Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
138


__ADS_3

Hari terus berlanjut,


Setelah pulang dari rumah sakit,


Di kediaman pribadi Leon,


Empat manusia beda usia nampak tengah asyik di pinggir kolam renang istana megah pria berusia empat puluh tahun tersebut.


Pria tampan berbadan tegap itu nampak tersenyum menatap ke arah kolam renang. Pria itu nampak sesekali terkekeh melihat kedua putra putrinya yang nampak asyik bermain air di tengah kolam jernih miliknya itu. Sedangkan di sampingnya, wanita cantik yang sebentar lagi akan dipersuntingnya tersebut nampak sesekali tertawa sambil memainkan air menggunakan tangannya. Aleta yang tak bisa berenang itu hanya bisa sesekali memercikkan air ke arah Ahsa dan Alka yang nampak asyik bermain air. Terutama Alka. Bocah itu rupanya sangat pandai berenang. Sedangkan si kecil Ahsa, ia sudah cukup bahagia mengapung di atas air dengan menggunakan pelampung kuning berbentuk bebek besar itu.


"mama, ayo turun..!" ucap Ahsa.


"mama nggak bis berenang.." ucap Aleta.


"yah, mama...! nggak susah kok, nih aku aja bisa.." ucap Ahsa yang bangga dengan kemampuannya mengapung di atas air dengan bantuan bebek besarnya.


"kamu kalo nggak ada bebek itu juga kelelep, Sa" ucap Alka pada sang adik.


"apasih kak? enggak..!" ucap Ahsa tak terima.


"helleeh.." ucap Alka membuat Ahsa cemberut.


Leon yang menyaksikan adegan itu hanya tersenyum. Pria berbadan tinggi tegap yang kini hanya mengenakan kaos oblong putih dan celana pendek itu kemudian bangkit. Ia berdiri di tepi kolam membuat Aleta Ahsa dan Alka mendongak menatap pria itu.


"papa mau ngapain?" tanya Ahsa.


Leon tak menjawab. Dilepasnya kaos putih itu hingga menampakkan bongkahan bongkahan indah di dada dan perut pria dengan tato di lengannya tersebut.


Leon melempar kaosnya asal.


"minggir, Sa. Papa mau loncat..." ucap Alka sambil mendorong bebek besar sang adik menepi ke pinggir kolam.


Leon mengambil ancang ancang.


Bersiap siap...


dan....


.


.


.


byuuuuurrrrr.,..


"aaaaaaaaaakkkkkhhhhhhhh..!!"


Leon menjatuhkan tubuhnya ke tengah tengah kolam. Alka dan Ahsa menjerit saat sebagian air kolam terpercik mengenai tubuh mereka. Begitu pula Aleta yang berada di pinggir kolam dan hanya menjulurkan kakinya ke air. Ia ikut menjerit saat percikan air itu membasahi sebagian tubuhnya.


Leon tak peduli. Ia berenang mengelilingi kolam renang dengan lincahnya. Tubuhnya yang kekar dengan balutan celana pendek hitam itu nampak bergerak lurus menerobos air jernih yang terasa begitu menyegarkan itu lalu kembali berputar haluan dan berhenti di tempat semula ia melompat.


Leon mengusap wajahnya yang basah hingga ke kepala belakang nya.


Ahsa dan Alka nampak bertepuk tangan kegirangan melihat aksi sang papa.

__ADS_1


"papa hebat..!" ucap Ahsa.


"iya, papa jago banget berenang nya" ucap Alka.


Leon hanya tersenyum.


"papa, ajarin mama juga dong" ucap Ahsa.


"iya pa, biar mama bisa berenang juga. Masa dari tadi di pinggir terus" ucap Alka.


"iya pa, ayo pa, ajarin mama pa.." ucap Ahsa.


Leon menoleh ke arah Aleta yang berada di sampingnya.


"mau coba?" tanya Leon.


"enggak ah, takut.." ucap Aleta.


"nggak apa apa, aku ajarin, ayok.." ucap Leon sambil bergerak memposisikan tubuhnya di hadapan Aleta sambil merentangkan kedua tangannya.


Aleta nampan menatap kedua tangan Leon sambil berfikir.


"ayo ma, biar bisa main sama kita" ucap Ahsa


"iya ma, ayok ma" ucap Alka.


Leon tersenyum lagi.


"ayok.." ucap Leon.


