
......................
"assalamualaikum.." ucap seorang pria dewasa dengan tampilan jas yang sudah tak terlalu rapi itu. Dibukanya pintu utama rumah sang mertua. Pria tampan dengan jambang lebat menghiasi rahang tegasnya itu nampak memasuki rumah sang jenderal dengan raut wajah yang nampak lelah. Berkutat dengan pekerjaan seharian penuh benar benar menguras tenaga dan pikirannya.
Leon mengedarkan pandangannya, ruang tamu rumah itu nampak sepi. Biasanya setiap ia pulang pasti ada ibu mertua ataupun ayah mertuanya di ruangan itu. Tapi kali ini tak ada satupun. Kemana perginya orang orang rumah mewah itu.
Leon berjalan naik ke lantai dua. Melonggarkan dasinya sambil mengayunkan kakinya menapaki satu persatu anak tangga dengan pagar besi berwarna gold itu hingga sampai di lantai tempat di mana kamar pribadinya dan sang istri berada.
ceklek....
pintu kamar dibuka tanpa di ketuk.
gleeeeeekkk......
Leon menelan ludahnya kasar. Dilihatnya disana, Aleta berdiri di depan cermin meja riasnya dengan hanya mengenakan kemeja putih miliknya yang kedodoran, lengkap beserta dengan dasi yang hanya di biarkan terkalung di kerah leher nya dan tak terpasang.
Wanita hamil itu sepertinya juga kaget dengan kedatangan Leon. Ia reflek berbalik badan menoleh ke arah pintu.
Kemeja putih yang memang berbadan kain menerawang itu nampak membungkus indah tubuh Aleta. Ukurannya yang besar nyatanya hanya bisa menutupi tubuh wanita hamil itu hingga ke paha bagian atasnya saja.
Leon tersenyum nakal. Br* dan celana dalaaam merah yang Aleta kenakan samar samar dapat pria itu lihat, membuat sesuatu yang sudah lama tak memasuki rumahnya itu mengeras dibuatnya.
Ya, hingga hampir satu bulan kehamilan Aleta, sang jagoan masih belum di perbolehkan mengunjungi sarangnya. Meskipun hampir tiap malam Aleta bersedia bekerja untuk Leon, nyatanya pria itu hanya bisa pasrah, lantaran Aleta hanya mengizinkan sang jagoan untuk singgah di rumah kontrakannya alias mulut Aleta, bukan di rumah sebenarnya.
Leon menutup pintu kamarnya dan menguncinya. Di buangnya tas kerja, serta di lepaskan nya jas mahal yang sejak pagi melekat pada tubuhnya.
Leon berjalan mendekati wanita cantik yang kini nampak tersenyum menyandarkan tubuhnya di meja rias itu. Seperti nya wanita hamil itu juga mencoba memancing biraahi sang laki laki. Ia menatap nakal ke arah Leon sambil memainkan dasi di lehernya.
Leon makin bersemangat. Kini ia berdiri di samping sang wanita. Di gerakan nya tangan kekar itu, menyentuh dagu sang wanita lalu mengangkatnya. Membuat wajah cantik itu kini terdongak menatap sang Leon.
"ngapain kamu?" tanya Leon.
Aleta tersenyum berani.
"nungguin kamu pulang.." ucap Aleta tanpa dosa.
"terus ngapain pakai baju aku?" tanya Leon lagi.
"kangen, kamu nya lama pulangnya.." ucap Aleta membuat Leon kini menyunggingkan senyuman mautnya.
Di dekatkan nya wajah berjambang lebat itu. Di hirupnya aroma tubuh sang wanita itu dalam dalam.
"tumben wangi?" tanya Leon.
Aleta tersenyum.
"hari ini aku mandi.." ucap Aleta.
"pantes.." ucap Leon.
"aku juga pakai parfum banyak biar tambah wangi.." ucap Aleta lagi seolah membanggakan kegiatannya yang tak bermalas malasan hari ini.
"really?" tanya Leon.
"ya...." ucap Aleta lagi.
"manis sekali. Aku suka.." ucap Leon tanpa mengubah cara pandangnya pada Aleta.
