Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
149


__ADS_3

ceklek....


pintu utama rumah sang jenderal terbuka.


"assalamualaikum.." ucap pria berperawakan militer dengan dua box pizza di tangannya itu.


"wa alaikum salam.." jawab seorang wanita cantik yang terlihat hendak menaiki tangga rumahnya sambil membawa dua gelas susu.


Ya, itu Aleta. Ia hendak menuju kamar putra putrinya setelah dari dapur membuatkan susu untuk kedua bocah itu.


Aleta yang melihat kedatangan sang ayah pun mengurungkan niatnya sejenak. Di letakkan nya dua gelas itu di atas meja kecil di sana lalu berjalan mendekati sang ayah yang baru saja pulang dari bertugas itu. Di raihnya punggung tangan Mario lalu menciumnya.


"papa baru pulang?" tanya Aleta.


"iya. Nih, pizza pesenan kamu" ucap Mario sambil mengangkat dua kotak pizza di tangannya.


Aleta tersenyum sambil meraih dua kotak makanan mahal itu.


"makasih, papa" ucap Aleta manis.


"sama sama, sayang. Oh ya, ibuk mana?" tanya Mario.


"ada di kamar kayaknya masih sholat, pa. Papa mau aku bikinin kopi?" tanya Aleta menawarkan diri.


"nggak usah, sayang. Biar nanti ibuk aja" ucap Mario sambil tersenyum.


"ya udah kalau gitu aku bawa ini ke kamar anak anak dulu ya, pa" ucap Aleta.


"iya, sayang.." ucap Mario.


Aleta pun berbalik badan. Membawa dua kotak pizza itu lalu mendekati meja rendah dimana dua gelas susu ia letakkan tadi. Wanita itupun membawa susu dan pizza tersebut menuju kamar sang buah hati. Mario hanya tersenyum melihat punggung Aleta yang perlahan mulai hilang dari pandangan.


Di dalam kamar Alka dan Ahsa...


daghh...daghh...daghh....


"Alka, Ahsa, bukain dong nak, tangan mama penuh nih nggak bisa buka pintu" ucap Aleta dari luar kamar.


"iya, ma" jawab Alka sang kakak dari dalam kamar.


Ceklek...


pintu kamar pun terbuka.


Alka muncul dari balik pintu. Aleta tersenyum ke arah bocah itu.


"wah, mama bawa apa?" tanya Alka tanpa menutup pintu. Ia berjalan mengikuti mama barunya itu masuk ke dalam kamar dan mendekati Leon serta Ahsa yang duduk di sebuah karpet puzzle di sana.

__ADS_1


"kakek baru pulang, bawa pizza buat kita. Kalian mau?" tanya Aleta sambil mendudukkan tubuhnya.


"ini di beresin dulu, sayang" ucap Leon pada sang putri.


"aku mau, ma...!" ucap Ahsa dengan crayon di tangan nya.


"aku juga mau..!" ucap Alka sambil mendudukkan tubuhnya di samping sang adik.


"iya, tapi ini di beresin dulu. Kasian mama capek pegang pizza sama susunya.." ucap Leon sambil memunguti berbagai alat lukis yang berceceran di karpet itu. Ia memang baru saja menemani putra putrinya itu melukis dan mewarnai tadi.


Ahsa dan Alka pun dengan cepat mengemasi peralatan mewarnainya, memasukkan nya ke dalam tas Mickey mouse milik Ahsa lalu meletakkan tas itu di atas meja belajar pink yang berada di kamar itu.


Itu adalah kamar baru Ahsa dan Alka. Aleta menghias sendiri kamar itu dengan bantuan Sean dan Lala, teman sekaligus managernya.


Kamar sudah rapi. Aleta meletakkan dua gelas susu putih itu di atas meja rendah yang tadi Ahsa gunakan untuk mewarnai. Dua kotak pizza pun dibuka. Ahsa dan Alka nampak menelan ludahnya. Dengan tidak sabarnya si kecil imut itu menggerakkan tangannya hendak meraih sepotong pizza itu, namun..


plaaaaaakkk....!


"aaakkkhh...!!"


"Alka..!" ucap Leon kaget dengan apa yang Alka lakukan. Ia menepuk punggung tangan Ahsa seolah melarang bocah itu mengambil potongan pizza disana.


