Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
114


__ADS_3

Di sebuah stadion megah tempat berlangsungnya sebuah pertandingan sepak bola....


Puluhan ribu massa nampak memadati bangunan megah berbentuk oval raksasa itu. Dengan pakaian yang sudah berganti dengan kaos oren khas klub besar yang saat ini akan bertanding, dua bocah dan tiga manusia dewasa itu nampak memasuki area stadion, menuju tribun ekonomi berbaur dengan suporter lain yang sudah membentuk lautan manusia di dalam sana.


Ahsa dan Alka nampak begitu bersemangat. Dengan syal dan topi berbentuk kepala macan yang merupakan maskot tim tersebut, keduanya nampak meloncat loncat memasuki pintu masuk menuju ke area dalam stadion.


Sedangkan di belakang mereka, Leon, Aleta dan Bobby nampak mengikuti langkah dua bocah itu dengan ekspresi wajah kaku.


Ketiganya seolah tengah sibuk dengan pikiran mereka masing masing.


Leon,


tak bisa disembunyikan lagi, laki laki itu nampak malu saat ini. Ahsa dengan polosnya mengatakan bahwa ia bilang Aleta adalah calon ibu untuk gadis kecil itu. Memang benar, tapi ngomongnya nggak harus di depan Aleta dan Bobby juga kan?


Sedangkan Aleta,


antara bahagia sekaligus tak enak hati. Di satu sisi entah mengapa ia bahagia saat tahu bahwa rupanya diam diam Leon mendoktrin anak anaknya bahwa ia lah calon ibu mereka nantinya. Namun di sisi lain ia merasa tak enak hati pada Bobby. Laki laki itu adalah laki laki yang diminta papanya untuk menemaninya hari ini, dan tentu saja, Mario pasti punya niat lain di balik itu. Entah niat itu di ketahui oleh Bobby atau tidak. Yang jelas Aleta takut jika Bobby kecewa. Walau bagaimanapun juga Bobby tetaplah pria baik hati dan ramah. Ia merasa tak enak hati dengan laki laki itu.


Lalu bagaimana dengan Bobby..?


Dari semua kejadian di dalam cafe, kedekatan Aleta dan Leon serta pengakuan polos Ahsa tentang calon ibu, semua sudah cukup berhasil membuat Bobby sadar diri. Aleta dan Leon sepertinya memang bukanlah hanya sekedar sahabat ataupun teman. Usia mereka terpaut cukup jauh. Laki laki mapan dan tampan dengan dua putra, rasanya tidak mungkin jika wanita seusia Aleta mau berteman dengan pria seperti itu jika tidak ada perasaan atau niatan khusus. Bahkan ia sampai rela meluangkan waktu nya menyaksikan pertandingan sepak bola yang jelas jelas tidak terlalu ia sukai itu.


..


Pertandingan akan segera dimulai,


Leon dan yang lainnya sudah berada di dalam stadion, di tribun ekonomi berbaur dengan para manusia pecinta olah raga si kulit bundar tersebut. Sorak sorai penonton dan lantunan yel yel tak henti mereka suarakan. Alka berjingkrak sambil terus menggaungkan lagu kebanggaan tim ber maskot harimau itu. Ahsa yang katanya tak suka bola pun nyatanya kini juga ikut bersorak sorai. Mengikuti nyanyian sang kakak meskipun ia juga tak terlalu hafal.


Leon, Aleta dan Bobby duduk di bangku di belakang Alka dan Ahsa. Aleta yang berada di tengah tengah dua pria itu nampak ikut mengangkat syalnya. Euforia penuh semangat nyatanya juga berhasil membuat Aleta terbawa suasana.


Leon sesekali tersenyum melirik ke arah Aleta yang nampak begitu bahagia sambil ikut menyanyikan berbagai yel yel disana. Sedangkan Bobby, ia yang sama seperti Alka si pecinta bola nyatanya lebih fokus ke arah lapangan, dimana kini pertandingan saling merebut bola sepak itu mulai di mainkan.


Pertandingan mulai berjalan. Si oren melawan si biru berlangsung sengit. Stadion yang dibanjiri manusia berbaju oren itu membara. Suara suara penyemangat menggelora di barengi atraksi atraksi memukau penuh kreativitas dari para suporter.


