Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
71


__ADS_3

Siang menjelang,


Di sebuah PH, di ruangan luas milik seorang produser tersohor di negeri ini....


Pria yang di tuntut untuk tetap profesional dalam bekerja itu kembali merebahkan tubuhnya di kursi kerja itu.


Sorot matanya kosong menatap lurus ke depan. Ada beberapa meeting yang harus ia pimpin akhirnya di batalkan. Sedangkan sebagian di wakilkan oleh Fathur dan Tami sekalu asisten dan sekretaris nya.


Pekerjaan nya berantakan. Sang pria mapan seharian hanya melamun tanpa mengucap sepatah katapun sejak kepulangan nya dari wisma plus plus siang tadi.


Laki laki itu seolah kehilangan separuh nyawanya. Ia benar benar tak punya semangat hidup saat ini. Tak menemukan sosok Aleta di tempat yang seharusnya wanita itu kunjungi nyatanya benar benar membuat pria itu frustasi.


Ia tak tau kemana harus mencari Aleta. Bukankah Aleta tak punya keluarga selain Sarah ibunya? dan tempat tinggal mereka, hanya wisma itu saja bukan? tapi kenapa mereka tidak ada di sana?


Leon benar benar kacau. Hingga....


ceklek........


pintu ruangan terbuka tanpa diketuk. Seorang wanita paruh baya nampak masuk ke dalam ruangan itu dengan langkah nya yang anggun dan elegan.


"hai sayang..." ucap wanita itu.


80Leon tak bereaksi. Wanita itu, Renata, nampak berjalan mendekati sang putra lalu duduk di sebuah kursi di depan meja kerja pria yang kini hanya sibuk melamun itu.


"hmmmhhh....mama tadi niatnya kesini pengen ketemu kamu....nggak tau kenapa sejak beberapa hari terakhir ini mama ngerasa kangen banget sama kamu..." ucap Renata.


Leon tak bereaksi.


"dan ternyata tadi di lobby mama nggak sengaja ketemu sama asisten kamu...katanya hari ini kamu lagi kacau ...." ucap Renata sambil merebahkan tubuhnya di sandaran kursi dan menatap wajah putranya itu intens.


"wanita itu meninggalkan kamu?" tanya Renata.


Leon hanya melirik sejenak ke arah wanita itu, lalu kembali menatap nanar ke depan dengan sorot mata kosong.


"mama sudah menduganya..dia datang hanya karena tergiur uangmu saja...sama seperti jaalang jaalang lain di luar sana..." ucap Renata.


Wanita itu kemudian merogoh tas branded nya, lalu mengeluarkan sebuah ponsel, mengotak atik nya sebentar kemudian menunjukkan nya pada Leon.


"lihatlah....ini foto wanita itu bukan?" tanyanya sambil menunjukkan sebuah foto pada laki laki beristri dua itu.


"mama nggak sengaja, lihat dia waktu mama lagi beli makan....lihat deh....dia sama om om....laki laki yang usianya sangat jauh lebih tua dari kamu.." ucap Renata.


Leon melirik layar ponsel yang menyala itu. Ia menatap nya tajam. Sebuah foto yang memperlihatkan Aleta tengah berada di dalam sebuah restoran ayam, tengah berbincang dengan seorang pria paruh baya sambil menyunggingkan senyuman manis nya. Ia masih ingat laki laki dalam foto itu. Laki laki yang dulu pernah ia jumpai menjabat tangan Aleta cukup lama saat tengah berada di sebuah masjid.


Laki laki itu adalah atasan dari pria yang empat hari lalu ia pergoki sedang berduaan dengan Aleta di ruang tunggu toko bunga pemberian nya. Tapi Leon tak tau siapa nama dua pria itu.


Leon bergemuruh lagi...!

__ADS_1


Sifatnya yang memang emosional kini kembali meledak ledak...! Seperti nya memang benar...Aleta memang bermain api dengannya...!


Empat hari yang lalu, tepatnya saat Leon pergi meninggalkan kamarnya di malam hari, saat itu ia mengumpulkan para anak buahnya yang ia tugaskan untuk menjaga Aleta di toko bunga.


Menurut para anak buah. Tidak ada aktifitas mencurigakan dari pihak luar. Entah itu Renata, ataupun Mayang,istri pertamanya. Menurut kesaksian para anak buah, dua wanita itu tak pernah mengunjungi toko bunga.


Tapi,


aktifitas mencurigakan justru di tunjukkan oleh Aleta sendiri. Menurut kesaksian para anak buah, mereka sering melihat Aleta memasukkan laki laki ke dalam toko bunga itu. Mereka juga mengatakan Aleta sering keluar dari toko bunga dalam waktu yang lama dan kembali saat jam makan siang tiba. Para anak buah juga bersaksi, bahwa mereka pernah beberapa kali melihat Aleta pergi ke apotik.


Awalnya Leon tak percaya. Namun pada akhirnya rasa penasaran nya pun mulai bergejolak. Ia menggeledah tas Aleta saat malam hari ketika wanita itu tengah tertidur. Dan....benar saja, Leon menemukan beberapa strip pil KB di tas Aleta Sebagian bahkan sudah terbuka, pertanda sang pemilik benda tersebut sudah mengkonsumsi nya sebelumnya.


