Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
81


__ADS_3

Di sebuah rumah megah milik sang jenderal....


Setelah kepulangan Aleta sore tadi dari rumah sakit, malam ini Mario pun memesankan tiket ke luar negeri untuk dirinya dan juga anak dan istrinya. Laki laki itu tak mau membuang buang waktu. Akan sangat lebih baik jika Aleta dan Sarah secepatnya di ungsikan ke negara orang, demi menjaga kesehatan mental sang putri yang terlanjur luka akibat perbuatan laki laki bernama Leonardo Alfindo Ganada.


Saat ini, Sarah tengah berada di dalam kamar pribadinya dengan Mario. Wanita paruh baya itu tengah sibuk berbalas pesan dengan sahabatnya, Ayu. Ia kini tengah mengabarkan pada wanita berambut pirang itu bahwa besok ia akan berangkat ke luar negeri mungkin untuk waktu yang cukup lama.


Ceklek......


pintu kamar terbuka. Mario yang baru saja dari kamar Aleta itupun masuk ke dalam kamar pribadinya dengan sang istri.


Sarah tersenyum menyambut kedatangan laki laki yang sudah terpisah lama darinya itu.


"belum tidur?" tanya Mario sambil naik ke atas ranjang dan mencium singkat pucuk kepala wanita paruh baya itu.


"ini mau tidur....." ucap Sarah.


Mario tersenyum.


"Aleta udah tidur?"tanya Sarah.


Mario tak langsung menjawab. Ia mengubah posisinya tidur menghadap ke langit langit kamar sedangkan Sarah ikut mengubah posisinya tidur dengan posisi miring menghadap laki laki tersebut.


"sudah....dia harus banyak banyak istirahat untuk memulihkan kondisi tubuhnya ...." ucap Mario.


"mas....." ucap Sarah.


Mario menoleh, ia mengubah posisi duduknya miring kini menghadap sang istri.


"ya....." jawab Mario.


"terima kasih.....kamu sudah sangat menyayangi putri kita...." ucap Sarah.


Mario tersenyum.


"dia adalah darah daging ku....sudah seharusnya aku melakukan hal ini. Aku akan membuat Aleta bahagia selama ada aku di sampingnya. Aku akan memberikan apapun yang ia butuhkan, dan. menyingkirkan apapun yang akan membuatnya menangis..." ucap Mario.


Sarah terdiam.


"apa kamu akan melakukan sesuatu untuk Leon?" tanya Sarah.


Mario diam sejenak menatap wajah sang istri....

__ADS_1


"iya....." jawabnya.


Sarah mematung.


"tapi kamu tenang saja, aku bukan pelaku kriminal...aku hanya akan membuat dia sadar dan membuka mata, bahwa harta tidak selamanya bisa menjadi patokan seseorang dianggap terhormat..."


"aku hanya ingin dia merasakan bagaimana menjadi Aleta. Hidup di titik paling rendah di muka bumi ini tanpa ada satupun yang bisa ia banggakan dan sombong kan...." ucap Mario.


Sarah diam.


"kamu tenang saja, kamu hanya perlu mendampingi Aleta sampai dia benar benar bisa bangkit dari trauma nya. Biar Leon menjadi urusanku. Yang terpenting adalah putri kita, dia harus bahagia..." ucap Mario.


Sarah hanya tersenyum lalu mengangguk.


"dah....udah malam...kita tidur....besok kita harus ke makam dulu sebelum berangkat ke bandara..." ucap Mario.


"iya...." jawab Sarah.


Sepasang suami istri itu saling meringsut mendekatkan tubuh mereka masing masing. Keduanya lantas tertidur dalam posisi saling memeluk satu sama lainnya.


...****************...


Sementara itu di tempat lain....


Pria berjambang lebat itu nampak menatap tajam sebuah laptop yang kini berada di hadapannya.


Sorot matanya begitu tajam dan mengerikan.


Sudah dua jam ia duduk di restoran itu bersama seorang pria yang ia bayar mahal untuk mengungkapkan teka teki tentang istri dan para anak buahnya. Dan kali ini, ia tengah memperhatikannya sebuah rekaman cctv terakhir yang sang orang suruhan berikan padanya. Sebuah rekaman yang menunjukkan sebuah mobil mewah berwarna hitam nampak berhenti di sebuah jalanan sepi di samping sebuah toko mainan. Disana, dari rekaman cctv jalan raya terlihat seorang pria berpenampilan rapi nampak turun dari dalam mobil mewah yang sering ia gunakan bepergian itu dan memberikan sesuatu pada salah satu anak buahnya yang ia tugaskan untuk menjaga Aleta kala itu. Tapi entah apa itu tak terlalu jelas,namun sepertinya berbentuk kotak persegi panjang kecil, lebih kecil dari telapak tangan.


