Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
93


__ADS_3

NB: mengandung adegan kekerasan...!


bukan novel untuk anak anak...! mohon bijak dalam memilih bacaan sesuai usia...!


TIDAK UNTUK DI TIRU....‼️‼️


.....


Mayang menajamkan sorot matanya. Ia menggelengkan kepalanya samar mendengar permintaan pria gila itu.


"mimpi kau....! aku menantikan saat saat ini enam tahun lamanya...dan sekarang seenaknya kau memintaku menceraikan Leon? kau pikir kau siapa...?!!" ucap Mayang murka.


Fathur tertawa lagi. Ia kemudian bangkit dan berdiri membelakangi wanita itu.


"kau pikir aku peduli?" tanya Fathur angkuh.


Mayang bangkit dari posisinya.


"baru beberapa hari saja kau mendapat kan perhatian laki laki itu, kau sudah tak pernah lagi menemuiku, apalagi jika kau punya anak darinya?kau pasti akan semakin tidak mengenaliku....!" ucap Fathur.


"tapi ini kan sudah kesepakatan kita? kau setuju membantuku...! dan jika aku berhasil mendapatkan Leon kita akan masih tetap berhubungan di belakang nya...! itu kan kesepakatan nya...?!" ucap Mayang.


Fathur berbalik badan, kini menatap Mayang.


"ya.....tapi sekarang aku berubah pikiran...." ucap pria tersebut.


"aku mau kau seutuhnya....!" ucap Fathur lagi


"mimpi kau....!" ucap Mayang kesal.


Fathur berbalik badan lagi membelakangi Mayang.


"aku punya dua pilihan untukmu sayang..." ucap Fathur menggantung


"ceraikan suami mu, atau ku bongkar semua kebusukan mu di belakang dia selama ini...!" ucap Fathur memberikan pilihan.


"gila kau....!" ucap Mayang. Wanita itu mulai kesal.Ia nampak mengedarkan pandangannya mencari cari sesuatu yang kiranya bisa ia gunakan sebagai senjata.


Fathur tertawa lebar.


"ya....gila...! aku memang gila...!! aku gila karena kau....! karena kenyataannya kau hanya mengangap ku sebagai hiburanmu....! kau wanita dengan sejuta kebohongan...! kau hanya memanfaatkan ku untuk mendapatkan laki laki itu, lalu membuang ku setelah apa yang kau inginkan tercapai....! kau memang wanita ular, Mayang....!" ucap Fathur tanpa menoleh.


Mayang tak menjawab.


"jadi bagaimana? kapan kau akan menceraikan suamimu?" tanya Fathur masih dalam posisi membelakangi Mayang.


Dan dibelakang nya, Mayang menatap bengis ke arah Fathur dengan sorot mata tajam dan..............


sebuah balok kayu di tangan Mayang...!


Ya.... Mayang diam diam mengambil sebuah balok kayu dengan beberapa paku yang tertancap di ujungnya. Kayu itu tergeletak tak jauh dari tempatnya terlempar tadi dan Mayang pun diam diam mengambilnya untuk senjata.


Dada Mayang bergemuruh naik turun. Ia menatap bengis punggung kokoh pria yang berkali kali mencumbunya itu.


"sampai matipun, aku tidak akan pernah menceraikan suamiku...! jika kau masih berusaha memisahkan ku dengan dia....maka lebih baik jika mati saja Fathur.....aaaaakkkhhh.....!!!!"


.


.


.


buuuuuggghhhh.........!!


Mayang menghantam kepala Fathur dari belakang dengan sekuat tenaganya. Laki laki yang baru saja hendak berbalik badan itu mengalami luka di pelipis kirinya. Ia yang tak menyadari pergerakan Mayang itu tak sempat mengelak. Alhasil, kini kayu ber paku itu pun berhasil melukai kepalanya. Fathur tersungkur di lantai bangunan lusuh itu dengan kepala bersimbah darah.


Belum puas, takut Fathur kembali bangkit dan menyakitinya, Mayang pun kembali mengayunkan balok kayunya. Memukuli kepala dan tubuh Fathur yang sudah tergolek di lantai berkali kali hingga laki laki itu tak bergerak


braaaaaakkkk......


Mayang melempar balok kayu tersebut.

__ADS_1


Darah mengalir di lantai. Tangannya pun juga terkena darah. Fathur diam tak bergerak di bawahnya. Mayang ketakutan.


”Fathur....!" ucap Mayang memanggil nama laki laki itu.


Fathur tak bergerak. Laki laki itu tak menjawab..!


"Fa....Fathur ..!!" ucap Mayang lagi.


Masih tak ada jawaban.


Mayang yang ketakutan itupun mendekat. Ia membungkuk, tangannya terjulur menyentuh area atas bibir bawah hidung laki laki itu untuk memastikan laki laki itu masih hidup. Namun....


Mayang reflek terduduk lalu memundurkan tubuhnya. Tak ada tanda tanda Fathur bernafas disana....!


Laki laki itu tewas...!


Mayang pembunuh....!!


Wanita itu kalut. Ia ketakutan....!


Bagaimana ini?


Ia tak mau masuk penjara...!


Mayang lemas. Ia terduduk sambil mencengkeram rambutnya kuat seolah frustasi.


Bagaimana ini?


Bagaimana...?!!!


Mayang menangis di sana,menangis takut di depan jasad Fathur yang berlumuran darah.