Semua ikut larut dalam suasana panas penuh semangat. Di bawah sana para pemain sedang begitu asyik menggocek bola, saling mendahului untuk bisa memasukkan nya ke dalam mulut gawang. Tegang, deg deg an, sesekali nampak frustasi kala beberapa pemain nampak menyia nyiakan kesempatan yang di dapatnya. Hingga...


Seorang pemain berposisi penyerang berlari sekencang kencangnya menuju mistar gawang lawan.


Semua suporter bersorak, sebagian nampak membungkuk sambil menahan nafas menyaksikan aksi lincah salah seorang pemain asing itu.


Para manusia ber kaos oren itu memberikan semangat.... menyemangati....terus menyemangati....daaann........


Gooooooollll..................


Semua bersorak. Alka dan Ahsa meloncat kegirangan samb berpelukan. Bobby ikut melompat. Syal terangkat dalam posisi ditekuk lalu diputar putar di udara. Semua terlihat bahagia. Menampilkan senyum sumringah sambil melompat lompat meluapkan kegembiraan nya. Tak terkecuali wanita cantik pemegang syal oren itu.


Tanpa ia sadari ia bejingkrak jingkrak di sana. Berteriak teriak bahagia sambil memeluk seseorang di sampingnya yang nampak sangat sangat dan sangat jauh lebih berbahagia di banding orang orang di sekitarnya.


Ya.... Aleta tak menyadari, jika kini ia memeluk laki laki mantan suaminya itu dengan begitu eratnya sambil melompat lompat kegirangan terbawa suasana.


Leon yang mendapati perlakuan tak sengaja dari wanita itupun hanya mengulum senyum sumringah. Biarkan saja Aleta bersikap semaunya. Leon nikmatin aja lah.....🤭😆


Pertandingan yang begitu seru terus berlangsung. Kini empat puluh lima menit babak pertama telah usai. Para pemain keluar lapangan, menuju ruang ganti untuk beristirahat sejenak dan mengatur siasat pertandingan.


"aku capeeekk...haauuuusssss......!!!" ucap Ahsa sambil mengibas ngibaskan telapak tangannya di depan wajahnya.


"Ahsa sini...biar kakak iket rambutnya..." ucap Aleta.


Ahsa pun melompat dari tempat duduknya lalu duduk di pangkuan Aleta.


Dengan telaten wanita itu mengikat rambut gadis kecil itu. Sedangkan Leon kini nampak mengehentikan seorang pedagang dan membeli lima gelas es teh yang di jajakan dan dibagikan pada kedua anaknya serta Aleta dan Bobby.


Ahsa dengan rambut yang sudah terikat itupun memilih kembali ke tempat duduknya, memposisikan dirinya di samping sang kakak dan mulai bersiap kembali menyaksikan pertandingan babak kedua.


Aleta menyeruput es di tangannya.


Leon nampak diam memperhatikan wanita itu sambil tersenyum manis.


"ngapain?" tanya Aleta pada Leon.


Leon tersenyum.


"kau suka?" tanya Leon.

__ADS_1


"biasa aja" jawab Aleta cuek sambil kembali menyeruput minumannya.


Leon tersenyum lucu.


"biasa aja...tapi kau sampai memelukku kegirangan..." ucap Leon sambil menikmati es ditangannya.


Aleta menoleh ke arah Leon.


"siapa?" tanya Aleta tak menyadari aksinya sepanjang pertandingan.


"penjual es ini" ucap Leon cuek.


Aleta memalingkan wajahnya kesal.


Leon kembali menoleh ke arah wanita di sampingnya itu.


"aku senang kau bisa tertawa lepas seperti ini, Aleta.." ucap Leon pada wanita itu.


Aleta menoleh ke arah mantan suaminya itu. Dua mata itu beradu, saling pandang dengan sorot mata yang cukup dalam.


"aku tidak pernah melihatmu sebahagia ini di dekatku..." ucap Leon lagi.


Aleta tak bergerak sam sekali.


"apa trauma itu masih ada?" tanya Leon lagi.


Aleta menatap dalam mata coklat pria berjambang lebat tersebut.


"kenapa?" tanya wanita itu kemudian.


"aku ingin mengobati nya jika kau mengizinkan" ucap Leon lagi.


Aleta nampak mengembun.