"kakak kenapa sih, orang aku mau makan malah di pukul..!!" ucap Ahsa protes dengan wajah kesalnya. Matanya nampak mengembun menatap tak suka ke arah sang kakak.


"nggak sopan, Ahsa. Orang tua dulu yang ngambil. Baru kita..! itu namanya nggak sopan kalau kayak gitu..!" tegur bocah sepuluh tahun itu membuat Ahsa menunduk.


"papa, mama, ambil dulu.." ucap Alka.


Aleta dan Leon saling pandang. Keduanya lantas tersenyum ke arah bocah laki laki tersebut.


"kalian makan aja, papa sama mama nggak laper" ucap Aleta.


"nggak boleh gitu, ma. Kita harus makan sama sama, biar enak. Kan kita keluarga sekarang" ucap Alka.


Aleta tersenyum manis. Dewasa sekali bocah ini. Ia juga sangat perhatian sebagai seorang anak. Pikir wanita tersebut.


Aleta pun mengangguk. Ia mengambil dua potong pizza untuk dirinya dan Leon. Setelah kedua orang tuanya mendapatkan potongan pizza, barulah ia menyodorkan kotak makanan enak itu pada Ahsa. Ahsa pun mengubah mimik wajahnya kembali girang.


"kakak, aku panggil kakek sama nenek ya, biar makan bareng bareng sama kita." ucap Ahsa.


"boleh" ucap Alka.


Ahsa pun segera bangkit. Ia berlari menuju pintu kamar sang kakek dan nenek yang berada di ujung lantai dua. Pintu kusen itu nampak tertutup. Ahsa pun mengetuknya perlahan.


tok...tok...tok....


tak ada sahutan.

__ADS_1


tok...tok....tok.....


ceklek...


Pintu kamar terbuka. Pak jenderal muncul dari balik pintu dengan celana pendek dan kaos singlet putih nya. Hingga memperlihatkan otot otot tubuhnya yang besar dan kekar khas seorang prajurit.


Ahsa melongo di buatnya. Rupanya ada yang lebih besar dari badan bapak angkatnya.


"ada apa?" tanya Mario.


"oh kakek tentara, aku punya pizza, makan pizza yuk" ucap bocah itu polos.


"kakek udah kenyang. Kakek beli tadi kan buat kamu sama kakakmu, udah, makan sana.." ucap Ahsa.


"kata kakak, kita sekarang keluarga. Kalau keluarga itu, yang satu makan, yang lain juga ikut makan. Apalagi orang tua, harus di duluin.." ucap Ahsa polos nan lugu.


Sarah muncul dari balik pintu sambil mengenakan hijabnya.


"nenek, nenek juga ikut makan ya..." ucap Ahsa lagi.


Sarah hanya mengangguk sambil tersenyum.


Ahsa meraih telapak tangan pak jenderal berniat menariknya namun tak jadi.


"kenapa?" tanya Pak Jenderal.


"mau aku tarik, tapi kayaknya nggak bisa. Kakek badannya gede banget..! kayak papa..!" ucap Ahsa polos membuat sang jenderal tergelak.


Mario pun mendekat.


"ya udah, kalau gitu kamu yang kakek gendong..!" ucap Mario sambil mengangkat tubuh bocah itu dengan entengnya. Ahsa pun tersenyum lebar. Ia pun menuju kamarnya bersama sang jenderal dan Sarah di belakangnya.


"kakak..! aku udah bawa kakek..!" ucap Ahsa saat sudah sampai di dalam kamarnya.


Mereka pun duduk, berkumpul bersama di atas karpet puzzle yang berada di dalam kamar bermotif angkasa luas itu.


Alka menyodorkan kotak pizza nya, sedangkan Ahsa kini berpindah posisi duduk di pangkuan sang kakek. Entahlah, kenapa sejak selesai ijab qobul tadi pagi Ahsa jadi lengket sekali dengan pak jenderal.


Mereka pun makan makanan itu bersama-sama sambil diselingi obrolan obrolan ringan yang hangat. Sesekali tawa tercipta dari keluarga baru itu. Terlebih lagi ketika si kecil Ahsa kembali bertingkah polos dan lucu. Membuat semua tergelak di buatnya.


...----------------...


Selamat sore..


up 16:02


yuk, dukungan dulu 🥰😘

__ADS_1


__ADS_2