Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
103


__ADS_3

Hari berganti....


Pagi yang cerah mulai mengambil alih dunia.


Pria berjambang cukup lebat itu kini masih berada di dalam rumah lusuh milik kedua bocah yang kini telah ia angkat menjadi putra putrinya itu. Leon kini tengah sibuk membantu Ahsa yang nampak kerepotan dan begitu antusias untuk segera pindah rumah. Satu tas ransel lusuhnya sudah penuh, berisi baju baju pemberian Leon.


Dan kini Ahsa masih heboh mencari kantong kresek yang ukurannya agak besar, agar bisa muat untuk membawa selimut, boneka dan mainan mainan pemberian Leon. Gadis itu bahkan secepat kilat berlari ke warung tetangga yang tak jauh dari tempG tinggalnya untuk membeli kantong kresek. Sedangkan Alka sang kakak, dia lebih cuek. Ia hanya membawa beberapa potong baju pemberian Leon yang pasti masih bagus bagus dan mahal. Yang lainnya, ia tak berniat untuk membawanya.


"Ahsa....! nggak usah semua dibawa...!" ucap Alka pada bocah kecil itu.


"nggak apa apa kak....kan sayang kalau nggak dibawa.." ucap Ahsa ngeyel.


Alka yang cuek hanya menggelengkan kepalanya melihat aksi adik kecilnya yang begitu antusias itu.


Ahsa kembali masuk ke dalam kamarnya. Dimana Leon masih berada di sana bersama tas ranselnya yang sudah penuh sesak.


"papaaa....." ucap Ahsa riang.


Leon yang tengah sibuk mengabari Bayu bahwa ia tidak akan bekerja hari ini itupun mendongak saat mendengar suara bocah tersebut.


Leon tersenyum.


"udah dapet kreseknya pa.....kita masukin ya...."ucap Ahsa begitu bahagia. Leon hanya tersenyum melihatnya. Ia pun membantu bocah itu untuk memasukkan mainan mainan nya ke dalam kresek.


.......


Setengah jam berkemas kemas...


Leon mengajak dua buah hatinya itu untuk keluar dari rumah sederhana itu. Alka menutup pintu rumah nya tersebut lalu menguncinya. Bocah itu nampak terdiam, ia menatap rumah itu dengan sorot mata sendu seolah terasa begitu berat untuk meninggalkan rumah masa kecilnya yang penuh kenangan bersama orang tua kandungnya itu.


"Alka....kau kenapa?" tanya Leon.


Alka mendongak....


"tuan......"


"aku ayahmu..." potong Leon.


"iya...maksudnya...papa....apa nantinya rumah ini akan di hancurkan?" tanya Alka.


Leon tersenyum.


"papa akan merenovasi rumah ini. Agar rumah ini menjadi hunian yang layak pakai. Jadi nanti, jika suatu saat kalian kangen sama orang tua kalian...kalian bisa kesini...papa akan suruh orang untuk menjaga dan merawat rumah ini nantinya...." ucap Leon.


Alka dan Ahsa berbinar.


"makasih banyak pa....." ucap Alka.


Leon hanya tersenyum sambil mengusap kepala Alka.


"kita pergi sekarang?" tanya Leon.


Alka dan Ahsa mengangguk.


Leon pun membawa dua bocah itu naik ke mobil mereka. Ia di bantu Alka pun memasukkan barang barang dua bocah itu kedalam bagasi mobil.


"aku mau di depan sama papa..." ucap Ahsa.

__ADS_1


"iyaa...." jawab Alka mengalah.


Leon mengangkat tubuh bocah kecil itu lalu mendudukkannya ke kursi samping kemudi dan mengenakan sit belt nya sebagai pengaman.


Sedangkan Alka, ia sudah duduk manis di kursi belakang.


Leon pun masuk ke dalam mobilnya. Ia lantas melajukan kendaraan roda empatnya itu menembus jalanan ibu kota. Tujuan pertamanya adalah ke salon. Ia ingin mendandani penampilan dua buah hatinya itu agar terlihat lebih rapi dan bersih. Setelah itu, ia akan membawa Alka dan Ahsa untuk pergi jalan jalan.


...****************...


13:00


Keluarga kecil yang terdiri dari seorang ayah dan dua putra putrinya itu nampak memasuki sebuah tempat rekreasi keluarga. Alka dan Ahsa yang nampak jauh lebih rapi dan lebih bersih dari sebelumnya itu terlihat sangat bahagia. Untuk pertama kalinya mereka masuk ke dalam tempat seperti ini.


Ahsa yang mengenakan setelan baju dan rok pendek berwarna pink itu terlihat sangat bahagia dalam gendongan Leon. Sedangkan Alka yang mengenakan jeans hitam dan sweater abu abu senada dengan Leon itu pun tak kalah berbinar.


