Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
69


__ADS_3

Sementara itu di tempat terpisah....


Suara desa*an dari seorang wanita penghibur itu menggema dari sebuah ruangan yang terletak di samping sebuah kamar yang kini ditempati Sarah dan Aleta.


Ya....Ayu tengah menjalankan pekerjaannya sebagai wanita penghibur. Suara hentakan antar kulit hingga suara suara tak jelas terdengar dari dalam kamar yang tak terlalu besar di sebuah rumah petak sederhana milik wanita malam itu.


Ya....kini Aleta dan Sarah tengah bersembunyi di rumah milik Ayu, rumah sederhana yang tak terlalu besar pemberian salah satu pacar Ayu.


Kini, sepasang ibu dan anak itu tengah berada di kamar tamu, letaknya bersebelahan dengan kamar utama tempat Ayu dieksekusi oleh sang supir truk yang merupakan tamu Ayu pagi ini.


Sarah dan Aleta mengabaikan suara suara aneh dari kamar sebelah. Dengan pintu kamar yang dikunci dari dalam, Sarah nampak dengan telaten mengompres luka luka di wajah sang putri dengan air hangat dan kain basah di tangannya.


Matanya menatap iba ke arah sang putri yang kini hanya diam menatap lurus ke depan dengan sorot mata yang begitu memilukan. Sepertinya batin dan jiwa Aleta benar benar tergoncang. Sejak kembali mendapatkan perlakuan kasar dari suaminya kurang lebih empat hari yang lalu, Aleta seolah berubah menjadi pendiam dan lebih sering melamun.


"sayang.... "ucap Sarah pilu sambil menyentuh luka luka di wajah Aleta itu dengan kain basah di tangannya.


"setelah ini kita akan bahagia nak..." ucap Sarah lagi.


Aleta menoleh tanpa bersuara.


"ibuk akan membawa kamu pergi sejauh mungkin.....kita akan meninggalkan tempat ini....ya nak ya......" ucap Sarah perih.


"kita mulai hidup baru sayang....kota ini terlalu kejam untuk kita...." ucap Sarah dengan air mata banjir.


Sungguh....wanita babak belur di hadapannya ini adalah putri semata wayangnya. Putri yang tumbuh dan hidup di dalam rahim nya selama sembilan bulan lamanya. Putri yang ia rawat dan ia besarkan sepenuh hati. Yang ia jaga mati matian seorang diri ditengah terjangan badai cobaan yang seolah tiada henti menerpa nya sejak dulu hingga kini.


Batin ibu mana yang tak sakit..?


Hati ibu mana yang tak hancur..?


Wanita ini adalah permata nya. Berlian yang sangat ia sayangi sepenuh hati juga jiwanya. Sudah cukup Aleta menanggung luka. Sudah cukup Aleta memikul beban berat sebagai anak yang terlahir daru rahim seorang wanita penghibur. Cukup.....ini sudah sangat menyakitkan...!


Sang ibu yang malang bersumpah...ini air mata terakhir yang menetes dari pelupuk mata Aleta. Ia akan membahagiakan putri kecilnya itu. Ia bersumpah...! ia berjanji akan hal itu...!


Sarah mengusap pipi basah sang putri,


"jangan menangis sayang...kamu anak ibuk yang paling kuat...! kamu istimewa nak...." ucap Sarah pilu.

__ADS_1


Aleta mengembun. Ia meringsut, lalu menabrakkan tubuhnya pada raga sang ibu. Ia menangis sesenggukan dalam dekapan wanita paruh baya itu. Keduanya kembali menangis. Meratapi nasib hidup yang seolah tak pernah berpihak pada mereka.


...****************...


Sementara itu di tempat lain...


.


.


.


ciiiiiiiitttttttt......!!!


Sebuah mobil mewah melakukan pengereman mendadak di halaman sebuah wisma plus plus di kota itu.