Leon mulai panas. Ia kemudian mencoba menggali lagi informasi dari para anak buahnya itu. Diam diam ia meminta Fathur untuk mencari rekaman cctv di dalam toko bunga itu. Namun ternyata menurut pengakuan Fathur, cctv di toko itu sudah tidak aktif lagi, mungkin sengaja di matikan selama kurun waktu dua bulan terakhir.


Leon makin murka. Berbagai pikiran berkecamuk dalam diri pria itu. Ia yang kalut pun pada hari itu segera menuju ke toko bunga Aleta, dan benar saja, Aleta bersama pria lain disana...!


Sempurna....!


Hati Leon hancur sehancur hancurnya...! ia sangat mempercayai wanita itu tapi nyatanya Aleta sama saja dengan Mayang..! ia berkhianat....! ia tak lebih dari anak wanita malam yang memang sudah di gariskan untuk mengikuti bakat ibunya..


Leon menjambak rambutnya sendiri kuat. Ia mengerang bak singa lapar. Sakit sekali menerima kenyataan bahwa lagi lagi ia dikhianati.


Laki laki itu rapuh..! ia hancur...! ia terpukul...!


Renata yang melihat penderitaan sang putra diam diam mengulum senyum. Dalam hatinya ia bersorak. Setelah ini, Leon pasti akan semakin membenci Aleta. Dan di saat itu, ia akan perlahan memasukkan Mayang kembali ke dalam kehidupan Leon dan menjadikan wanita itu obat atas kekecewaan Leon terhadap Aleta.


Ia berteriak teriak bak orang kesetanan. Laptop dibanting. Map map di atas meja ia lempar, disapu menggunakan tangannya. Kakinya, tangannya, semua bergerak menghantam apapun yang berada di hadapannya. Ia benci...! ia muak...! ia marah...! kenapa kisah cintanya tak pernah menemukan titik bahagia....??


...****************...


Sedangkan di tempat lain.....


Seorang pria paruh baya berseragam loreng nampak berjalan mondar mandir di depan sebuah toko bunga yang sudah tutup.


Niatnya hari ini ia ingin menemui Aleta di tempat usahanya tersebut. Sean sebenarnya sudah mengatakan para sang jenderal bahwa toko itu sudah tutup. Tapi sang jenderal seperti nya tak puas jika belum melihatnya secara langsung.


Kini, pria paruh baya berperawakan militer itu nampak berjalan mondar mandir sambil berfikir. Sedangkan telinganya kini fokus mendengarkan penuturan sang ajudan tentang peristiwa empat hari yang lalu, dimana Aleta di tampar dan di seret oleh laki laki yang ternyata suaminya itu akibat sebuah kesalahpahaman yang sebenarnya sangat sepele jika mau dibicarakan dengan baik baik.


Sang jenderal menghentikan langkahnya.


"suaminya menyebut Aleta anak jaalang?" tanya Mario setelah mendengarkan penuturan Sean


"betul jenderal.." ucap Sean.


"kau bertemu ibunya?" tanya Mario lagi.


"iya jenderal"

__ADS_1


"berapa usianya?" tanya Mario.


"mungkin hampir sepantaran dengan anda... wajahnya mirip seperti Aleta.." ucap Sean.


Mario mendekati ajudannya itu.


"kau pernah melihat foto pernikahan di kamarku bukan? apakah mirip dengan foto itu?" tanya Mario


Sean mengernyitkan dahinya.


"maksud jenderal?" tanya Sean.


"Sean....kalung baja ini....ini sama seperti kalung yang berikan untuk istriku sebelum aku berangkat bertugas hampir dua puluh tahun yang lalu..." ucap Mario sambil menunjuk kan kalung baja ditangannya


"Aleta sangat mirip dengan istriku....nama istri ku Sarah...! dan usia nya hanya terpaut dua tahun dariku...!" ucap Mario menggebu.


Sean yang memang baru beberapa tahun bekerja dengan Mario mencoba menangkap maksud ucapan jenderal nya itu.


"maksud jenderal? anda berfikir....ibu Sarah istri anda?"tanya Sean.


"iya....aku ingin memastikan nya...!" ucap Sean.


"tapi bukankah istri anda sudah.................."


"tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini Sean..! aku hanya ingin bertemu dengan Aleta dan ibunya. Jika memang mereka keluarga ku...maka itu adalah mukjizat yang paling besar dari Tuhan untuk ku...tapi jika mereka bukan anak dan istri ku...maka aku akan menolong mereka...aku yakin...mungkin mereka dalam bahaya sekarang...laki laki itu sepertinya bukan suami yang baik untuk Aleta..." ucap Mario.


Sean mengangguk.


"kita selidiki jenderal?" tanya Sean.


"ya...cari tau alamat rumah laki laki itu, atau pekerjaan dan kantornya....! sepertinya dia adalah laki laki yang memiliki jabatan jika dilihat dari penampilannya..." ucap Mario.


"siap jenderal..!"


"lakukan secepatnya...!jangan membuang buang waktu..!" ucap Mario kemudian berjalan menuju toko sebelah toko bunga Aleta.


Sean mengikuti langkah sang jenderal.


Apa yang akan Mario lakukan di toko itu..?


...----------------...


***Selamat sore....


up 15:21


yuk . dukungan dulu 🥰😘😘***

__ADS_1


__ADS_2