Leon membawa dua buah hatinya masuk ke area tempat rekreasi..


"kalian mau naik apa?" tanya Leon pada Ahsa dan Alka.


"eeeemmmm.....semuanya boleh nggak pa?" tanya Ahsa.


"boleh dong..." ucap Leon.


"aku mau naik yang itu pa...." ucap Ahsa sambil menunjuk roller coaster yang nampak berputar putar di atas sana.


"kamu berani?" tanya Leon.


"berani...." jawab Ahsa.


"berani lah...." jawab bocah laki laki itu.


"oke....kita naik sekarang...yookk....." ucap Leon.


"yeeeeeyyyy.......!!!" ucap Ahsa dan Alka bersamaan.


Mereka pun lantas menaiki roller coaster itu. Siang itu Leon habiskan dengan mengajak kedua buah hatinya bermain sepuasnya. Ia benar benar ingin membuat dua bocah itu bahagia.


Cukup lama mereka bermain. Berbagai wahana permainan sudah mereka jajal. Ahsa begitu bersemangat. Leon yang sejak tadi tak pernah melepaskan gendongan nya pada bocah itupun kini juga bisa tertawa lepas melihat kedua buah hatinya bahagia.


"capek pa.... istirahat dulu...." ucap Alka sambil berkacak pinggang.


"huuuuuu.....kakak payah....aku aja belum capek masa kakak udah capek..." ucap Ahsa.


"kamu kan dari tadi di gendong sama di pangku papa...ya jelas nggak capek lah...." ucap Alka.


Ahsa hanya menjulurkan lidahnya pada sang kakak seolah mengejek.


"udah....udah....Alka kalau capek istirahat aja... biar papa temenin Ahsa main..." ucap Leon.


"ih....papa dari tadi keliling nggak ada capek capeknya..." ucap Alka.


"papaku kan kuat....iya kan pa...." ucap Ahsa sambil memeluk ayah barunya itu. Terlihat sekali betapa ia sangat menyayangi laki laki itu.


Leon hanya tertawa ringan.


"kita main apa lagi?" tanya Leon.

__ADS_1


"aku main itu..." ucap Ahsa sambil menunjuk sebuah komedi putar.


"kudaaa.....!!" ucap Ahsa sambil menggerak gerakkan tubuhnya dalam gendongan Leon.


"oke....kita main itu... let's go....!!!" ucap Leon.


Ahsa loncat kegirangan lagi. Ia dan Leon pun segera menuju ke wahana komedi putar. Sedangkan Alka memilih duduk di salah satu bangku di sana sambil melihat adik dan papanya menaiki kuda yang bergerak berputar itu.


Alka lelah. Ia mengenakan kupluk hoodie nya lalu menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi yang ia duduki.


Tak lama, hingga........


.


.


.


.


seeeeetttt.......


Sebuah tangan pria dewasa nampak menggenggam lengan bocah sepuluh tahun tahun itu dengan kuatnya. Membuat Alka pun terjingkat kaget.


"naaahh....! ini nih orangnya...!" ucap seorang pria paruh baya disana.


"apa pak?" tanya Alka bingung tak paham. Beberapa bapak bapak nampak mendekati nya dan mengerubungi nya. Mereka menatap Alka dengan sorot mata tajam penuh intimidasi.


"kamu kan yang nyopet embak embak tadi...! nih buktinya dompetnya ada di bawah kursi kamu...!" ucap seorang bapak bapak sambil menunjukkan sebuah dompet biru yang di ambil dari bawah kursi yang Alka duduki.


"nyopet apa?saya dari tadi disini nggak ngapa ngapain pak...!" ucap Alka mulai ketakutan.


"halah jangan bohong kamu...! ini buktinya dompetnya udah kosong....!" ucap salah seorang bapak bapak lagi.


"saya nggak nyopet ...!!" ucap Alka membela diri.


"udah bawa aja ke kantor polisi....! kecil kecil udah nyopet....!!" ucap salah seorang bapak lagi.


"tapi saya bukan copet...!!" ucap Alka mulai ketakutan.


"udah...! jelasin aja di kantor...! ayo bawa dia....!!" ucap si bapak bapak lainnya.


Bocah itu pun dipaksa ikut menuju kantor polisi terdekat. Alka ketakutan.


"papaaa.....!!!!!!!papa tolong paaa....!!!!!!!!” teriak Alka panik ketakutan dengan sekuat tenaganya.


Leon yang kini tengah berada di atas komedi putar pun seketika mendongak. Ia melotot menatap sang putra yang nampak menangis diseret oleh sejumlah bapak bapak disana.


Ada apa itu??


...----------------...


***Yuhuu.....


tenang ....semua akan indah pada saat yang tepat🤭🤭


yoookk.... dukungan dulu.....🥰🥰🥰🥰🥰🥰***

__ADS_1


__ADS_2