Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
110


__ADS_3

Sore menjelang....


Pria yang kini mempunyai dua putra putri angkat itu nampak turun dari mobil mewahnya. Dengan dua kotak pizza di tangan, Leon memasuki rumah mewah miliknya itu dengan langkah tenang.


ceklek .......


pintu rumah utama terbuka.....


"papaaaaa.....!!!"


dua bocah yang sejak tadi menunggu kedatangan Leon di ruang tamu rumah megah itupun dengan cepat berlari menghampiri pria tersebut.


Ahsa dan Alka berlari memeluk sang papa. Mendekap tubuh itu dengan eratnya seolah tengah melepas rindu yang begitu membuncah setelah seharian tak bertemu.


Alka meraih punggung tangan laki laki itu lalu menciumnya. Hal yang sama pun dilakukan juga oleh si kecil Ahsa.


Leon tersenyum menerima sambutan manis dari kedua buah hatinya itu.


"kalian nungguin papa?" tanya Leon.


"iya pa....kita udah mandi....udah bersih....trus dari tadi duduk di sini nungguin papa pulang...." ucap Ahsa.


"kita tadi juga udah beresin kamar kita ya Ahsa?" ucap Alka.


"iya ....." jawab Ahsa bangga.


Leon tersenyum lebar.


"anak anak papa emang pinter pinter...." ucap Leon sambil mengusap pucuk kepala dua bocah itu.


"oh iya....papa bawain sesuatu buat kalian...." ucap Leon sambil mengangkat dua kotak pizza di tangan nya.


"itu apa pa?" tanya Ahsa tak mengerti.


Leon lantas menuju sofa ruang tamunya di ikuti Ahsa dan Alka di belakangnya. Di bukanya pizza itu satu kotak membuat Ahsa dan Alka berbinar.


"woooooooaaaaaaaaahhhhh......" ucap keduanya.


"kalian pernah makan ini?" tanya Leon.


Kedua bocah itu menggelengkan kepalanya tanpa memalingkan wajahnya dari makanan lezat berbentuk lingkaran yang telah dipotong potong itu.


"ya udah ...ini buat kalian semua...abisin...." ucap Leon.


Ahsa dan Alka bersorak. Dengan segera kedua kakak beradik itu melahap makanan itu dengan riang nya.


"enak kak...." ucap Ahsa sambil mulutnya terus mengunyah.


"iya ...enak....! ini makanan orang kaya Sa..."


"iya....papa kita kan kaya....." ucap Ahsa membuat Alka dan Leon terkekeh.

__ADS_1


Melihat dua bocah itu tersenyum bahagia nyatanya berhasil menjadikan obat penawar lelah untuk duda itu. Kedua bocah itu berhasil memberikan warna tersendiri untuk kehidupan Leon yang terasa sepi selama lima tahun terakhir ini.


Leon merebahkan tubuhnya di sandaran sofa, lalu mengeluarkan sebuah ponsel dari saku celananya.


"papa capek ya?" tanya Ahsa.


Leon tersenyum.


"enggak kok..." jawab Leon.


"nanti Ahsa sama kakak pijitin ya....tapi Ahsa abisin ini dulu ..." ucap Ahsa.


"iya, sayang.... abisin dulu...." ucap Leon


Kedua bocah itu kembali melahap makanan di hadapannya.


Leon mengotak atik ponselnya sejenak. Lalu....


"Alka...." ucap Leon.


"ya pa...."


"kamu mau homeschooling nggak?" tanya Leon.


Alka menoleh.


"apa itu pa?"


Alka nampak berfikir sejenak


"gimana?" tanya Leon lagi.


Alka menoleh.


"terserah papa aja ..." ucap Alka.


Leon tersenyum.


"lusa kita mulai ya....gurunya akan datang ke rumah ini buat ngajarin kamu...." ucap Leon.


"iya pa...."


"aku gimana pa?" tanya Ahsa lagi yang kini masih sibuk mengunyah sejak tadi.


"Ahsa mau sekolah juga?" tanya Leon.


"mau pa....!" tanya Ahsa.


Leon nampak berfikir sejenak.


"nanti papa carikan sekolah yang bagus buat kamu ya...." ucap Leon.

__ADS_1


Ahsa mengangguk lagi. Ia pun kembali melahap makanan nya dengan riang.


...****************...


Sementara itu..


Beberapa jam kemudian di tempat terpisah.....


Di sebuah meja makan di kediaman Jenderal Mario...


Keluarga kecil itu tengah berkumpul di meja persegi panjang itu untuk makan malam. Dengan berbagai hidangan yang tersaji di atas meja itu, ketiga manusia yang terikat hubungan keluarga itu nampak sibuk dengan piring mereka masing masing.


"Al...." ucap Mario.


"ya pa...." jawab Aleta sambil mengunyah.


"besok kamu manggung ya...?" tanya Mario.


"iya...emang kenapa?" tanya Aleta.


"besok ada anak buah papa kesini, dia yang akan mengantar dan menemani kamu selama manggung besok..."


uuuuhhhukkkkk....


Aleta yang mendengar ucapan sang papa nampak kaget hingga tersedak. Diraihnya satu gelas air putih di sana dan di tenggak nya.


"maksud papa?" tanya Aleta.


Mario tersenyum simpul.


"namanya Bobby...usianya dua puluh lima tahun, hanya terpaut satu tahun dari kamu...kalian coba aja dulu jalan berdua besok....siapa tau cocok.." ucap Mario santai sambil kembali menyantap makanan nya.


Sarah hanya diam mengamati anak dan suaminya bergantian.


"ih papa apa apaan sih....? kan aku udah bilang aku nggak mau kayak gini...! aku nggak mau di jodoh jodohin papa....!!" ucap Aleta protes.


"papa nggak jodoh jodohin nak....papa cuma pengen kalian kenalan aja...jalan berdua aja sehari....dia anaknya baik kok...disiplin..." ucap Mario.


"ck....!!" ucap Aleta berdecak kesal.


"udah...abisin makanannya....nggak usah ngambek...jelek loh...." ucap Mario sambil tersenyum.


"papa nggak seru ah...!"ucap Aleta kesal dengan wajah cemberut.


Merekapun melanjutkan aktifitas makan malam mereka sambil mengobrol santai.


...----------------...


***Up 05:42


yuk.....dukungan dulu....🥰🥰🥰🥰***

__ADS_1


__ADS_2