"kan ada aku. Turun aja dulu. Ayok.." ucap Leon.


Bermodalkan keberanian yang tak seberapa dan desakan dari calon putra putrinya. Aleta pun berusaha untuk melawan rasa takutnya. Di raihnya tubuh tegap pria itu. Perlahan ia memasukkan tubuhnya ke dalam air kolam yang cukup dalam itu sambil kedua lengannya terus berpegangan pada pundak Leon.


Aleta nampak tegang. Tangan nya terus mendekap tubuh pria itu seolah tak mau lepas. Wanita itu sesekali terdengar menjerit saat Leon perlahan memintanya untuk melepaskan pegangannya atas tubuh pria itu.


Leon meraih satu lengan Aleta agar terlepas dari bahu kokohnya.


"jangan di lepas..!" ucap Aleta


"kan mau berenang..!"


"nggak bisa..!"


"ini sedang belajar, Aleta..."


"takut kelelep..!"


"enggak" ucap Leon kemudian.


"gerakin tangannya, ngambang..!" ucap Leon.


"gimana caranya?"


"ngambang..!"

__ADS_1


"nggak bisa ngambang...!"


"bisa..!"


"aku bukan duyung...!!" ucap Aleta justru makin ketakutan membuat Leon terkekeh melihatnya. Alka dan Ahsa ikut di buat terkekeh dengan ulah Aleta.


"udah ah, nggak jadi belajar. Naik aja..!" ucap Aleta.


"cemen sekali..!" ucap Leon.


"bodo amat, udah ayo naik, bantuin..!!" ucap Aleta.


Alih alih mengajak Aleta naik seperti permintaan sang wanita. Leon justru usil dengan bergerak seolah memaksa Aleta untuk melepaskan pegangannya pada pundak Leon membuat wanita itu histeris di tengah kolam


"aaakkkhh....! jangan...!!"


"lepas...! lepas nggak..! lepasin...!!"


"Leon gila..! jangan..! mati gue..! aaakkkhh...!!!" ucap Aleta sambil terus berusaha berpegangan pada pundak Leon di tengah aksi pria itu yang seolah tak henti mendorongnya meminta wanita itu melepaskan tangannya.


"papa...!! jangan..!" pekik Aleta lagi kini makin mengeratkan pegangannya. Ia justru mendekap erat tubuh tegap itu seolah begitu takut h


jatuh ke dalam air.


Leon tertawa puas. Begitu pula Alka dan Ahsa yang nampak cekikikan di pinggiran kolam. Di dekap nya tubuh wanita itu ditengah tengah kolam. Sesekali diusapnya pucuk kepala yang kini basah itu sambil terus tertawa puas membuat Aleta mau tak mau pasrah saja dengan perlakuan Leon. Daripada dilepas ujung ujungnya nyebur.


Leon lantas membimbing wanita itu untuk menepi dan naik ke permukaan. Leon mengangkat tubuh wanita itu dan mendudukkan nya di tepian kolam renang. Aleta melepaskan pelukannya pada tubuh Leon. Ia mengusap wajahnya yang basah dan nampak pucat itu. Leon yang masih berada di air tepat di hadapan Aleta itu terkekeh. Tangannya kini bertumpu pada pinggiran kolam. Mengungkung tubuh Aleta yang duduk di hadapannya.


"gimana? enak kan berenang?" tanya Leon.


"enak apanya?! yang ada aku mau mati gara gara kamu..!" ucap Aleta ngegas membuat Leon tertawa.


"ya udah, ganti sana" ucap Leon.


"pakai apa?" tanya Aleta.


"ya baju kamu lah. Semua bajumu masih tersimpan rapi di kamarku, Aleta" ucap Leon.


Aleta diam.


"buruan ganti..! atau...kau mau aku membantumu?" tanya Leon dengan tatapan nakal khas dirinya.


"mimpi..!!" ucap Aleta gemas sambil menoyor pipi Leon kemudian bangkit dan bergegas pergi dari tempat itu. Leon tertawa melihat aksi wanita yang kini perlahan menjauh dari pandangan matanya itu.


"jangan lupa kunci pintu kalau mau ganti baju...!!!" teriak Leon pada Aleta namun tak digubris oleh putri pak jenderal tersebut..




...----------------...


Selamat malam...


up 19:16

__ADS_1


yuk... dukungan dulu 🥰🥰🥰


__ADS_2