"aku sudah menepati janjiku, tidak ada yang akan menghalangi kita lagi..aku sudah menjauhi hal hal buruk yang dulu ku geluti...lima tahun kau tinggal pergi, aku masih berada di tempat yang sama tengah memantaskan diriku untuk menjadi pelindung yang baik untukmu..."


"aku tidak pernah mencari mu, karena aku tahu kau sedang berusaha berdamai dengan kehidupan dan dunia yang dulu begitu kejam padamu...."


"lima tahun sejak aku menjatuhkan talak untukmu... hingga saat ini....aku masih berharap bisa kembali mengucap ijab qobul di sampingmu" ucap Leon lagi.


"bagaimana denganmu?" tanya laki laki itu.


Aleta menunduk.


"aku masih sangat mencintai mu, Aleta. Aku menyesal pernah menyia nyiakan mu..." ucap Leon.


"sekarang aku sudah menemukan mu...aku sangat berharap kita bisa memperbaiki semua nya dari awal..."


"aku berharap kau bersedia memberi kesempatan kedua untukku, agar aku bisa membuktikan keseriusan ku..."


Aleta mendongak lagi menatap laki laki itu dengan mata yang nampak berair.


"kenapa menangis? apa kata kataku menyakiti mu?" tanya Leon lagi sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Aleta.


Air mata itu perlahan mulai menetes.


"ada satu yang harus kamu tahu, tuan...." ucap Aleta.


"sebagai seorang wanita harusnya aku marah...harusnya aku aku benci, harusnya aku menjauh selama lamanya dari kamu... melupakan kamu dan memulai lagi hidupku yang baru dengan sosok pendamping yang baru setelah semua yang sudah terjadi di antara kita dulu..."


"tapi nggak bisa....." ucap Aleta mulai sesenggukan.


Leon hanya diam.


"jauh di sana aku cuma selalu berdoa, bukan minta dipertemukan dengan pengganti yang baik, bukan minta di hapus semua rasa yang aku punya..."


"tapi aku berdoa, aku menunggu semoga suatu saat Tuhan berkenan mengetuk pintu hatimu dan menuntun mu menuju jalan yang lebih baik saat aku jauh dari kamu.."


"bodoh kan aku?" ucap Aleta sambil tersenyum getir.


"kerena menurutku, aku sudah cukup berusaha menuntun mu saat kita masih bersama, tuan...tapi nyatanya aku nggak bisa ...jika sudah begitu, siapa lagi yang bisa membantu mengetuk pintu hati mu selain Tuhanmu?


"aku cuma punya modal keyakinan tuan, aku yakin bahwa setiap orang pasti punya kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik...."

__ADS_1


"aku yakin Tuhan akan memberikan kesempatan itu buat kamu. Aku cuma punya keyakinan jika Tuhan sebenarnya sangat sayang sama kamu, Dia pasti akan melembutkan hatimu suatu saat nanti..."


Aleta menghapus lelehan air matanya.


"dan sekarang ...Tuhan menjawab semuanya....kamu benar benar beda dari Leon yang dulu. Hadir nya kamu di bakti sosial, keberadaan Alka dan Ahsa di tengah tengah kehidupan kamu, semua sudah menunjukkan bagaimana kamu benar benar punya keinginan untuk menjadi orang yang lebih baik lagi..."


"kamu berhasil....." ucap Aleta lagi.


Leon tak bergerak.


Aleta mengusap lelehan air matanya.


"lima tahun aku pergi, nyatanya sampai sekarang aku juga nggak bisa melupakan laki laki di hadapan ki ini..." ucap Aleta


"itu artinya kita memang di takdir kan untuk bersama, Aleta... Tuhan memang menciptakan mu untukku.... " ucap Leon


"lalu bagaimana dengan asal usul ku yang hanya anak mantan wanita malam?" tanya Aleta.


"ibumu jauh lebih terhormat dari pada ibuku, Aleta..."


"maaf atas keangkuhanku selama ini. Aku terlalu bangga dengan apa yang ku punya. Harta, kekayaan, karir, anak buah, dan semua kesempurnaan yang ku genggam sejak dulu..."


"aku berfikir aku adalah raja di dunia ini, aku memiliki semua yang orang lain tak punya...tapi ternyata aku salah.... aku hanyalah anak jaaalang dengan ratusan pengkhianatan di sekitarku...aku hanya manusia bodoh yang bisa di tipu habis habisan oleh orang orang terdekat ku...! aku pecundang, Aleta...! aku buruk....!"


