya Leon lagi.
__ADS_1
"aku takut mama kamu histeris lagi lihat aku" ucap Aleta.
Leon menggelengkan kepalanya.
"kita datang untuk meminta restu, sayang" ucap Leon.
Aleta nampak menunduk.
"yuk..." ucap Leon lagi.
Aleta nampak berfikir lagi. Ia menarik nafas panjang, kemudian mengangguk sambil tersenyum.
Leon membalas senyuman itu. Ia lantas menggandeng tangan Aleta masuk ke dalam ruangan tersebut dan mendekati sang ibu yang terbaring di ranjang pasien dengan alat bantu pernafasan menutup hidungnya.
Aleta mengehentikan langkahnya saat masih belum sampai di samping ranjang.
"kenapa?" tanya Leon lagi.
"aku disini aja.." ucap Aleta.
Leon menghela nafas panjang. Ia pun mengangguk mengerti.
Leon mendekati ibunya..
"ma...." ucap Leon pada Renata yang memalingkan wajahnya tak mau melihat putra dan calon menantu nya itu.
Renata masih bungkam
Aleta menunduk. Leon menoleh ke arah Aleta yang berada tak jauh di belakangnya.
Leon manarik nafas panjang.
"ma, aku datang kemari bersama calon istriku untuk meminta restu mama. Secepatnya kami akan kembali menikah..." ucap Leon namun tak di respon oleh Renata.
"kami ingin kembali memperbaiki hubungan kami. Kami butuh restu mama.." ucap Leon mencoba bicara baik baik pada sang ibu.
Renata menoleh pada Leon.
"kau minta izin pada mama? kamu pikir mama sudi punya menantu anak jalaang seperti dia?!" tanya Renata sadis.
Leon tersenyum.
"aku harap mama berhenti menyebut Aleta dengan sebutan itu..!" ucap Leon.
"sudahlah....pergi saja kau..! bawa wanita sialaan itu..! jangan tampakkan wajah kalian lagi di hadapan ku..! aku tidak butuh kalian..!! jika kau datang hanya untuk meminta restu ku..! lebih baik tidak usah kau kesini...!" ucap Renata angkuh.
"ma, cukup...!"
__ADS_1
"dengar ya Leon, mama tidak pernah sudi kamu menikah dengan wanita rendahan itu..! lebih baik kamu bebaskan mama dari sini dan mama akan carikan wanita yang jauh lebih pantas untuk kamu di bandingkan wanita itu...!"
"cukup..!"
"keluar kalian...!!" ucap Renata membentak kesal.
Leon menggelengkan kepalanya tak habis fikir dengan kerasnya hati sang ibu.
"keluar kalian....!!!!!!!!!” bentak Renata sambil memegangi dada nya lagi.
"pak..." ucap Aleta lirih. Renata menoleh, tapi tidak dengan Leon.
"kita keluar dulu aja..." ucap Aleta pada laki laki itu.
Leon nampak menarik nafas panjang dengan bibir menipis melihat sang ibu yang nampak memegangi dadanya.
"kami datang kemari baik baik. Kami hanya ingin meminta restu seorang ibu yang sebenarnya tidak terlalu pantas untuk dipanggil ibu..!" ucap Leon mulai kehabisan kesabaran.
"pak...udah.." ucap Aleta lirih seolah meminta Leon untuk tak meneruskan ucapannya.
"asal kau tahu, mama." ucap Leon dengan sorot mata dingin.
Pria itu lantas menunjuk ke arah Aleta.
" Wanita yang kau bilang rendahan ini bukanlah wanita sembarangan. Andai bukan karena titah ayah kandungnya yang memintaku untuk meminta restumu sebelum menikahi putrinya, maka aku tidak pernah mau datang kemari menemui mu bersamanya.."
"jika kau bilang kau tidak sudi punya menantu seperti dia, kau salah. Harusnya kau berterima kasih. Karena keluarga nya yang terhormat masih sudi memberi kesempatan untuk anak seorang napi seperti ku, menikahi putri keluarganya..." ucap Leon dengan sorot mata tajam ke arah Renata.
"andai kau tahu siapa wanita yang kau anggap hina ini, aku pastikan..aku akan sangat malu pernah berucap demikian pada wanita ini. Kau pasti akan bersimpuh memohon ampun padanya."
Renata nampak menyipitkan matanya.
"apa maksudmu?" tanya Renata.
Leon tak menjawab, ia sudah terlanjur jengkel dengan wanita itu.
Leon menoleh ke arah Aleta.
"kita pulang.." ucap Leon lalu menarik tangan wanita itu dan membawanya pergi dari tempat tersebut.
...----------------...
Selamat siang
up 12:55
yuk, dukungan dulu 🥰
__ADS_1