Leon bergemuruh. Sebelum rekaman cctv ini di tunjukkan, ia sudah melihat rekaman rekaman lain yang di berikan orang suruhan nya itu. Mulai dari Aleta yang dilempari telur busuk, aktifitas wanita itu yang hanya biasa saja, rekaman di restoran ayam yang menurut ibunya ia melihat Aleta dan seorang laki laki tengah berduaan, rekaman tentang mobil ibunya yang dihampiri beberapa anak buahnya, dan masih banyak lagi rekaman rekaman aktifitas lain yang ternyata selama ini ia tak tau....!!


Leon bergemuruh hebat. Rupanya selama ini ia dikelilingi manusia manusia kepaarat yang begitu pandai bersandiwara. Anak buahnya, ibunya, dan bahkan, laki laki berpenampilan rapi yang menggunakan mobil miliknya itu, asisten nya yang ia pikir selalu bisa ia andalkan....Fathur??


Leon nampak syok sekaligus marah...!


Ada apa ini?


Kenapa semua anak buahnya berlaku seperti ini padanya. Ia sudah sangat mempercayai mereka tapi ternyata....??


Leon mengusap wajahnya kasar..! sorot matanya tajam penuh amarah seolah sudah bisa menggambarkan apa yang ada dalam benaknya saat ini.

__ADS_1


"bagaimana tuan?ada lagi yang bisa saya kerjakan..?" tanya Bayu sang orang suruhan.


"cukup...! aku sudah tau kebenaran nya....selebihnya biar ini menjadi urusan ku..." ucap Leon.


Bayu mengangguk paham.


"bagaimana dengan istriku?"tanya Leon lagi.


"wanita yang anda cari?" tanya Bayu.


"ya...." jawab Leon.


"dari informasi yang saya dapatkan, wanita itu dan seorang wanita paruh baya pernah datang ke wisma x di jalan y.... mereka datang sebelum subuh dan ditemui oleh seorang penghuni wisma dengan ciri ciri rambut pirang...." ucap Bayu sambil menunjukkan sebuah foto seorang wanita berambut pirang,Ayu.


"setelah itu, mereka bertiga pergi, bersama seorang pria, seperti supir truk...dan mereka pergi menggunakan truk milik laki laki itu ke arah barat... tapi sayang nya saksi yang saya temui tidak tau mereka kemana..." ucap Bayu.


"kejadian nya sekitar hampir dua minggu yang lalu..." ucap Bayu.


"dan setelah saya tau tentang wanita berambut pirang ini, saya mengikutinya, dan saya berhasil menemukan wanita yang anda cari baru saja keluar dari rumah sakit XX kemarin sore pukul tiga, dan mereka keluar dari rumah sakit bersama dua orang pria, menggunakan mobil...ini...." ucap Bayu sambil menunjukkan sebuah foto, sebuah mobil dengan nopol khusus.


"itu seperti sebuah mobil dinas tuan.... terlihat juga ada stiker sebuah institusi yang tertempel di kaca belakang mobil itu..." ucap Bayu.


Leon makin menajam.


Ia hafal dua pria itu...! satu pria adalah orang yang ia temukan tengah berduaan dengan Aleta di ruang tunggu toko bunga miliknya, sedang kan satu pria lainnya adalah laki laki yang ia temui di masjid kala ia dan Aleta tengah berbagi peralatan sholat ke masjid masjid di kota itu...!


Jadi sebenarnya siapa mereka??


Kenapa ia bisa bersama Aleta dan ibunya??


"kemana mereka pergi?" tanya Leon kemudian.


"di perumahan M tuan....nomor dua belas..." ucap Bayu.


Leon tak bisa berfikir panjang. Pria itu dengan cepat bangkit dari posisi duduknya. Menyerahkan segepok uang dalam amplop coklat untuk Bayu dan meletakkan nya di atas meja.


"bayaran mu" ucap Leon kemudian dengan gerakan cepat ia meraih kontak mobil di atas meja dan pergi dari tempat itu. Ia harus menemukan Aleta dulu, mumpung kini keberadaan nya sudah diketahui...! ia harus menjemput wanita itu dulu baru setelah nya ia akan menyelesaikan yang lainnya.


...----------------...


***Selamat pagi....

__ADS_1


up 06:18


yuk .. dukungan dulu 🥰😘😘😘***


__ADS_2