Mobil yang melaju ugal ugalan itu bahkan menyeret seorang pria penjaga gerbang masuk wisma yang berusaha menghalangi mobil mewah berwarna hitam itu akibat curiga dengan lajunya yang begitu kencang.


Namun sepertinya sang pengemudi mobil tak peduli akan hal itu. Pria berjambang lebat dengan tampilan acak acakan itu nampak keluar dari dalam mobilnya, mengabaikan sang penjaga gerbang wisma yang nampak meringis karena terpental dan terlempar ke rerimbunan bunga bunga yang berada di area sekitar wisma.


Leon yakin, wanita itu pasti bersembunyi di sini...! mereka tak punya tempat tinggal lain selain ditempat ini.


Dengan penampilan yang sudah acak acakan. Rambut tak terurus, kemeja putih lusuh yang nampak terbuka beberapa kancingnya, serta tubuh yang sama sekali belum tersentuh air mandi.


Leon melangkah dengan lebar dan cepat. Dengan nafas yang memburu ia masuk ke dalam wisma itu dan berteriak teriak bak orang kesetanan memanggil nama istrinya.


Hal itupun sontak membuat para penghuni dan pengunjung wisma kaget. Dengan tanpa permisi laki laki itu bahkan membuka barisan pintu kamar wisma itu satu persatu, membuat para pasangan pasangan tak halal yang sedang melakukan aktifitas terlarang didalam nya kaget dan mengumpat.


Kurang ajar sekali pria itu...! pagi pagi sudah membuat onar di tempat usaha orang...!


Tapi Leon tak peduli..!


Yang ia cari adalah Aleta...! Ia harus menemukan wanita itu secepatnya.


Sejumlah pria berseragam serba hitam datang. Mereka adalah Fathur dan para anak buah lainnya yang mengikuti sang tuan dari belakang menggunakan mobil lain.


Fathur masuk ke dalam wisma. Dilihatnya di sana beberapa pria wanita nampak menatap takut. Leon bak orang gila yang salah masuk rumah. Berteriak teriak sambil menendangi satu persatu kamar di wisma itu guna mencari keberadaan sang istri. Ia mengumpat, memaki maki semua yang ada di sana seolah olah menyalahkan para manusia itu lantaran tak bisa menunjukkan dimana keberadaan istri keduanya itu.

__ADS_1


Fathur mendekat,


"tuan...!" ucap Fathur pada Leon yang kacau balau.


Laki laki itu menatap tajam lurus kedepan. Sorot mata penuh amarah namun juga terbersit sebuah luka dan kepedihan didalamnya.


"cari istriku...! bawa dia untukku...! dia pasti ada di sekitar sini...! CEPAT....!!!" ucap Leon memburu dengan dada naik turun sambil membentak di ujung kalimat nya.


"baik tuan..." ucap Fathur kemudian memerintahkan para anak buah untuk berpencar dan mencari keberadaan wanita kesayangan bosnya itu.


Leon lemah. Ia melangkah gontai lurus kedepan dengan wajah penuh kepedihan.


"kau dimana Aleta...bukan begini caranya....! bukan dengan pergi seperti ini caranya Aleta...! pulaangg.....!!! " ucap nya lirih dan perih.


Ia menundukkan kepalanya, menatap lantai marmer itu dengan sorot mata pilu, lalu..........


"aaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkhhhhh.........!!!!!!!!!!!!!”


pyyaaaaaaaarrrrrrrrr........


Cermin yang tergantung di dinding wisma tepat disampingnya berdiri menjadi sasaran kemarahan nya...! Leon meninju cermin itu hingga pecah tak berbentuk.


Semua menjerit kaget...!


Serpihan kaca bertebaran di lantai...!


Darah menetes dari buku buku tangan sang Leonardo Alfindo Ganada...!


"Dimana kau Aleta....pulang sayang.....!!!"


...----------------...


***Selamat siang.....


up 11:03


yuk....dukungan dulu....🥰🥰***

__ADS_1


__ADS_2