Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
146


__ADS_3

Hari makin siang....


Dua jam sudah sepasang pengantin baru itu berada di dalam kamar mereka.


Di atas ranjang yang terlihat sangat kusut, dua pria wanita itu nampak asyik dengan aktifitas mereka sendiri di bawah balutan selimut tebal. Dengan tubuh yang masih polos, Aleta nampak asyik memainkan ponselnya sendiri. Sedangkan di belakangnya, Leon memeluk tubuh ramping itu sambil sesekali memberikan kecupan kecupan lembut di pundak putih mulus sang istri tersayang.


Aleta meletakkan ponselnya. Berniat untuk bangun dan kembali membersihkan diri lalu keluar kamar.


Namun belum sempat Aleta melakukan nya, Leon justru makin mengeratkan pelukannya terhadap wanita cantik itu seolah tak mengizinkan Aleta untuk berpindah posisi.


"mau kemana?" tanya Leon sambil memeluk tubuh ramping Aleta.


"mau keluar lah, ntar anak anak nyariin..!" ucap Aleta.


"mereka aman sama ibuk. Ibu kamu tahu kita butuh waktu berdua." ucap Leon sambil menggerak gerakkan kepalanya di punggung mulus istrinya.


Aleta tersenyum. Ia kemudian mengubah posisi tubuhnya. Berbalik badannya menghadap sang suami hingga kini posisi wajah Leon tepat berada di depan dada Aleta.


Leon tersenyum. Di dekatkan wajah berjambang lebatnya itu ke dalam belahan indah diantara dua benda menggantung milik Aleta. Membuat wanita itu terkekeh di buatnya. Laki laki itu seolah tak mau melepaskan wanita cantik itu barang sejenak pun.


"udah dong, ntar Ahsa nyariin. Nggak enak sama ibuk" ucap Aleta


Leon mendongak sejenak. Di tatapnya wajah cantik itu. Lalu kembali lagi ia membenamkan wajahnya di belah dada Aleta dan menggerak gerakkan kepala itu disana membuat Aleta merasa kegelian dibuatnya.


Aleta mencoba berontak, namun sepertinya Leon tak mengizinkannya.


"udah..!" ucap Aleta sambil terkekeh.


"apasih?" tanya Leon.


"lepasin, aku mau mandi" ucap Aleta.


"barengan.." ucap Leon.


"nggak mau" ucap Aleta.


"kenapa?"


"kalau barengan nggak selesai selesai..!"


"ya udah, kalau gitu nggak usah mandi..!" ucap Leon sambil kembali mengeratkan pelukannya membuat Aleta lagi lagi tak bisa bergerak.

__ADS_1


"lepasin ih..! bapak..!!" ucap Aleta kewalahan.


"jangan panggil aku bapak...!" ucap Leon gemas sambil menggigit area dada wanita itu di akhir kalimat nya membuat Aleta menjerit kaget.


"sakiiit...!!" ucap Aleta sambil menyentuh bekas gigitan Leon dengan wajah cemberut.


"makanya jangan nakal..!" ucap Leon.


Aleta hanya terkekeh.


"ya udah maunya di panggil apa?" tanya Aleta.


"sama seperti yang dulu" ucap Leon sambil menatap dalam ke arah Aleta.


Aleta tersenyum manja.


"sayang?" tanya Aleta.


Leon mengangguk.


Aleta tersenyum.


"ya udah tapi lepasin ah, aku mau mandi..!" ucap Aleta.


"ih, ganjen banget udah tua..!" ucap Aleta.


"terserah..! cepat..!" ucap Leon sambil mendongakkan kepalanya ke wajah Aleta dengan mata terpejam. Seolah menunggu wanita itu untuk mengabulkan permintaan nya.


Aleta pun menurut. Di tangkupnya wajah berjambang itu. Lalu dikecupnya bibir merah yang dikelilingi bulu bulu lebat tersebut dengan lembut.


"lagi" ucap Leon.


Aleta menurut lagi. Ya sudahlah, udah lama nggak kayak gini ya kan? Biasanya dulu Leon selalu melakukan hal seperti ini tiap hari dengan wanita yang berbeda beda. Bisa puasa lima tahun udah hebat banget itu mah😝🤣


Aleta kembali mengecup lembut bibir itu.


"lagi" ucap Leon lagi.


Aleta terkekeh di buatnya.


Wanita itu kembali mengecup bibir tersebut. Kini dengan durasi yang lebih lama. Wanita itu nampak meluu mat benda yang dikelilingi bulu bulu lebat itu membuat hasrat Leon kembali bergejolak.

__ADS_1


Leon membalas serangan bibir itu. Keduanya kembali terlibat perang lidah sebelum akhirnya Leon melepaskan istrinya dan membiarkannya pergi untuk membersihkan diri dan menemui anak anaknya.


...****************...


Hari terus berlanjut.


Kini mentari mulai tergelincir ke arah barat.


Sebuah mobil dinas yang di tumpangi dua prajurit beda usia itu terlihat berhenti di sebuah lahan parkir rumah sakit besar di kota itu.


Sean sang supir sekaligus ajudan nampak turun dari kursi kemudi nya. Ia menuju pintu belakang dan dengan segera membuka pintu tempat dimana sang jenderal duduk dengan nyaman nya di dalam kendaraan dinas mereka.


Mario turun. Dengan seragam khas prajurit yang masih lengkap ia berjalan memasuki rumah sakit itu dan menuju ke meja resepsionis.


Ditanyakan nya ruangan tempat seorang napi wanita itu dirawat. Setelah mendapatkan informasi dari pihak resepsionis, Mario dan Sean di belakangnya bergegas menaiki lift, menuju lantai delapan tempat dimana kamar sang besan, Renata berada.


Tak lama, kedua pria beda usia itu sampai di lantai yang di tuju. Dari kejauhan, dilihatnya dua perwira polisi nampak berjaga di depan sebuah ruang rawat inap. Sudah pasti, itulah ruangan Renata.


Mario pun mendekat.


Dua perwira polisi itu menegakkan posisi tubuh mereka lalu memberikan hormat kepada sang jenderal dan ajudannya.


Mario dan Sean pun membalasnya.


"selamat sore, apa benar ini ruangan narapidana bernama Renata?" tanya Mario.


"siap..! benar, jenderal..!" ucap salah seorang perwira polisi itu.


"boleh saya menjenguknya?" tanya Mario.


"siap..! silahkan jenderal" ucap seorang polisi itu.


"terima kasih" ucap Sang jenderal.


Mario dan Sean pun masuk ke dalam ruangan itu. Sama seperti pembesuk tahanan lainnya. Seorang polisi nampak mengikuti kedua prajurit itu dari belakang guna memastikan kondisi di dalam ruangan selama proses besuk aman.


...----------------...


Selamat pagi...


up 05:05

__ADS_1


yuk, dukungan dulu 🥰🥰


__ADS_2