"berbeda jauh dengan dirimu...kau yang di anggap rendah, anak wanita malam yang menjijikkan...ternyata kau adalah permata yang hilang milik sang jenderal....kau wanita terhormat yang terlahir dari rahim wanita suci di tempat yang salah....kau berharga Aleta,kau terhormat...bukan hanya kastamu...tapi juga pribadimu yang begitu sempurna sebagai seorang wanita..."


"Tuhan mengubah hidup kita dalam sekejap mata...menunjukkan siapa aku dan kau yang sesungguhnya....dari ibu dan keluarga mu aku belajar...bahwa tidak selamanya yang terlihat menjijikkan itu benar benar kotor...tidak selamanya yang terlihat terhormat itu benar benar bermartabat...."


"aku menaruh hormat pada ibumu Aleta.... terlepas dari masa lalunya, ia adalah wanita tangguh, mengorbankan harga diri dan kesuciannya untuk menjaga dan merawat mu hingga se dewasa ini. Ia mengabaikan cacian orang, ia menjagamu agar tetap suci selayaknya manusia baik baik" ucap Leon


"jangankan harga diri, ibuk bahkan rela mati demi aku..." ucap Aleta sendu dengan air mata mulai menetes.


Leon mengangguk.


"aku tahu itu, dia adalah wanita hebat, yang melahirkan perempuan cantik yang juga hebat..." ucap Leon.


Aleta tersenyum. Leon meraih tangan wanita itu dan meremas nya lembut.


"bagaimana? ada kesempatan untukku...?" tanya Leon.


"kapan aku bisa datang kerumah mu untuk bertemu ibumu dan pak jenderal?" tanya Leon.


Aleta tersenyum....


"datanglah kapanpun kamu siap...temui orang tuaku...katakan pada mereka jika kamu datang ingin meminta maaf..."


"setelah itu, minta izin pada mereka, katakan...kamu ingin membawa putrinya yang cantik ini untuk kembali ke istana mu, kembali berusaha membahagiakan nya, dan berjanji tidak akan membuatnya menangis lagi...." ucap Aleta di tengah hiruk pikuk para suporter yang kini mulai kembali berdebar saat seorang pemain kembali menggiring bola menuju gawang di bawah sana.


Leon tersenyum.


"katakan pada pak jenderal dan ibu persit....calon suaminya akan segera datang... secepatnya...." ucap Leon disambut tawa bahagia dari Aleta.


Leon merentangkan kedua lengannya. Aleta nampak tersenyum lebar di sela sela lelehan air mata yang masih terus menetes.


Wanita itu meringsut. Ia mendekatkan tubuhnya pada tubuh laki laki itu dan...........


gooooooollllll.......!!


Lautan manusia berbaju oren itu kembali menggelora. Semua berjingkrak kegirangan. Syal di angkat dan diputar putar. Gawang lawan kembali kebobolan. Gol kembali tercetak dari sang tuan rumah bertepatan dengan masuknya tubuh Aleta dalam dekapan mantan suaminya.


Semua yang berada di sana bersorak bahagia. Namun tak ada yang bisa mengalahkan bahagianya dua manusia yang kini nampak berpelukan erat itu.


Keduanya sudah mengutarakan isi hati masing masing. Semua sudah terbuka satu sama lain. Setelah ini, Leon akan memantapkan hati dan mentalnya untuk bertemu keluarga Aleta. Ia tak mau menunggu lama lagi. Ia sudah mendapatkan apa yang ia tunggu tunggu selama lima tahun lamanya, dan ia bersumpah, ia akan memperjuangkan wanita cantik pilihan nya itu.




...----------------...


Up 14:54


harusnya udah dari pagi....tapi gegara sinyal yang eror....tiga kali author nulis bab ini....ilang nggak bisa disimpen di draft...😭😭😭😭rasanya udah mau nyerah hari ini g mau up....tapi gimana🥺🥺🥺

__ADS_1


akhirnya di usahakan lah cari tempat buat nulis, ngungsi dulu akunya demi bab ini🥺🥺🥺🥺


yuk...banyakin dukungan nya...nanti kalau bisa up lagi, tapi kalau perkara sinyal masih belum bersahabat mungkin ya lanjut besok....🙏🙏


__ADS_2