Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
181 #post ulang


__ADS_3

Di sebuah supermarket,


Wanita itu nampak berjalan malas mengikuti langkah si pria berkacamata yang terlihat asyik memilih berbagai snack yang terpajang di rak. Dilihatnya dihadapan nya,Bayu begitu sibuk memilih aneka jajanan itu lalu memasukkan nya ke dalam troli yang berada dalam kendali tangannya.


Wanda hanya mengikuti pria itu sambil sesekali mendengus kesal. Troli di tangan Bayu sudah penuh dengan makanan, tapi sepertinya asisten Leon itu masih enggan untuk menghentikan aktifitas berbelanja nya.


Wanda menghela nafas panjang.


"ini sebenarnya kamu mau beli berapa banyak sih? apa bos kamu nggak meledak perutnya kamu beliin makanan sebanyak itu?" tanya Wanda.


Bayu terkekeh.


"lah gimana? orang bos kamu juga yang minta di beliin segini banyaknya" ucap Bayu sambil kembali mendorong trolinya. Wanda hanya mengikuti dari belakang.


"namanya juga lagi ngidam. Orang kan kalau ngidam maunya pada aneh aneh. Makanya ngidam, biar ngerti gimana rasanya..!" ucap Bayu membuat Wanda tersenyum sinis.


"ngidam? bisa ngidam dari mana kalau suami aja nggak punya?" tanya Wanda sambil terus mengayunkan kakinya mengikuti langkah Bayu.


"ya nikah dong..! kan udah cukup umur. Apa nunggu aku nikahin?" tanya Bayu menggoda namun tak dibalas senyum oleh Wanda. Wanita itu justru memasang wajah sedihnya.


"harusnya setahun yang lalu udah nikah. Eh, malah batal" ucap Wanda dengan sorot mata menatap lurus ke depan.


Bayu menghentikan langkahnya, membuat Wanda yang mengikutinya pun juga ikut berhenti di buatnya.


"batal? batal gimana maksudnya?" tanya Bayu sambil memperhatikan wajah Wanda yang mendadak terlihat lesu.


Wanda menatap ke arah Bayu, lalu menyunggingkan sebuah senyuman yang terlihat getir membuat pria itu menjadi iba di buatnya.


"ya batal. Harusnya, aku udah jadi istri orang sekarang. Tapi gagal, calon suamiku nggak bisa menerima pekerjaanku. Dia minta aku untuk melepaskan pekerjaan ku yang sekarang. Padahal ini cita cita aku dari kecil" ucap Wanda sambil mencoba tersenyum namun sepertinya susah.


"lalu?" tanya Bayu.


"ya udah, nggak jadi. Kita nggak nemu jalan keluar. Nggak ada kecocokan. Jadinya ya udah, nggak bisa dipaksain juga kan?" ucap Wanda kemudian. Matanya terlihat mengembun. Seperti nya itu terlalu menyakitkan bagi wanita i


tersebut.


Bayu terdiam.


"maaf, udah bikin kamu sedih. Aku nggak tahu soal itu..." ucap Bayu.


Wanda tersenyum lagi. Mencoba menetralkan ekspresi nya agar tak terlihat tengah berduka.


"nggak apa apa. Udah lama juga, udah biasa kok" ucap Wanda.


Bayu hanya diam. Entahlah, sedih juga melihat wanita yang biasanya terlihat kuat itu kini nampak sedih.


"dah ah, nggak usah di bahas. Kita lanjutin belanja nya aja..." ucap Wanda kemudian. Bayu hanya mengangguk. Keduanya pun kembali melanjutkan aktifitas belanja mereka. Bayu sesekali nampak mengajak Wanda berbincang di selingi candaan candaan ringan. Niat hatinya hanya ingin menghibur wanita itu. Wanita yang selalu tampil tegas dan berwibawa khas seorang prajurit, tapi siang ini ia seolah melihat sisi lain dari seorang Wanda. Biar bagaimanapun juga, ia hanyalah seorang perempuan muda yang juga memiliki sisi kelembutan dan melankolis dalam dirinya.


****************


Sore menjelang,

__ADS_1


di tempat terpisah.


Sepasang suami istri itu tengah berada di dalam kamar bertema angkasa milik kedua buah hati mereka.


Leon nampak begitu sabar menemani sang putri yang tengah asyik mewarnai sebuah buku bergambar miliknya. Sedangkan si bumil berperut buncit itu, kini terlihat begitu manja tiduran di atas karpet bergambar itu dengan paha Leon sebagai bantalnya.


Tak jauh dari tempat mereka, si anak sulung, Alka, terlihat begitu serius. Berjalan mondar mandir mengelilingi kamar yang cukup luas itu sambil membawa buku pelajaran nya. Mulutnya terus berucap, menghafal materi materi pelajaran yang akan di ujikan oleh guru homeschooling nya besok.


Leon sesekali tersenyum melihat aksi sang putra. Alka benar benar anak yang rajin. Ia selalu bersungguh sungguh dalam hal dan kegiatan apapun. Ia selalu berusaha untuk mencapai hasil terbaik dalam setiap hal yang ia kerjakan.


"papa, papa, kalau yang ini warna apa?" tanya Ahsa menarik perhatian ayahnya.


Leon kembali menoleh ke arah sang putri. Dilihatnya disana Ahsa nampak menunjuk gambar pemandangan. Menyentuh bagian langit pada gambar yang sebagian belum diwarnai tersebut.


"biru dong. Langit kan warnanya biru.." ucap Leon.


"kalau mendung nggak biru, pa.." ucap Ahsa menjawab.


