
Di tempat terpisah saat jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.....
Sebuah mobil mewah berhenti di depan sebuah rumah sederhana di kawasan perkampungan kumuh.
Leon yang hanya mengenakan kaos oblong dan celana pendek itu nampak keluar dari dalam mobilnya. Ia berjalan mendekati sebuah rumah kecil milik dua bocah yang sudah seperti anaknya sendiri itu.
Leon mengamati rumah itu dari luar. Sepi, lampu di dalam rumah mati.
Apa Ahsa dan Alka tak ada di rumah? pikir Leon.
Laki laki itu menghela nafas panjang. Ia sedang kesepian sekarang. Butuh teman yang bisa menghibur hati nya yang tengah gundah. Tapi ternyata Ahsa dan Alka yang ia kira bisa menjadi temannya malam ini justru tak ada di rumah.
Leon lantas berbalik badan. Ia hendak pergi dari tempat itu,namun.......
"om brewok....."
Suara itu sukses membuat Leon setengah menunduk menatap ke arah sumber suara.
Dilihatnya disana, Ahsa nampak pulang dari mushola yang berada di samping rumahnya. Dengan kerudung pink senada dengan warna gamisnya, bocah dengan kulit sedikit gelap dan kumel itu nampak menatap aneh ke arah Leon dengan bola matanya yang bulat.
Leon tersenyum. Ia berjongkok sambil menyentuh pundak Ahsa yang berdiri di hadapan nya.
"kamu abis dari mana?" tanya Leon.
"aku abis dari mushola om...biasa, ngaji sama pak ustad ...." jawab Ahsa.
"kakak kamu?" tanya Leon.
"masih di dalam..." ucap Ahsa sambil menoleh ke arah mushola yang masih terlihat ramai banyak anak anak.
"kakak nyuruh aku pulang duluan, biar bisa istirahat...nggak kemaleman boboknya" ucap Asha polos.
Leon tersenyum mendengar nya.
"om sendiri ngapain malem malem kesini?" tanya Ahsa.
"om nggak bisa tidur....dirumah om sepi nggak ada temennya...nggak kayak disini...disini rame..." ucap Leon.
"iya om....disini emang rame...aku aja nggak pernah kesepian kalau ada disini..." ucap Ahsa.
Leon tersenyum manis menatap wajah bocah cantik itu.
Tiba tiba.....
"Ahsa...!" ucap seorang bocah laki laki yang baru keluar dari dalam mushola.
Itu Alka...! ia baru saja selesai dari aktifitas mengajinya bersama seorang ustad di kampung kumuh tersebut.
Bocah sepuluh tahun itupun berjalan mendekati adiknya yang kini tengah berbincang dengan Leon.
"tuan....tuan ada apa malam malam kesini?" tanya Alka.
Leon tersenyum.
"saya nggak ada teman di rumah....nggak tau mau kemana, ya udah....kesini aja...." ucap Leon.
Alka diam.
"Ahsa....masuk gih....tidur...." ucap Alka.
"bentar kak....aku masih pengen main sama om brewok...." ucap bocah wanita itu.
"ini udah malem Sa....." ucap Alka.
"bentar lagi ...aku belum ngantuk...." ucap Ahsa.
Leon tersenyum.
"udah....nurut sama kakak...kamu masuk gih... tidur.....om juga mau pulang ..." ucap Leon.
"katanya om brewok kesepian di rumah.... kesini pengen cari temen, kok malah pulang..?" tanya Ahsa.
Leon hanya tersenyum.
__ADS_1
"ooh...gimana kalau om brewok tidur di sini aja...bareng sama aku sama kak Alka..." ucap Ahsa memberikan ide
"Ahsa...! jangan aneh aneh.....rumah kita sempit, kasihan tuan Leon kalau kalau harus tidur desak desakan sama kita...." ucap Alka.
Leon menatap dua bocah itu bergantian.
"emang boleh kalau om tidur di sini?" tanya Leon.
"boleeeehhh.....!!" ucap Ahsa kegirangan sambil melompat.
"Ahsa....." ucap Alka seolah tak setuju. Ia terlalu malu dan tak enak hati jika Leon tidur di tempatnya yang sangat jauh dari kata layak itu.
Leon tersenyum lagi. Ia mendongak menatap Alka yang yang berdiri di sampingnya.
"Alka, boleh saya tidur di rumah kamu malam ini?" tanya Leon.
Alka nampak berfikir.
"rumah kami sempit tuan...tidak layak untuk tuan..." ucap bocah itu.
"saya sedang butuh teman...bukan tempat yang luas untuk tidur..." ucap Leon.
Alka nampak diam sejenak seolah berfikir.
"boleh?" tanya Leon lagi.
Alka menggaruk kepalanya.
"ya....udah deh....terserah tuan aja....." ucap Alka akhirnya.
"yeeeeee.......asyiiikkk......ayo om....!!!" ucap Ahsa riang samb menarik tangan pria dewasa itu.
Ketiganya pun masuk. Ahsa dengan segera melepaskan kerudungnya. Mengajak laki laki itu untuk masuk ke dalam kamar yang dan sang kakak. Sebuah ruangan selebar tiga kali tiga meter dengan sebuah kasur kapuk lusuh yang menjadi alas tidurnya. Tak ada pintu, hanya ada tirai kain bermotif kuno yang menjadi pembatas antara kamar dan ruang tamu.
