
Di sepertiga malam yang sunyi....
Lantunan ayat suci Al Quran menggema di sebuah ruangan mewah yang merupakan kamar pribadi Leonardo Alfindo Ganada dan Aleta Balqis Aqilah.
Wanita cantik bersuami itu nampak khusyuk melantunkan ayat ayat Allah.Memecah heningnya malam disaat banyaknya umat manusia yang masih larut dalam buaian mimpi mimpi indah mereka.
Aleta baru saja selesai dengan tahajjud nya,ia kemudian melanjutkan ibadahnya dengan mengaji sembari menunggu gema subuh berkumandang.
"Shadaqallahul adzim..."
Ucap Aleta pertanda ia selesai dengan ibadahnya.Wanita itu mendongak ke arah dinding, kurang lebih sepuluh menit lagi gema subuh berkumandang.Wanita yang kini merasakan kering di kerongkongan nya itu pun melepas mukenah nya,berniat untuk mengambil minum di dapur untuk membasahi tenggorokan nya sebelum nantinya kembali mendirikan sholat wajibnya.
Wanita cantik itu melepas mukenah nya,lalu melipatnya dengan rapi.Tiba tiba.......
..
Aleta terdiam.Lembaran kertas berwarna merah bak turun dari langit menghujani dirinya yang masih bersimpuh di atas sajadah.Puluhan lembar uang seratus ribuan itu bertebaran bak barang tak berharga menghujani tubuhnya yang masih berbalut mukena di bagian bawahnya.
Aleta mendongak.Dilihatnya di sana seorang pria sudah berdiri di belakang nya entah sejak kapan.Ia menyebarkan uang uang itu ke tubuh sang istri menggunakan tangan kirinya.Sedangkan tangannya masih memegang gepokan uang yang jumlahnya begitu banyak,mungkin lebih dari lima gepokan uang.
Aleta diam menunduk.Lagi lagi uang berjumlah puluhan juta Leon berikan untuk wanita itu.Hampir tiap malam.Jika Leon pulang pagi,laki laki itu pasti akan pulang dengan membawa uang puluhan bahkan ratusan juta.
Leon selesai dengan uangnya.Lembaran kertas berwarna merah itu berserakan di lantai bak sampah yang tak berharga.Aleta hanya tersenyum lembut dan tenang.Wanita itu melucuti mukenah nya.Melipatnya beserta sajadah yang menjadi alas sholatnya,lalu meletakkan nya di atas rak disana.Dengan telaten,wanita itu memunguti selembar demi selembar uang uang itu lalu menatanya rapi.Aleta menghadap suaminya sambil tersenyum manis.Bau alkohol menyeruak dari tubuh Leon.Aleta meraih punggung tangan pria itu lalu menciumnya sebagai tanda bakti.
"makasih uangnya...."ucap Aleta sambil tersenyum lalu meletakkan nya di sebuah tas ransel miliknya yang juga berada di rak itu.
"kau suka?"tanya Leon.
Aleta hanya mengangguk sambil tersenyum.
"aku bisa memberikan lagi yang lebih dari itu jika kau mau...."ucap Leon sambil membelai wajah sang istri.
"kau ingin apa?aku pastikan besok sudah akan menerima nya?"ucap pria itu lagi.
Aleta tersenyum,ia menggerakkan tangannya menyentuh dada bidang berbalut kemeja putih itu.
"uang udah dikasih banyak,baju udah banyak, perhiasan,mobil,rumah, tempat usaha,semua udah ada.."ucap Aleta.Leon hanya menatap datar wajah wanita itu.
"ada satu sih yang aku belum punya..."ucap Aleta lagi.
Leon mengernyitkan dahinya.Apa yang wanita itu belum punya?pikir Leon.
"apa?"tanya nya kemudian.
__ADS_1
Aleta menatap dalam ke arah Leon..
"imam sholat..."ucapnya.
Leon diam tak bergerak.
"jangan minta yang aneh aneh Aleta..."ucap Leon.