Aleta terkekeh mendengarnya. Begitupun Leon.


"ya kalau ini kan gambarnya nggak mendung, sayang. Kan nggak ada gambar hujan nya. Jadi warnanya biru..." ucap Leon.


"oohh....gitu..! oke deh..!" ucap Ahsa kemudian meraih krayon warna biru dan mulai mewarnai gambar langit itu.


Aleta mengubah posisinya. Ia membalik posisi tubuhnya. Masih dengan paha Leon yang ia gunakan sebagai bantal, wanita itu kini mengubah posisi tubuhnya. Tidur miring dengan wajah menghadap perut rata suaminya. Diletakkannya ponsel yang sedari tadi di pegang nya. Kepalanya mendusel masuk ke dalam perut itu membuat Leon pun sontak bereaksi.


"jangan di gesek gesek..!" ucap Leon pelan sambil menyentil ringan telinga Aleta. Kepala wanita itu bergerak gerak di bagian sensitif tertutup celana miliknya, membuat laki laki itupun sedikit merasa tersengat olehnya.


Saat keluarga bahagia itu tengah sibuk dengan aktifitas nya, tiba tiba...


tok....tok.....tok.....


Pintu kamar di ketuk dari luar...


"masuk..!" ucap sang Leon tanpa mengubah posisi duduknya.


ceklek...


pintu kamar terbuka,


seorang pria berkacamata datang dengan dua kantong kresek berisi makanan dan cemilan lainnya. Itu Bayu ..! ia datang dengan berbagai cemilan dan makanan pesanan Leon.


"woooaaaduuuhh....!! banyak banget...! apa itu, om..?" tanya Ahsa.


"jajan..!" ucap Bayu.


"aku mau...!!" ucap Ahsa kemudian bangkit dan membantu Bayu meletakkan kresek kresek itu di atas lantai kamar.


"tuan, ini camilan dan makanan yang tadi anda pesan" ucap Bayu.


"hmm..." jawab Leon tanpa menoleh. Ia masih sibuk membelai wajah sang istri dengan lembutnya. Sepertinya Aleta tertidur dalam pangkuan Leon. Wanita itu tak bergerak.

__ADS_1


Bayu masih berdiri di posisinya.


Cukup lama...


membuat Leon kini mendongak menatap ke arah asisten pribadi nya tersebut.


"ada apa kau masih disini?" tanya sang Leon.


"eeemmm....tuan. Apa besok tuan masuk kantor?" tanya Bayu.


"memangnya kenapa?" tanya Leon.


"begini, tuan. Saya punya inisiatif, nyonya kan sekarang sedang hamil. Pasti secara tidak langsung anda akan sedikit kerepotan dengan berbagai permintaan ngidam nyonya. Untuk menghemat tenaga anda, bagaimana kalau mulai besok, setiap pagi dan sore saya antar dan jemput tuan? biar sedikit terbantu dan tuan tidak terlalu lelah. Bagaimana, tuan?" tanya Bayu menawarkan diri.


Leon menatap sinis ke arah Bayu. Di perhatikan nya pria itu dari atas sampai bawah lalu berdecih.


"terserah kau saja..! aku tahu isi otakmu..!" ucap Leon seolah sudah tahu apa maksud dan tujuan Bayu menawarkan jasa antar jemput tersebut.


"lakukan apa yang ingin kau lakukan. Asal itu tidak menggangu pekerjaan mu..! ingat, aku tidak suka jika hanya gara gara mengejar wanita kau jadi lalai akan tanggung jawab mu..! pekerjaan mu tetap yang utama, Bayu..!" ucap Leon.


"siap, tuan..! anda tenang saja. Saya bisa mengatur waktu saya..!" ucap Bayu berbinar.


"hmmm.." jawab Leon lagi.


"baiklah, kalau begitu saya permisi dulu, tuan. Mari" ucap Bayu kemudian. Leon hanya mengangguk tanpa bersuara.


Pria berkacamata tersebut pun segera pergi dari tempat itu dengan raut bahagia. Jalan untuk mendekati Wanda kian hari kian mulus. Terlebih lagi Leon begitu pengertian dan seolah mendukung misi Bayu untuk mendekati anak buah pak jenderal itu.


Sejauh ini jalannya sangat mulus. Wanda juga mulai bisa sedikit akrab dengan pria itu hari ini. Bayu pun dibuat makin bersemangat karena nya. Ia makin percaya diri untuk terus mendekati wanita cantik berlesung pipit tersebut.


...----------------...


Selamat sore,


up 16:33


yuk, dukungan dulu...


rekomendasi nih, udah pernah di up nih, yang belum mampir mungkin kali ini mau mampir😁😁😁


🍓 *Makmum Untuk Sang Pendosa 🍓


*Jika ada yang bilang....


Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan,Tuhan menciptakan wanita dari tulang rusuk sebelah kiri prianya...maka mungkinkah wanita se sempurnamu adalah tulang rusuk pendosa sepertiku?


Jika ada yang bilang...


Pasangan kita adalah cerminan diri kita,maka mungkinkah jika wanita solehah layaknya bidadari syurga sepertimu bersanding dengan pria ahli neraka sepertiku?


Aku mencintaimu...tapi aku tau aku bukan calon pemimpin yang baik untukmu.Aku hanya berharap....semoga Tuhan memberikan kesempatan pada pendosa seperti ku untuk bisa dekat denganmu,membuktikan keseriusanku bahwa aku ingin menjadikanmu makmumku*.

__ADS_1



__ADS_2