
"apa?!!" tanya Alka dan Ahsa hampir bersamaan.
Leon tersenyum.
"iya, sayang. Kalian akan punya dedek bayi. Nih, sekarang lagi ada di perut mama.." ucap Leon.
"mama hamil, pa?" tanya Alka.
"iya, sayang. Jadi ternyata sejak kemarin yang mama alami itu bawaan dedek bayinya. Bawanya males, dan nggak mau makan. Bukan karena mama sakit.." ucap Leon pada kedua putra putrinya tersebut.
Alka nampak diam tak menjawab penjelasan dari sang ayah. Sedangkan Ahsa, bocah berparas imut itu nampak berbinar.
"waaaaah.....aku bakal punya adek dong..? aku bakal di panggil kakak..!! asiiiikkk...!!!" ucap Ahsa riang sambil bertepuk tangan. Aleta dan Leon nampak tersenyum gemas.
"kakak Ahsa...!!" ucap bocah itu lagi sambil memangku wajahnya menggunakan dua telapak tangannya seolah membayangkan, betapa bahagianya nanti jika ia jadi kakak.
Aleta dan Leon hanya terkekeh. Aleta mengusap usap perut yang tertutup selimut itu. Begitu juga Leon yang reflek melakukan hal yang sama.
"mama, mama.. nanti dedek bayinya cewek aja ya. Biar sama kayak aku..! biar bisa aku ajak nonton BTS..!!" ucap Ahsa riang.
Aleta terkekeh lagi.
"ya mana bisa, sayang. Itu kehendak Allah. Mama nggak bisa milih dong. Se dikasihnya aja sama Allah ya. Yang penting dedek bayinya sehat. Biar bisa main sama kakak Ahsa.." ucap Aleta manis membuat Ahsa makin girang di buatnya.
"yeeeeyyy...aku bakal jadi kakak..!!" ucap Ahsa nampan begitu bahagia. Ia kemudian menoleh ke arah Alka yang nampak diam sejak tadi.
"kak, ngomong dong. Kakak nggak seneng apa kalau kita punya adik. Kakak bakal punya dua adik loh. Aku sama dedek di perut mama sekarang..!!" ucap Ahsa pada sang kakak yang sejak tadi hanya diam tak bersuara.
Leon dan Aleta pun mengarahkan pandangannya ke arah bocah sepuluh tahun itu.
__ADS_1
"Alka..." ucap Leon.
Alka tak bergerak.
"kamu kenapa, nak?" tanya Leon.
Alka nampak menunduk.
"Alka? kamu kenapa, sayang?" tanya Aleta mengimbuhi.
Alka menatap lesu ke arah Leon dan Aleta bergantian.
"papa sama mama bakal punya anak kandung. Itu artinya, keluarga kalian sudah lengkap." ucap Alka.
"papa pernah bilang sama kami, katanya, papa ingin mengangkat kami jadi anak karena papa ngerasa sepi, nggak ada teman, nggak punya keluarga. "
"sekarang keluarga papa udah lengkap. Papa udah punya mama dan calon anak papa. Apa papa masih membutuhkan aku dan Ahsa?" tanya Alka.
"Alka, kamu ngomong apa, nak?" tanya Aleta.
"kami cuma anak jalanan yang papa tampung. Kami orang asing. Sedangkan sekarang papa sudah punya keluarga yang utuh. Apa itu artinya, tugas kami sudah selesai?"
"papa akan punya anak. Jadi untuk apa lagi menampung kami. Hanya akan menambah beban dan biaya untuk papa sama mama" ucap Alka sambil menunduk.
Leon dengan cepat meletakkan jeruk di tangannya. Di dekatinya putra kebanggaan nya itu, berjongkok di hadapan nya lalu menyentuh kedua pundak sang putra.
"Alka, dengerin papa. Ada beberapa hal yang harus kamu tahu" ucap Leon dengan sorot mata intens ke arah sang putra.