Aleta tersenyum manis nan nakal. Leon menggerakkan kedua lengannya. Kini kedua tangan kekarnya itu nampak bertumpu pada pinggiran meja rias. Mengungkung sang wanita yang kini berada di hadapannya. Wajah tampan berewokan itu mendekat. Sangat dekat dengan wajah Aleta. Bibir mereka seolah hanya berjarak satu senti saja, membuat Leon maupun Aleta dapat merasakan hembusan nafas dari pasangan masing masing.
"kamu kangen aku?" tanya Leon.
Aleta tersenyum sambil mengamati wajah tampan di hadapannya.
"ya...." ucap Aleta.
__ADS_1
"apa sekarang aku bisa menyentuh mu seperti dulu? sebelum kamu hamil?" tanya Leon.
Aleta tersenyum.
"aku masih takut.." ucap Aleta.
"tapi aku kangen, sayang" ucap Leon lagi.
Aleta menggerakkan tangannya, membelai rahang tegas berbulu itu.
"besok kita coba cek dokter dulu aja ya..." ucap Aleta.
Leon tersenyum meskipun agak kecewa.
"oke.." jawab Leon.
Aleta tersenyum.
"sekarang kita ngapain?" tanya Leon lagi.
Aleta mengulum senyum malu malu.
"enaknya ngapain?" tanya Aleta sambil menggerakkan tangannya, mengalungkan kedua lengan putih mulus itu ke leher pria ber bahu kokoh itu.
Leon makin bergairaaah. Dengan gerakan cepat, diserapnya tubuh wanita itu. Di mangsanya dengan rakus benda merah muda yang sejak tadi mencetak senyuman maut yang memabukkan tersebut. Leon panas. Begitu pula sang bumil. Biasanya semenjak hamil Aleta jadi sangat malas berhubungan suami istri dengan Leon. Apakah itu juga bawaan bayi, ia pun juga tak tahu.
Tapi hari ini, entah mengapa ia sangat merindukan tubuh suaminya itu. Seolah ia sudah berbulan bulan lamanya tak berjumpa dengan sang pria. Membuatnya benar benar mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk menyambut kedatangan sang raja dalam hidupnya.
Peraduan dua lidah itu makin memanas saja. Sedikit cairan bening agak berbusa bahkan nampak mengalir lembut dari sela sela aktifitas mulut keduanya.
Leon makin bersemangat. Di tariknya kemeja yang Aleta gunakan itu dari sisi kanan dan kirinya. Membuat kemeja itu terbuka seutuhnya dan kancing kancingnya pun lepas berserakan di lantai marmer kamar mewah itu. Leon makin menggila. Di mainkan nya benda berbalut br* renda warna merah itu. Diperlakukan nya dua benda tersebut dengan buas dan membabi buta. Bra di lepas hanya dengan satu gerakan tangan. Dilemparkannya benda itu asal. Dilahapnya benda menggantung yang semula tertutup itu.
Aleta menggila. Dadanya naik turun. Nafasnya menderu. Tangan nya meremas rambut sang suami seolah meminta lebih.
Leon makin bersemangat. Di angkatnya tubuh ramping itu. Di rebahkan nya wanita itu di atas ranjang dengan hati hati meskipun rasanya ingin sekali ia membanting wanita itu saking bergairah nya.
Keduanya pun larut dalam aktifitas panas yang mereka ciptakan sendiri.
...****************...
Sementara di tempat terpisah,
Seorang wanita berambut sebahu dengan jaket coklat menutupi tubuh rampingnya itu nampak asyik memilih milih bahan makanan yang tertata rapi di sebuah supermarket di pusat kota itu.
Ya, itu Wanda. Wanita muda mandiri kebanggaan keluarga yang kini terpisah jauh dari sanak saudara itu kini tengah sibuk memilih milih aneka jajanan dan makanan untuk stok dirinya hingga sebulan ke depan.
Hanya makanan ringan saja. Lantaran untuk makanan pokok sudah tersedia di rumah Aleta. Lantaran kini ia di tugaskan menjaga anak dan istri jenderal, maka ia yang masih lajang pun di wajibkan untuk tinggal bersama di rumah sang jenderal.
Malam ini, Wanda bebas tugas. Pak jenderal tengah menghabiskan waktu malam nya bersama istri dan cucu cucunya. Sedangkan dirumah, Aleta si wanita hamil itu memerintah kan Wanda untuk beristirahat saja. Meskipun awalnya Wanda menolak karena tidak sesuai dengan peraturan kerjanya, namun prajurit wanita itu akhirnya menurut juga setelah Aleta mengancamnya dengan berbagai hal.
