Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
166


__ADS_3

ceklek....!


Pintu kamar rawat inap itu terbuka...


Leon dan Aleta reflek menoleh ke arah sumber suara.


Dilihatnya di sana, sepasang suami istri nampak masuk kedalam ruangan itu. Sang istri memasang wajah panik, sedangkan suaminya nampak garang menatap ke arah Leon dan Aleta.


.


.


"papa, ibuk...!" ucap Aleta.


Mario nampak garang. Ia berjalan dengan cepat mendekati anak dan menantunya itu diikuti Sarah di belakangnya.


Mario menatap tajam ke arah Aleta dan Leon secara bergantian.


"sebenarnya apa yang terjadi di antara kalian?! ada apa?!!" tanya Mario tegas. Leon dan Aleta saling pandang sejenak.


"kau bilang kau ingin membawa putriku berlibur. Membawanya menepi dari ibu kota untuk menikmati waktu kalian sebagai sepasang suami istri. Aku mengizinkan mu membawa Aleta pergi, Leon. Karena aku percaya padamu..!"


"tapi kenapa, setelah kalian pulang, Aleta justru menunjukkan gelagat yang tidak baik. Dia murung, tidak mau makan, lebih suka mengurung diri di kamar, dan sekarang, dia sampai masuk rumah sakit...!" ucap Mario dengan sorot mata tajam seolah menyimpan kekecewaan pada laki laki di hadapan nya itu.


"jawab pertanyaan ku, apa yang sudah kau lakukan pada putriku selama kalian di luar kota..?" tanya Mario tegas.


"mas, biarin mereka menjelaskan dulu..." ucap Sarah mencoba menenangkan sang suami.


"JAWAB...!!!" ucap Mario membentak membuat Aleta bahkan terjingkat kaget.


"papaa...." ucap Aleta.

__ADS_1


"diam, Aleta. Papa ingin mendengar penjelasan dari laki laki ini..!" ucap Mario yang kadung di kuasai emosi.


"saya nggak ngapa ngapain Aleta, pa" ucap Leon.


"lalu kenapa dia sampai masuk rumah sakit?!" tanya Mario panas.


Leon tersenyum, begitu juga Aleta. Wanita cantik yang kini terduduk di ranjang pasien itu lantas meraih punggung tangan sang papa. Di arahkan nya tangan kekar sang prajurit tersebut untuk menyentuh perut ratanya.


Aleta tersenyum.


"ada cucu papa di sini, pa" ucap Aleta sambil tersenyum bahagia.


Mario dan Sarah terkejut.


"apa? cucu?!" tanya Mario.


"iya, pa. Aleta hamil, satu minggu.." ucap Leon sambil tersenyum.


"makanya aku bawaan nya males malesan. Ternyata itu bawaan bayi..." ucap Aleta lagi.


"kamu yakin kamu hamil, Al?" tanya Sarah seolah belum percaya dengan apa yang anak dan mantunya itu ucapkan. Mengingat ia juga sama sama tahu, bahwa Leon sudah di vonis susah memiliki keturunan. Ingat kan, kala itu dokter menghampiri ia, suami dan putrinya saat Aleta masih di rawat di rumah sakit pasca di sia siakan oleh Leon?


Saat itu dokter mengatakan bahwa kandungan Aleta sangat baik, namun yang bermasalah adalah Leon.


Namun hari ini, Aleta mengaku hamil anak Leon?


Benarkah? pikir Sarah dan Aleta.


"tadi dokter kesini, buk. Dia menjelaskan semua nya tentang apa yang kami alami secara medis. Aleta juga nggak terlalu bisa nangkep sih. Yang penting, sekarang kita tahu kan. Kalau aku hamil. Anak Leon, cucu ibuk sama papa..." ucap Aleta.


Mario masih nampak diam tak bergerak seolah masih sibuk mencerna apa yang terjadi.

__ADS_1


Aleta yang masih mengarahkan tangan sang papa ke perut ratanya itu kini nampak mengusap usapkan telapak tangan itu disana.


"pa, ada cucu papa disini..." ucap Aleta lagi sambil tersenyum.


Mario menatap sendu ke arah sang putri.


Diam beberapa saat, lalu tersenyum haru. Ia mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang. Di usapnya lembut perut itu dengan penuh kasih sayang.


"papa bahagia untuk kamu, nak. Selamat, kalian akan jadi orang tua sepenuhnya. Anak ini adalah titipan. Jaga dan rawat dia sepenuh hati kalian." ucap Mario yang tiba tiba berubah menjadi haru.


"Aleta, Leon, kita sama sama tahu, kita semua pernah punya masa lalu yang buruk tentang keluarga. Tuhan masih sayang kalian. Masih berbaik hati, memberi kesempatan untuk kalian, menitipkan malaikat kecil di rahim Aleta"


"jaga dan rawat dia, nak. Sejak dalam kandungan sampai nanti dewasa. Jadikan apa yang dulu pernah menimpa keluarga kita sebagai pelajaran untuk kalian tentang bagaimana menjadi orang tua yang baik. Yang bisa menjadi teman, sahabat, guru, juga pelindung untuk anak anak kalian. Jangan sia siakan titipan Tuhan ini." ucap Mario sambil menatap sendu ke arah Leon dan Aleta.


"dan jangan lupa. Selain calon anak kalian yang masih berada di dalam sini, kalian masih punya dua buah hati lagi. Alka dan Ahsa"


"jangan lupakan mereka. Jangan kurangi takaran kasih sayang kalian pada mereka. Dan jangan biarkan mereka merasa tersingkirkan setelah nanti kalian punya anak yang terlahir dari buah pernikahan kalian."


"mereka juga titipan. Mereka juga putra putri kalian. Jangan beda bedakan mereka nantinya. Tetap jaga dan sayangi mereka seperti saat pertama kali kalian bertemu dengan mereka. Tetap sayangi mereka, nak" ucap Mario panjang lebar memberikan nasehat dan petuahnya.


Tak bisa dipungkiri, Mario juga begitu bahagia mendengar kabar ini. Ia akan punya penerus. Cucu pertama yang terlahir dari rahim putri semata wayangnya. Sesuatu yang ia pikir mustahil terjadi mengingat vonis tentang Leon beberapa tahun yang lalu.


Namun nyatanya, Tuhan kembali menunjukkan KuasaNya. Tak ada yang tak mungkin jika Tuhan Yang Maha Kuasa dan Digdaya berkehendak. Leon berhasil memberikan keturunan. Aleta hamil. Mario dan Sarah akan punya cucu. Ahsa dan Alka akan punya adik. Dan keluarga mereka pastinya akan makin hangat dengan hadirnya sang buah hati kesayangan.


...----------------...


Selamat malam....


up 19:56


yuk, dukungan dulu yuk 🥰🥰🥰😘😘

__ADS_1


mampir juga di sini 👇👇 dijamin nggak kalah seru 😁



__ADS_2