"yang pertama, di dalam keluarga kita, itu ada papa, mama, kakek, nenek, Ahsa, dan Alka. Kita semua satu keluarga. Nggak ada kata kandung, angkat, ataupun yang lainnya. Kamu anak papa, Ahsa anak papa. Dan itu tetap, nggak akan berubah sampai kapanpun"
__ADS_1
"Dan yang kedua, papa memilih kamu sebagai anak papa, itu tanpa tugas. Papa nggak pernah memberikan tugas apapun untuk kamu dan Ahsa. Kamu hanya perlu menjadi anak baik, penurut, sayang sama mama dan papa, juga bapak dan ibu kalian yanh sekarang udah ada di surga. Cuma itu, nggak lebih"
"Dan yang ketiga, keluarga papa udah lengkap semenjak kehadiran kalian. Kehadiran dedek bayi yang sekarang ada di perut mama, itu adalah anugerah dari Tuhan. Pelengkap kebahagiaan keluarga kita yang sudah sempurna ini biar jadi makin sempurna. Jadi jangan pernah berfikir, kalau setelah ada dedek bayi dalam perut mama, rasa sayang papa sama mama ke kalian jadi berkurang. Posisi kalian jadi tergeser. Enggak, sayang. Sampai kapan pun kalian tetep anak anak papa mama yang paling papa mama banggakan. Nggak ada istilah anak kandung, anak angkat, nggak ada..! semua sama di mata dan di hati papa mama. Kalian, tetep anak mama dan papa. Jadi jangan pernah bicara seperti ini lagi. Karena papa akan merasa bersalah sama kalian nantinya. Papa akan merasa kalau papa kurang bisa memberikan kasih sayang untuk kalian.." ucap Leon panjang lebar.
Di remasnya pundak sang putra.
"Alka, kamu adalah anak laki laki papa. Kamu adalah anak tertua dalam keluarga ini. Jadilah kakak yang baik. Yang bisa jadi panutan. Yang bisa menjaga dan melindungi adik adik kamu nantinya. Papa percaya, kamu sudah sangat mampu untuk papa andalkan. Kamu dewasa, pemikiran kamu matang dan kamu memiliki hati yang bersih. Kamu tetap anak papa, sampai kapanpun. Jadi, jangan pernah berfikir papa akan melupakan kamu dan Ahsa setelah kelahiran dedek bayi. Itu salah. Justru papa akan sangat membutuhkan peran kamu. Karena kami adalah anak baik, anak soleh dengan segala kelebihan dan kedewasaan yang kamu miliki."
"kamu mau kan menjaga adik adik kamu nantinya?" tanya Leon lagi.
Alka mengangguk.
Leon tersenyum.
"itu baru namanya laki laki..!" ucap Leon sambil mengacak acak lembut pucuk kepala sang putra. Leon benar benar tak mau membuat dua buah hatinya ini merasa tersingkirkan. Ia tak mau berat sebelah antara anak kandung dan anak angkat nantinya. Karena bagi Leon, semua sama. Leon menyayangi bocah bocah itu dengan sepenuh hatinya.
"tuh, kak..! dengerin..! udah deh, jangan punya pikiran negatif. Kita itu harus bersyukur, bakalan punya adek bayik baru..! iya kan pa, ma..??" ucap si centil Ahsa.
Aleta hanya tersenyum mendengar ucapan bocah cantik nan centil itu. Gadis berusia empat tahun itu lantas merogoh ponsel miliknya, membuka fitur kamera lalu mulai merekam aksinya bak seorang konten kreator kelas atas. Bocah itu kembali berucap manja dan centil, mengutarakan kegiatan yang kini tengah ia dan keluarganya jalani seolah tengah berbicara dengan para fans nya.
...----------------...
Selamat malam,
up 19:35
yuk, kasih dukungan dulu🥰
jangan lupa mampir juga ke sini👇👇
__ADS_1