
Pria berkacamata dengan lesung pipit di pipi itu nampak keluar dari sebuah toko kue yang berada di kota itu.
Dengan satu kotak kue donat yang masih hangat sesuai permintaan sang nyonya besar yang tengah berbadan dua, Bayu pun masuk ke dalam mobil mewah milik Leon yang ia gunakan sebagai alat transportasi semenjak bekerja pada sang Leon.
Bayu menghela nafas panjang. Dilihatnya kotak donat yang sempat menjadi ajang perdebatan antara dirinya dan pemilik toko donat itu.
"bismillah lah, semoga nyonya besar nggak ngamuk" ucap Bayu sambil mengusap wajahnya kasar.
Bayu pun segera melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Bukan maksud apa apa. Ia hanya takut jika donat hangatnya keburu dingin sampai di rumah sang nyonya. Mengingat ibu hamil itu memesan donat hangat tadi. Dan lagi, sempat ada kendala saat ia memesan donat di toko kue itu, mengakibatkan pesanan sang ibu hamil mungkin akan sedikit tidak sesuai ekspektasi Aleta. Takutnya Aleta makin ngamuk nantinya jika ia tak segera sampai di kediaman nya .
Mobil terus melesat menuju kediaman pak jenderal. Tak butuh waktu lama, kendaraan bernilai fantastis itupun sampai di kediaman sang nyonya besar.
Bayu dengan segera turun dari mobilnya. Di raihnya kantong kresek putih berisi sekotak donat itu dan membawanya turun untuk masuk menemui Aleta.
Bayu melangkah kan kakinya menuju pintu utama, namun saat sampai di depan pintu kusen dengan warna coklat itu, tiba tiba.
"berhenti..!" ucap seorang wanita cantik dengan tubuh tinggi ramping dan rambut sebahu yang indah. Wanda..!
Bayu terdiam. Ia masih ingat dengan wanita yang pernah ia jumpai di rumah ini beberapa hari yang lalu itu.
"eh, ada apa, mbak?" tanya Bayu.
"maaf, anda siapa dan ada perlu apa?" tanya Wanda.
"oh, mau kenalan?" tanya Bayu dengan PD nya. Di angkatnya tangan kanannya Lalu di ulurkan ke arah Wanda seolah mengajak untuk berjabat tangan.
"kenalin, Bayu, asisten nya tuan Leon" ucap pria berkacamata itu.
Wanda mengernyitkan dahinya. Menatap aneh ke arah pria itu. Polos, bodoh, atau memang doyan bercanda sih nih orang? pikir Wanda.
"saya bukannya mau kenalan, tapi saya tanya, anda siapa dan ada perlu apa datang kemari? saya di tugaskan untuk menjaga rumah ini termasuk orang orang di dalamnya. Jadi saya ini berhak tahu, anda ini siapa dan ada perlu apa? " ucap Wanda tegas tanpa senyuman khas seorang abdi negara yang berwibawa.
"oh, bilang kek dari tadi. Kirain mau kenalan..!" ucap Bayu sambil mengulum senyum ke arah wanita tegas itu.
"saya mau ketemu nyonya Aleta. Dia pesan donat katanya, lagi ngidam. Nih donatnya.." ucap Bayu lagi sambil mengangkat kresek berisi donat hangat itu.
"boleh saya lihat?" tanya Wanda.
"silahkan..." ucap Bayu santai.
Wanda pun mengeluarkan kotak itu. Lalu memeriksa donat panas yang polos itu.
"nyonya Aleta lagi hamil, mbak. Kemauan nya aneh aneh. Mbak nya udah pernah hamil belum? emang kalau orang hamil suka begitu ya?" tanya Bayu nyerocos namun tak di gubris oleh Wanda.
Wanda hanya melirik sinis sekejap. Wanita itu lantas mengernyitkan dahinya.
"ini apa?" tanya Wanda sambil mengangkat sebuah kantong plastik bening berisi beberapa topping.
Bayu nampak menggaruk kepala bagian belakangnya.
"itu topping..!" ucap Bayu.
"topping?" tanya Wanda lagi.
__ADS_1
"tadi nyonya minta donat anget, tapi maunya di kasih topping yang rapi. Yang punya toko ampe geleng geleng. Katanya kalau donat anget nggak bisa di kasih topping. Ya udah, Akhirnya saya bayar dobel. Saya minta polosan sekalian minta topping nya yang lengkap plus lengkap biar di topping in ndiri." ucap Bayu dengan begitu polosnya.
Ya, itulah kendala yang di maksud Bayu. Donat tidak bisa di hias selagi masih panas. Sedangkan Aleta meminta donat yang topping nya rapi. Gimana bikinnya?
Wanda mengernyitkan dahi nya. Ide Bayu memang di luar akal. Jadi ini maksudnya majikannya di suruh kasih topping sendiri, begitukah? hebat sekali pria berkacamata ini.
"udah belum cek nya? keburu dingin donatnya.." tanya Bayu.
Wanda mengangguk. Ia lantas menyerahkan donat dalam box itu pada pria tersebut. Wanita itu kemudian membukakan pintu utama rumah itu dan mempersilahkan Bayu untuk masuk ke dalamnya.
"perhatian banget, ampe di bukain pintu segala..." ucap Bayu sambil mengulum senyum membuat Wanda memalingkan wajahnya
Bayu pun dengan segera masuk ke dalam rumah itu guna menemui Aleta. Setelah mendapat kan informasi dari seorang pelayan bahwa Sarah dan Aleta berada di ruang keluarga bersama Ahsa, pria lajang itupun segera menuju ruangan itu untuk menyerahkan donat pesanan Aleta.