Entahlah, apa maunya ibu hamil itu. Seperti nya ia memang ingin menunggu suaminya pulang kerja dan menghabiskan waktu berdua saja dengan laki laki tampan kesayangan nya itu. Makanya Wanda di usir🤭
Wanda selesai dengan belanja nyam Ia pun segera menuju kasir dan membayar semua barang barang belanjaan nya. Setelah itu, wanita cantik tinggi semampai itu lantas menuju sebuah food court. Duduk di salah satu bangku disana dan mulai memesan beberapa menu. Sambil menunggu pesanan, Wanda pun asyik memainkan ponselnya. Hingga,
"eehhhmmm....."
suara deheman itu sukses membuat Wanda mendongak. Dilihat nya disana, laki laki yang tadi siang sempat datang ke rumah jenderal kini sudah berada di hadapannya. Duduk di kursi kosong di depannya sambil menyeruput minuman dinginnya.
Ya, itu Bayu..!
"hai.." ucap laki laki itu.
Wanda mengernyitkan dahinya.
"kamu? kok bisa ada disini?" tanya Bayu.
__ADS_1
"bisa lah, nggak tahu kenapa, saya aku pengen main kesini tadi. Eh ketemu kamu..! jodoh kali ya..." ucap Bayu sambil tersenyum membuat Wanda nyengir kuda.
Seorang pelayan wanita datang,
"permisi, mbak" ucap pelayan itu.
Wanda dan Bayu pun menoleh.
"ini pesanannya, mbak" ucap sang pelayan sambil meletakkan beberapa menu yang tadi dipesan oleh Wanda.
"makasih ya, mbak.." ucap Wanda.
"sama sama, mbak. Selamat menikmati" ucap sang pelayan ramah kemudian bergegas pergi dari tempat itu.
Seperginya sang pelayan.
"anda sedang apa disini?" tanya Wanda pada Bayu.
"udah dibilangin lagi jalan jalan. Lagi pengen aja cari udara seger. Eh, ketemu yang seger beneran.." ucap Bayu sambil melempar lirikan menggoda ke arah sang prajurit wanita.
"jangan bicara sembarangan ya, saya nggak suka..!" ucap Wanda tegas.
"ck..! nggak usah saya anda. Kaku amat." ucap Bayu.
Laki laki itu kemudian mengulur kan tangannya.
"aku Bayu..." ucap nya.
Wanda hanya melirik sambil menyeruput minuman nya.
"udah tau" ucapnya.
"ya situ namanya siapa?" tanya Bayu lagi.
Wanda menatap ke arah Bayu, lalu berkata....
.
.
.
"kamu nenyeeeekkk....??" ucap wanita itu kemudian bangkit ssmbil membawa ponselnya dan berlalu pergi menuju kamar mandi. Meninggalkan Bayu yang nampak melongo mendengar jawaban dari sang tentara wanita.
Tentara pun juga manusia. Tren yang kini merebak pun nyatanya juga berhasil menembus pertahanan kegagahan dan kegarangan aparatur negara tersebut.🤭😁
...----------------...
Selamat malam...
up 19:52
yuk, dukungan dulu 🥰😘🥰😘
Author kasih rekomendasi lagi...!
Agak ragu sih rekomendasiin novel ini. Ini novel pertama author. Masih sangat pemula. Penulisan belepotan ( padahal sampai sekarang masih belepotan). Alur dan ide cerita juga masih sangat polos. Belum berani bikin yang tegang tegang. Cuma ngikut alur pasar aja. Tentang CEO dan bawahannya.
Yuk mampir...👇👇👇
🦋Wanita Tanpa Mahkota🦋
Adela Belva,gadis muda yang mengidap kelainan langka membuatnya dianggap sebagai gadis gila.Adela pergi meninggalkan rumahnya dan merantau ke kota untuk menjauh dari lingkungan tempat tinggal nya dan mengubur semua kisah masa lalunya.
Hingga Adela bertemu Johan,pria idaman wanita yang kaya raya namun angkuh dan dingin.
__ADS_1
Bagaimana kisah mereka.....?