Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
112


__ADS_3

Siang menjelang....


Sebuah mobil mewah nampak berhenti di depan sebuah rumah megah milik Leonardo Alfindo Ganada.


Seorang pria berkacamata nampak turun dari kendaraan yang di bawanya itu lalu dengan segera berjalan menuju pintu utama rumah mewah itu.


cekleek....


pintu rumah dibuka tanpa di ketuk. Bayu berjalan menaiki tangga rumahnya dan segera menuju kamar anak anak Leon yang berada di lantai dua istana sang tuan.


ceklek....


"assalamualaikum...." ucap Bayu.


"wa alaikum salam..." jawab kedua bocah tersebut.


Bayu tersenyum.


Dilihatnya disana Alka dan Ahsa nampak berada di depan meja rias kamar bercorak alam itu. Alka sang kakak bahkan nampak begitu telaten menyisir rambut si kecil Ahsa yang saat ini tengah duduk di kursi meja rias itu.


"om Bayu....." ucap Ahsa.


Bayu masuk ke dalam kamar itu.


"udah siap?" tanya Bayu.


"bentar lagi om....rambutnya Ahsa di iket dulu..." ucap Alka. Bayu tersenyum melihat keakraban dua kakak beradik itu. Sangat terlihat jelas sekali betapa Alka begitu menyayangi adik perempuan nya tersebut.


Ya.....hari ini Leon akan mengajak dua buah hatinya untuk menyaksikan pertandingan sepak bola, sebelum itu Leon akan mengajak Ahsa dan Alka untuk makan di cafe terlebih dahulu sambil menyaksikan Aleta tampil di atas panggung siang ini.


Dengan baju oren khas sebuah club sepak bola ternama di negeri ini, dua bocah itu nampak tak lepas menyunggingkan senyuman bahagia mereka. Keduanya benar benar dimanjakan oleh Leon.Laki laki tak beristri itu benar benar memperlakukan kedua bocah itu bak putri dan pangeran.


"siap om..." ucap Ahsa yang nampak sudah rapi dan cantik.


"udah? ya udah yuk....kita ketemu papa...." ucap Bayu.


"oke om...!!" jawab kedua bocah itu.


Mereka pun bergegas pergi meninggalkan tempat itu untuk menuju kantor Leon.


Sepanjang perjalanan menuju PH milik sang papa, Ahsa dan Alka nampak begitu antusias. Kedua bocah yang duduk di jog belakang itu seolah tak henti berceloteh. Alka sang kakak bahkan nampak begitu bahagia menyanyikan berbagai yel yel suporter yang sudah sangat ia hafal di luar kepala. Pertanda bahwa bocah itu memang sangat mencintai salah satu cabang olahraga tersebut.


Satu jam perjalanan.

__ADS_1


Mobil itu sampai di PH milik Leon. Bayu pun mengajak Ahsa dan Alka masuk ke dalam bangunan tinggi itu, membawa kedua buah hati sang tuan itu untuk masuk ke dalam lift dan menuju lantai dimana ruangan sang tuan berada. Selama di dalam lift, Ahsa yang cerewet tak henti berceloteh. Ini pengalaman pertama nya dan sang kakak masuk ke dalam kotak besi itu,membuat nya begitu antusias. Bayu yang mendengar celotehan itupun hanya terkekeh mendengar kepolosan dua anak angkat sang tuan itu.


Tingg.....


pintu Lift terbuka...


Ahsa dan Alka segera keluar dari tempat itu dan menuju ruangan Leon bersama Bayu.


"papaaaaaaa......!!!" ucap Ahsa dan Alka saat sudah sampai di ruangan Leon. Kedua bocah itupun berlari ke arah Leon lalu memeluk sang ayah yang kini nampak tersenyum ke arah meraka.


Ahsa dengan cepat naik ke pangkuan sang papa yang duduk di kursi kerjanya. Sedangkan Alka berdiri di samping Leon sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah.


"waaahhh....ruangan kerja nya papa bagus.....luas lagi...udah kayak rumah..." ucap Alka kagum.


"iya....mana tinggi banget lagi...papa nggak takut gedungnya ambruk?" tanya Ahsa polos membuat Leon terkekeh.


"ya enggak lah, sayang..." ucap Leon sambil memeluk pinggang putrinya.


"tapi serem pa....tadi aja kit naik lift takut ya Sa ya...." ucap Alka.


"iya...takut tiba tiba lift nya rusak trus jatuh....!" ucap Ahsa lagi membuat Leon kembali terkekeh.


"kalian ada ada aja...udah... sekarang papa kerja dulu...bentar lagi kita ke kafe buat makan siang...abis itu kita nonton bola..." ucap Leon.


"yeeeeeyy..... nonton bola....!" ucap Alka girang.


"kayak ngerti BTS aja kamu..." ucap Alka.


"ya ngerti lah....itu...yang orang orang ganteng...yang mukanya putih putih...." ucap Ahsa begitu polos.


"emang kamu bisa bahasa orang BTS?" tanya Alka.


"ya...nggak bisa sih... tapi kan yang penting joget...orang aku mau nonton konser bukan mai ngobrol" ucap Ahsa lagi membuat Leon tergelak.


"udah...udah....kalian kalau berantem nggak selesai-selesai....mending sekarang kalian duduk, main dulu di sofa sana, papa mau kerja dulu..." ucap Leon.


"oke pa...." jawab Alka dan Ahsa. Kedua bocah itupun lantas menuju sofa, menunggu sang papa selesai bekerja lalu pergi untuk makan siang dan menonton pertandingan bola.


Leon kembali sibuk dengan ponselnya....


tiba tiba .....


ting ...

__ADS_1


1 pesan masuk.


Leon meraih benda pipih itu dan membuka pesan yang tertera di ponsel itu.


Mantan...


"aku udah perjalanan ke cafe....satu jam lagi tampil"


Leon tersenyum lucu. Pengen banget di tonton nih mantan istri? pikirnya.


Dengan segera ia pun mengetikkan sesuatu di sana.


"*lagi sibuk" balasnya.


"ya udah...nggak penting🤬" balas Aleta.


"sepertinya kamu pengen sekali aku menyaksikan penampilan mu....aku dulu sudah sering melihat kau tampil Aleta...penampilan yang khusus hanya untukku...saat belum banyak orang mengenal mu" tulis Leon.


"ya kan bedaaaa...." jawab Aleta*.


Leon tersenyum lagi. Lalu mengetik lagi....


"nggak pengen coba tampil khusus untukku lagi?gitarmu masih tersimpan rapi di kamarku..." tulis Leon.


Ponsel hening cukup lama. Aleta tak kunjung menjawab pesan dari laki laki itu. Lalu......


ting....


1 pesan masuk...


Mantan....


"minta izin sama pak jenderal dulu gih...." tulisnya.


Leon tersenyum lebar.


"otw" tulisnya.


Leon kembali mengulum senyum sumringah. Ia menjatuhkan tubuhnya ke sandaran kursi kerjanya sambil tak henti mengulum senyum membaca pesan dari Aleta. Apa ini sinyal dari wanita itu untuk memintanya segera menemui orang tua Aleta? toh keduanya juga sama sama masih sendiri...


...----------------...


***Selamat pagi....

__ADS_1


up 04:59


yuk... dukungan dulu 🥰🥰🥰🥰***


__ADS_2