"katanya aku boleh minta apa aja .."ucap Aleta sambil memeluk tubuh tegap pria dihadapannya itu.
"tapi tidak dengan yang itu..!" ucap Leon tegas.
"kenapa?"tanya Aleta sambil memasang wajah sedih.
"aku bukan ustad...aku bukan kyai..aku tidak bisa melakukan nya...!"ucap Leon dengan sorot mata datar ke arah Aleta.
"kan nggak harus jadi ustad atau kyai dulu buat mimpin sholat..."ucap Aleta merengek.
"jangan seperti anak kecil Aleta...!sudahlah.... selesaikan saja ibadahmu.Aku lelah,aku mau istirahat...!"ucap Leon sambil menjauhkan tubuh istri nya itu.Aleta hanya cemberut.
Ya sudahlah....mungkin bukan kali ini.Pikir wanita itu.
Gema subuh sudah berkumandang.Aleta segera menuju dapur untuk mengambil minum.Setelah selesai,ia pun kembali mengambil wudhu dan segera kembali menggelar sajadah nya dan memulai ibadah wajibnya.
...****************...
Saat mentari mulai memancarkan sinarnya,
Di tempat terpisah....
Di sebuah rumah megah yang nampak asri,sejuk dan damai.Dengan cat berwarna krem mendominasi bangunan tiga lantai itu dengan taman yang nampak hijau terpampang indah di halaman luas rumah megah tersebut.
Seorang pria paruh baya berusia kurang lebih empat puluh tujuh tahunan itu nampak sudah rapi dengan seragam loreng loreng khas seorang prajurit.
Tubuh tegap berperawakan militer nampak berdiri gagah menghadap sebuah foto pernikahan yang terpajang indah di salah satu sudut dinding kamarnya itu.
Sebuah buket bunga berisi dua belas tangkai bunga lili nampak berdiri indah di depan foto itu.Foto sepasang pengantin yang nampak bahagia dengan balutan gaun pengantin untuk sang wanita serta seragam hijau pupus khas militer yang melekat sempurna di tubuh sang mempelai pria.
Mata pria dengan nama Mario di dadanya itu nampak menatap sendu ke arah foto.Foto dirinya dengan istrinya,dulu.
"selamat pagi bunga lili ku..."ucapnya
"bagaimana kabarmu pagi ini?"tanya nya seolah berbicara pada foto tersebut.
__ADS_1
"kau pasti sedang tersenyum sekarang,menyambut buah hati kita,bersiap siap bermain dihalaman luas surga milik Tuhan..."ucap Mario.
"aku merindukan mu sayang....."ucapnya.
"tenanglah di alam sana....sampai kapanpun kau akan tetap menjadi istriku meskipun kini kita sudah berbeda dunia...."ucap pria itu.
"aku mencintaimu lili putih...."ucap Mario sambil menatap sendu ke arah foto itu.
Tok...tok...tok......
pintu kamar diketuk.
"masuk..."ucap Mario
Seorang pria yang bekerja sebagai ajudan pria itu masuk ke dalam kamar tersebut.
Mario berbalik badan.Sang ajudan memberi hormat.
"mobil sudah siap, jenderal...."ucap pria berwajah kebule bulean itu.
Mario menghela nafas panjang,lalu mengangguk.Pria paruh baya itu lantas keluar dari dalam kamar untuk menuju ke mobilnya yang sudah berada di halaman.Sang ajudan pun mengikuti langkah sang jenderal dari belakang.
Sesampainya di halaman.
Ajudan itupun membukakan pintunya untuk atasannya tersebut.
"Sean...."ucap Mario.
"siap, jenderal"
"nanti setelah kita pulang,antar aku ke toko bunga yang kemarin kau kunjungi"ucap Mario
"siap, Jenderal..."
Mario pun masuk ke dalam mobilnya.Kendaraan roda empat itu lantas melaju meninggalkan temoat itu dengan Sean sebagai pengemudi nya.
...----------------...
***Selamat malam....
up 19:47
dukungan dulu yuk 🥰🥰🥰***
__ADS_1