Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
127


__ADS_3

Aleta meletakkan tas selempang nya di atas meja nakas di sana. Ia lantas menuju ranjang kosong di samping ranjang pasien dan merebahkan tubuhnya di sana guna mengistirahatkan tubuh rampingnya yang terasa begitu lelah. Aleta menghembuskan nafas panjang. Ia perlahan mulai memejamkan matanya, namun tiba tiba.......


.


.


.


"papaaaa.....!!!" pekik Ahsa tiba tiba membuat Aleta yang sudah mulai memejamkan matanya pun seketika itu juga kembali membuka matanya dan bangkit.


"ada apa Sa?" tanya Alka yang juga kaget.


"papa....! tangan papa gerak kak....!" ucap Ahsa.


Aleta dengan segera bangkit dari posisi tidurnya. Di dekatinya bocah yang kini nampak berbinar itu.


"kak....tangan papa tadi gerak...!" ucap Ahsa pada Aleta.


Aleta menoleh ke arah pria itu.


"tuh kak ...gerak lagi....! papa udah bangun kak....!" ucap Ahsa sambil menunjuk ke arah jari jemari Leon yang nampak bergerak gerak lemah.


Aleta mendekati pria itu. Kelopak mata yang terpejam sejak empat hari terakhir itu nampak bergerak gerak. Perlahan netra itu mulai terbuka. Sorot matanya sayu, terlihat lemah. Seolah masih terasa begitu berat untuk melihat objek di sekeliling nya. Ahsa dan Alka nampak berbinar. Aleta nampak haru.

__ADS_1


"aku panggilin dokter ya kak...!" ucap Alka antusias.


Aleta mengangguk.


"aku ikut kak...!" ucap Ahsa tak mau kalah.


"ya udah ayok..!" ajak Alka.


Dua bocah itupun berlari keluar kamar untuk mencari dokter guna memeriksa kondisi sang papa. Sepanjang perjalanan sayuk sayuk terdengar suara Ahsa yang terlihat begitu bahagia mengucap 'papaku udah bangun...!' sambil meloncat loncat kegirangan. Seolah memperlihatkan betapa bocah itu sangat bahagia atas kemajuan yang Leon alami di sore hari ini.


Sementara di dalam ruangan,


netra sayu yang baru saja terbangun dari tidur panjangnya itu nampak menatap ke arah wanita yang kini terlihat menetes kan air matanya itu.


Leon menggerakkan sebelah tangannya hendak menyentuh wajah Aleta, namun wanita itu dengan segera menahannya.


"jangan banyak gerak dulu.." ucap Aleta sambil menyentuh lengan dan punggung tangan Leon.


Leon meremas tangan wanita itu dengan gerakan lemah. Matanya tak lepas menatap wajah ayu yang terlihat lelah itu dengan sorot mata sendu.


"terima...kasih..." ucap Leon lemah nyaris tak terdengar.


Aleta hanya mengangguk. Di usapnya pucuk kepala Leon dengan lembutnya. Leon nampak memejamkan matanya merasakan tubuhnya yang masih terasa lemah dan sakit di beberapa bagian.

__ADS_1


Aleta menarik kursi di samping ranjang pasien lalu mendudukkan tubuhnya di sana. Satu tangannya tak lepas menggenggam tangan Leon. Di usap usapnya punggung tangan pria itu dan sesekali menempelkan nya di pipi. Tak bisa di jelaskan lagi bagaimana rasa bahagia yang Aleta rasakan saat ini. Kekhawatiran nya akan kondisi Leon kini sirna sudah. Yang ada kini adalah rasa lega dan bahagia. Leon sadar dari tidur panjangnya. Ia berhasil melewati masa kritisnya.


Aleta meneteskan air matanya. Ia tak henti menggesek gesekkan punggung tangan itu ke pipi nya membuat air mata yang mengalir perlahan itu sebagian membasahi tangan berbulu tipis milik Leonardo Alfindo Ganada.


"Aleta....." ucap Leon lemah.


Aleta menegakkan posisi duduk nya. Di dekatkan nya wajah nya ke wajah Leon, seolah ingin memperjelas pendengaran nya mengingat kini Leon berucap dengan suara yang begitu lemah dan lirih.


"ya...." ucap Aleta.


Leon menatap sayu ke arah wanita yang nampak lebih kurus dari biasanya itu.


Tangan kekarnya tergerak perlahan mengusap setitik cairan bening di pipi Aleta...


"don't cry, baby..." ucap Leon lemah.


Aleta tersenyum di sela sela tangisnya. Di raihnya punggung tangan itu lalu kembali ia tempelkan di pipinya. Leon tersenyum lemah. Aleta tak henti mengucap syukur dalam hatinya. Laki laki pujaan hatinya kembali. Setidaknya ia tidak akan kehilangan laki laki itu untuk selama lamanya..


...----------------...


***Up nya dikit dulu ya..... lanjut nanti insya Allah 😁🤭🤭


yuk... dukungan dulu 🥰😘😘***

__ADS_1


__ADS_2