Leon diam sejenak. Diamatinya ruangan itu. Sebuah kamar yang sangat jauh dari kata layak. Tidak ada kemewahan ataupun barang barang berharga yang berada di dalam ruangan itu. Sebuah lampu setengah redup nampak tergantung di atas sana, bersanding dengan beberapa sarang laba laba yang nampak menggantung disana. Sepertinya tak pernah di bersihkan. Lagi pun siapa yang membersihkan? Alka dan Ahsa hanya tinggal berdua bukan?
Ahsa bersiap di atas kasurnya. Ia sudah berbaring disana dengan senyum sumringah menatap Leon.
Leon tersenyum lembut.Pria itu naik menuju kasur kapuk tersebut. Ia merebahkan tubuh tegapnya di samping Ahsa sambil matanya menatap lurus ke atas sana.
Alka datang, ia ikut merebahkan tubuhnya di samping sang adik hingga kini posisi Ahsa berada di antara dua pria beda usia itu
"Aku seneng deh....om brewok mau tidur disini....aku jadi ngerasa punya bapak yang nemenin aku tidur..." ucap Ahsa yang sudah ditinggal pergi kedua orang tuanya saat usianya masih dua tahun.
Leon menoleh ke arah bocah yang kini menatapnya penuh kekaguman itu.
"aku boleh nggak ..tidurnya meluk om brewok...." ucap Ahsa.
"Ahsa..yang sopan...!" ucap Alka.
"aku cuma pengen tidur meluk om brewok,biar aku ngerasain tidur meluk bapak..." ucap bocah kecil itu terlihat sedih.
Leon merubah posisi tidurnya. Ia memiringkan tubuhnya, menggunakan satu lengannya sebagai bantal sedangkan satu lengan lainnya tergerak meraih tangan mungil bocah itu dan mengusapnya lembut.
"kamu kangen sama bapak?" tanya Leon.
Ahsa menoleh, lalu mengangguk.
"kamu pengen nggak, punya bapak?" tanya Leon.
Ahsa dan Alka menoleh.
"pengen om...." ucap bocah perempuan itu.
"kalian mau....jadi anak om? tinggal dirumah om, hidup sama om, nemenin om..." ucap Leon.
"kalian nggak perlu tinggal di rumah ini lagi, kalian bisa hidup di tempat yang jauh lebih layak, biar kalian bisa nyaman dan ada yang melindungi kalian..." ucap Leon.
"kalian mau?" tanya Leon lagi.
Ahsa menoleh ke arah sang kakak.
"kak...." ucap Ahsa.
__ADS_1
"kami hanya anak jalanan tuan, anak yatim piatu..." ucap Alka.
"itu sebabnya saya ingin mengangkat kalian jadi anak saya.... karena saya nggak mau kalian besar di jalanan. Masa depan kalian masih panjang...kalian masih punya cita cita yang harus kalian capai..."
"saya dan kalian sama....saya juga hidup sendiri....kita bisa jadi satu keluarga kan?" ucap Leon.
Ahsa mengembun. Ia mau sekali, tapi ia tahu, semua keputusan ada ditangan kakaknya.
"kak...." ucap Ahsa lagi pada sang kakak.
"kami tidak punya apa apa untuk diberikan pada tuan. Kami hanya punya raga dan nyawa...." ucap Alka seolah takut jika suatu saat kebaikan hati Leon saat ini diungkit ungkit di kemudian hari.
"saya tidak meminta apapun Alka, saya hanya ingin mengajak kalian hidup bersama saya... menjadi satu keluarga agar kalian bisa hidup yang layak dan memiliki masa depan yang cerah...." ucap Leon pada bocah itu.
Alka tak bergerak. Ia seolah tengah berfikir keras.
"kalian mau?" tanya Leon lagi.
Alka menoleh ke arah Ahsa yang masih mengembun.
"kak...." ucap bocah kecil itu lagi.
Alka menghela nafas panjang. Ia menatap ke arah Leon dengan sorot mata penuh pengharapan.
"terima kasih atas kebaikan hati tuan....saya bersedia menerima tawaran tuan...tapi sekali lagi saya bilang, saya dan Ahsa nggak punya apa apa untuk membalas semua kebaikan hati tuan..." ucap Alka
Leon tersenyum. Ahsa berbinar.
"jadi boleh kak? aku jadi anak om brewok...?" tanya Ahsa girang.
Alka mengangguk.
"yang penting kamu bahagia dek..." ucap Alka.
Ahsa berbalik badan menatap Leon yang tersenyum lembut.
"mulai sekarang...kalian anak saya....panggil saya papa....kita akan hidup bersama mulai sekarang....malam ini...kita tidur disini...besok kita pindah ke rumah kita yang baru...papa akan ajak kalian jalan jalan besok..." ucap Leon.
Ahsa makin tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.
"aku punya papa...!!" ucap bocah itu sambil memeluk erat tubuh Leon. Laki laki itu tersenyum lebar.
Alka juga ikut tersenyum melihat tingkah sang adik. Leon menggerakkan tangannya,meminta Alka untuk mendekat padanya.
Alka meringsut.Tangan Leon yang kekar dan panjang pun memeluk dua bocah itu. Kini ia punya dua buah hati. Alka dan Ahsa kini akan menemani nya. Menjadi obat kesepian yang selama ini ia rasakan.
Cukup lama Ketiga anak manusia itu saling memeluk,hingga ....
Ahsa mendongak...
"papa...." ucap Ahsa.
"ya...." jawab Leon.
"apa aku juga punya mama?"
.
.
.
.
deeeeegggghhhh......
...----------------...
***Selamat siang....
up 12:03
yuk .. dukungan dulu 🥰🥰***
__ADS_1