Tanpa ia sadari,


Sebuah ponsel di tangan seorang pria yang diam diam mengikuti mereka merekam jelas aksi pertikaian berujung pembunuhan itu.


Ya ....siapa lagi jika bukan laki laki yang kini sedang memerankan perannya sebagai seorang laki laki lemah yang terpuruk itu, Leonardo Alfindo Ganada.


Dan benar saja.....ia berhasil merekam semua kejadian tragis itu. Dari awal perdebatan mereka hingga terbunuhnya Fathur.


Leon berhasil mendapatkan semua rekamannya.


...****************...


Sementara itu di tempat terpisah...


Seorang pria berpenampilan serba hitam nampak berjalan mendekati salah seorang rekannya yang bekerja sebagai penjaga sekaligus anak buah di kediaman Leon.


Pria yang diketahui bernama Bono itu berjalan mendekati salah satu rekannya yang di ketahui bernama Yogi itu.


"ada apa?" tanya Yogi


"tadi gue ketemu orang, dia bilang dia diutus sama tuan Fathur. Dia menawarkan pekerjaan sama kita, ikut komplotan nya...!" ucap Bono.


Yogi mengernyitkan dahinya.


"maksud lo?"


"tuan Fathur ternyata hari ini pergi menemui bos dari komplotan itu, dia juga bilang sama si orang suruhan komplotan itu untuk merekrut lo, gue, sama orang orang yang dulu pernah di bayar Nyonya Renata untuk gabung sama mereka..!" ucap si Bono


(orang orang yang dibayar Renata adalah orang orang yang dulu di minta Fathur menjaga Aleta di toko bunga)


"jadi maksud lo, tuan Fathur ngajak kita berkhianat lagi...?!" tanya Yogi


"sepertinya begitu...! katanya hari ini tuan Fathur sudah resmi bergabung dengan komplotan mereka..! kita liat aja...kalau hari ini tuan Fathur nggak pulang ke rumah ini, itu artinya dia benar benar sudah berpaling dari tuan Leon...kita bisa ikutin dia....karena gue yakin...kalau tuan Fathur saja bisa goyah, itu artinya...duitnya pasti lebih gede...! gimana?" tanya Bono.


"ya....lu bener....!" ucap Yogi.


"lu kasih tau yang lain, bilang aja... siapa aja yang mau ikut kita .. ntar kita berangkat bareng bareng ke markas komplotan itu..." ucap Bono di susul anggukan kepala dari Yogi.


...****************...

__ADS_1


19:00


Leon nampak mondar mandir di ruang tamu rumah mewah yang kini ia tempati bersama ibu dan istrinya.


Wajahnya terlihat tegang, sebuah ekspresi yang juga di tunjukkan oleh Renata.


Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, namun hingga kini wanita anggun istri sah Leon itu beluk pulang juga.


Entah kemana perginya, padahal saat berpamitan pulang dari kantor tadi ia mengatakan akan segera pulang bukan? tapi kenapa hingga malam ia belum sampai di rumah?


Leon yang terlihat khawatir, atau lebih tepatnya pura pura khawatir nampak memainkan ponselnya, lagi lagi ia mencoba menghubungi istri pertamanya itu namun tidak bisa.


"gimana?" tanya Renata.


"nggak bisa dihubungi ma..." ucap Leon.


"aduuuh....dia kemana?! dia nggak bilang sama kamu mau kemana?" tanya Renata.


Leon hanya menggelengkan kepalanya.


Renata nampak panik. Sepasang ibu dan anak itu kembali mencoba menghubungi Mayang, hingga tiba tiba......


ceklek........


pintu rumah utama terbuka......


Mayang datang dengan wajah lesu. Menunduk seolah menyimpan beban tersendiri.


Leon mengamati penampilan Mayang dari atas sampai bawah.


Make up nya rapi seolah tak terjadi apa apa, tubuhnya juga bersih, bajunya sudah berganti tidak lagi mengenakan baju yang semula ia gunakan saat membunuh Fathur.


Renata mendekat...


"sayang kamu dari mana aja?!!" tanya Renata heboh


Mayang tak menjawab


Leon mendekati Mayang.....


Tangannya tergerak menyentuh wajah wanita itu.


"kau dari mana saja?kau baik baik saja? kenapa terlihat pucat? sakit?" tanya Leon bertubi tubi seolah begitu perhatian pada wanita itu.


Mayang mendongak, lalu menggeleng kan kepalanya.


"kamu kenapa, sayang?" tanya Renata.


"aku ...aku nggak apa apa ma....mas...tadi aku dari rumah papa ..maaf nggak sempet ngabarin, hp aku mati..." ucap Mayang.


Leon menghela nafas panjang. Tangannya tergerak meraih tubuh wanita itu dan memeluknya.


"lain kali kabari aku, sayang....aku takut kau kenapa napa" ucap Leon.


Renata tersenyum melihat adegan itu.


Mayang diam seribu bahasa.


"laki laki ini milikku...dia sudah masuk dalam dekapanku...dan aku tidak akan pernah melepaskan nya lagi seumur hidupku...." batin Mayang berucap.


Tanpa Mayang dan Renata sadari. Sebuah seringai tajam nan mengerikan terbentuk dari bibir Leon.


"aku memegang kartu as mu sayang...." batin laki laki itu.



...----------------...


***Selamat pagi...


up 05:46

__ADS_1


yang kemarin belum lolos review....nggak tau kenapa...😌***


__ADS_2