"nyonya," ucap Bayu yang kini berada di ruang keluarga.
Aleta, Ahsa dan Sarah pun menoleh.
"Mas Bayu..." ucap Aleta sambil bangkit dari rebahan nya.
Bayu nampak tersenyum.
"bawa donat ya?" tanya Aleta.
"iya, nyonya..." jawab Bayu lagi.
"mana?" tanya Aleta lagi dengan raut wajah tak sabar.
Bayu pun mendekat. Di serahkan nya box donat tersebut pada sang nyonya. Aleta yang nampak sudah tidak sabar pun dengan segera membukanya. Namun....
Bayu menggaruk garuk kepala bagian belakangnya.
"ya, soalnya tadi kata penjual donatnya kalau donat masih anget susah di topping nya, nyonya. Jadi saya minta di kasih toping toping itu aja. Biar nanti bisa nyonya topping sendiri sesuai selera. Itu udah lengkap loh nyonya topping nya..." ucap Bayu setengah takut.
Aleta nampak murung. Bayu menunduk takut. Ahsa menatap ke arah Bayu dan Aleta bergantian. Sarah hanya tersenyum.
"hayolooh....mama sedih. Om Bayu siiihh....." ucap Ahsa membuat Bayu makin panas dingin.
Sarah pun bangkit.
"makasih ya, Bayu. Udah berinisiatif minta topping yang banyak. Biar saya aja yang toppingin.." ucap Sarah lembut.
"i...iya, nyonya.." ucap Bayi setengah gugup.
Sarah duduk di samping Aleta. Diraihnya satu donat polos disana.
"mama topping in aja ya. Donat kalau masih hangat memang susah di kasih topping, nak. Apalagi kamu mintanya nggak belepotan" ucap Sarah lembut.
"kamu makan dulu yang ori gih. Ini mama toppingin dulu, ya..." ucap Sarah lembut.
Aleta hanya mengangguk samar membuat Bayu bisa bernafas lega.
"nyonya Sarah, nyonya Aleta. Tugas saya kan sudah selesai. Kalau begitu saya pamit dulu mau balik ke kantor. Sudah di tunggu tuan Leon" ucap Bayu.
__ADS_1
Sarah mengangguk. Begitupun Aleta. Bayu pun segera pamit undur diri.
Pria berkacamata itu lantas pergi dari tempat itu dan keluar dari rumah tersebut melalui pintu utama bangunan megah itu.
"halo..." ucap Bayu pada Wanda yang masih setia berdiri di depan pintu utama.
Wanda pun menoleh.
"ya..." jawabnya santai.
"eemm....begini, saya dapat perintah dari tuan Leon. Katanya saya harus meminta nomor WhatsApp kamu" ucap Bayu.
Wanda mengernyitkan dahinya.
"untuk?" tanya wanita yang nampak dewasa itu.
"ya kan sekarang anda yang di tugaskan untuk menjaga nyonya Aleta. Saya harus punya nomor hp anda, biar nanti saya bisa dengan mudah menghubungi anda jika sewaktu waktu tuan butuh informasi atau bantuan anda mengenai nyonya Aleta" ucap Bayu dengan lancarnya berbohong.
Wanda nampak mengamati laki laki itu dari atas sampai bawah.
"bagaimana?" tanya Bayu.
Wanda nampak berfikir sejena. Wanita berlesung pipit itu lantas mengangguk.
"ya sudah, mana ponsel nya.." ucap Wanda.
Bayu pun menyerahkan ponselnya sambil mengulum senyum kemenangan. Mudah sekali, pikir Bayu.
Wanda mengetikkan nomor nya di sana dan menyimpan nya. Setelah selesai, wanita itupun lantas menyerahkan benda pipih itu pada pria lajang berkacamata tersebut.
"thank you" ucap Bayu.
Wanda mengangguk.
Bayu pun segera pergi dari tempat itu. Dalam hatinya tak henti bersorak. Ia berhasil mendapatkan nomor ponsel wanita manis yang baru dua kali ia jumpai itu. Pembawaan tubuh yang tenang dan seolah biasa saja yang sejak tadi Bayu tampilkan, nyatanya berhasil membuat Wanda tak menyadari, bahwa rupanya laki laki yang sama sekali belum ia kenal latar belakang dan asal usulnya itu sudah tertarik padanya sejak pertama kali mereka bertemu.
...----------------...
Selamat sore...
up 15:21
yuk dukungan dulu...
aku punya rekomendasi novel lagi nih. Paling baru, masih anget. Dijamin nggak kalah seru. Mengandung bawang, ada komedinya, lebih mengedepankan tentang kisah pergaulan anak muda di balut konflik antar keluarga.
yuk, mampir....
☄️🪐Angkasa ( Kisah Cinta Anak Mafia)🪐☄️
Bukan tentang drama rumah tangga yang di penuhi konflik orang ketiga, melainkan sisi gelap kehidupan anak muda perkotaan dengan jiwa abu abu yang menggebu gebu. Persaingan, perebutan popularitas, kekerasan, kesalahan dalam didikan, pergaulan bebas, intrik, serta kisah cinta nan rumit yang terhalang prinsip antar keluarga membuat kisah bertabur drama penuh luka yang seolah tidak ada habisnya.
Seperti apa kisah mereka?
__ADS_1