
Aleta mempercepat langkahnya sambil terus mengucap istighfar. Hampir saja ia kelepasan melakukan hal tak pantas dengan mantan suaminya itu. Untung ada si bapak bapak berperut buncit, coba kalau nggak....entahlah...!
Aleta masih berjalan menjauh dari lorong toilet, Leon yang berada di belakangnya dengan jarak yang cukup jauh hanya memperhatikan wanita itu dari kejauhan sambil mengayunkan kakinya ringan. Bibir merah yang dikelilingi jenggot dan jambang lebat itu tak henti mengulum senyum. Selama ini ia hanya bisa melihat dan memperhatikan Aleta dari kejauhan, namun hari ini, Tuhan memberikan kesempatan untuknya berdekatan dengan mantan istrinya itu.
Senang sudah pasti,
bahagia apa lagi....
Akhirnya ia bisa kembali menikmati wajah ayu itu dari jarak yang sangat dekat, menghirup aroma wangi tubuhnya, merasakan hembusan nafasnya, bahkan bersentuhan kulit dengannya walaupun hanya singkat.
Leon benar benar bahagia.....
Laki laki itu masih mengikuti langkah Aleta,
Hingga .....
"Aleta..!"
Suara itu berhasil membuat Aleta yang berada sedikit jauh di depan Leon pun menoleh ke arah sumber suara. Leon yang masih memfokuskan matanya pada objek cantik yang jauh disana pun juga memelankan langkah kakinya. Ia ikut menoleh ke arah sumber suara, dimana seorang laki laki berbadan tegap dengan balutan jaket abu abu senada dengan Aleta nampak berjalan mendekati wanita itu.
Itu Sean....!
Ya.....Leon masih ingat laki laki itu...! Laki laki yang pernah ia libatkan dalam konflik rumah tangganya. Yang ia kira selingkuhan Aleta namun ternyata adalah ajudan dari ayah kandung Aleta.
Leon yang semula tak henti menebar senyum seketika itu diam tak bergerak. Ia menatap nanar ke arah dua anak manusia yang kini terlihat berbincang cukup akrab itu.
__ADS_1
"kamu dari mana aja?" tanya Sean.
"aku tadi abis di kejar orang" ucap Aleta.
"kamu maling?!" tanya Sean dengan raut wajah setengah kaget.
"apasiiihh....!!!!!" ucap Aleta sambil memukul ringan dada Sean.
Laki laki itu tergelak. Ia mengacak acak gemas pucuk kepala Aleta membuat rambut panjang terurai wanita itu pun sedikit berantakan dibuatnya.
"dah yuk... laper....makan dulu...kita masih harus pergi lagi loh...." ucap Sean.
"iya....iya....." jawab Aleta.
Sean meraih tangan Aleta lalu menariknya seolah sudah tidak sabar untuk segera cari makan. Aleta hanya terkekeh mendapati perlakuan dari laki laki itu.
Aleta menjadi istri penurut, menebar senyum tiap kali berada di sampingnya. Tapi saat berada di belakang Leon, ia bahkan menangis tersedu sedu.
Ingatkan, kejadian saat Aleta mengadu pada ibunya tentang perlakuan Max,mantan anak buah Leon...?
Ia menangis sejadi jadinya di sana. Ia bahkan terlalu takut untuk sekedar meminta perlindungan dari laki laki itu.
Leon tersenyum getir.
Aleta sudah bahagia.
__ADS_1
Sesuai dengan apa yang ia harapkan selama ini. Rupanya Mario dan orang orang terdekatnya benar benar bisa memberikan kebahagiaan untuk Aleta. Tak seperti dirinya, yang hanya bisa memberikan luka dan trauma untuk wanita yang katanya ia cintai itu.
Ya....selama ini Leon memang tak pernah tahu tentang kabar Aleta. Semua terjadi karena memang Mario menutup rapat segala tentang dua wanita tersayangnya itu. Leon tak punya celah untuk mencari tahu bagaimana kabar wanita tersayangnya tersebut.
Yang ia tahu, Aleta pernah mengikuti sebuah ajang pencarian bakat menyanyi di luar negeri, meskipun tak jadi pemenang,namun hal itu sukses membuat Aleta dikenal banyak orang di negeri ini. Hingga akhirnya setahun yang lalu Aleta pulang kembali ke negara asalnya. Sejak saat itulah Leon mulai berburu kabar tentang Aleta meskipun tak banyak yang ia dapatkan. Tak ada hal hal pribadi tentang wanita itu yang terkuak di publik. Paling banyak hanya tentang perjalanan karirnya saja. Selebihnya....lagi lagi, Mario menutupnya rapat rapat. Ia seolah tak mau hal hal yang bersifat pribadi tentang anak dan istrinya menjadi konsumsi khalayak ramai.
Leon menghela nafas panjang. Ia mengedarkan pandangannya ke segala arah sambil mengerjab ngerjabkan matanya seolah menahan agar tak ada setitik air mata yang tumpah.
Entahlah, ia merasa sesak melihat pemandangan di hadapannya itu. Laki laki itu kemudian berbalik badan, berniat untuk menuju toko peralatan olah raga guna membelikan sepatu bola untuk Alka.
...----------------...
Selamat sore.....
up 17:20
mau tanya......
atau lebih tepatnya minta saran.....
masih ada yang nungguin rilisnya kisah dedek gemes ini nggak?👇
mau minta saran....
__ADS_1
misalkan dilanjut,mau di rilis bulan ini tapi up nya belum efektif kayak biasanya, sehari satu kali atau dua hari sekali....atau nungguin novel yang ini tamat dulu?
Minta pendapat nya, terutama buat pembaca lama, yang lain juga boleh ikut coret di kolom komen....🥰🥰🥰🥰🥰