Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
46


__ADS_3

Sebuah mobil mewah dan mahal nampak berhenti di depan toko bunga.


Sarah menoleh ke arah kendaraan tersebut.Wanita itu nampak menyipitkan matanya,kala sang pengemudi turun dari kendaraan roda empat itu.


Siapa ya...?


pikir Sarah.


Seorang pria tampan berusia kurang lebih seumuran dengan Leon nampak keluar dari dalam mobil.Dengan tampilan yang terlihat rapi,berbalut kemeja biru dan jeans hitam serta sebuah kacamata hitam bertengger membingkai mata indahnya,pria itu nampak berjalan mendekati wanita paruh baya yang berdiri disana.


"selamat siang...."ucap pria tampan itu sambil melepaskan kacamata hitam nya.


"siang...mau cari apa tuan?"tanya Sarah sopan.


Pria dewasa itu,Sean, tersenyum ke arah sang penjual bunga.


"saya cari bunga buk... seperti biasa..."ucap Sean.


Sarah yang baru pertamakali melihat pria itu nampak mengernyitkan dahinya.Mencoba berfikir sejenak.


"seperti biasa?maksudnya?"tanya Sarah tak paham.


Sean tersenyum.


"saya pelanggan disini buk ...setiap jam segini saya pasti kesini,biasanya Aleta yang ngelayanin saya ..."ucap Sean.


"oh ya?pantes saya nggak tau....maaf kalau begitu...."ucap Sarah.


Sean tersenyum.


"nggak apa apa buk...ibuk pasti ibunya Aleta?Saya Sean..."ucap Sean sambil mengulurkan tangannya.


Sarah menyambut uluran tangan tersebut.


"saya Sarah...."ucapnya.


"jadi mau pesen apa ini?"tanya Sarah lagi.


Sean hanya tersenyum.


"dua belas tangkai lili putih...."ucap pria itu kemudian.


Sarah diam sejenak.Untuk beberapa saat wanita itu nampak sibuk dengan pemikiran nya sendiri.Sarah melamun.Mendengar kata dua belas lili putih mengingatkannya akan masa lalu nya.


Tepat di tanggal dua belas,ia bertemu seorang pria tampan yang seolah menjelma menjadi idolanya dalam beberapa jam saja.


Beberapa bulan kemudian di tanggal yang sama,si pria menyatakan cintanya pada Sarah.D


Dan ditanggal dua belas beberapa tahun berikutnya pria itu menyatakan niatan nya untuk menikahi wanita itu.Dan ditanggal dua belas bulan berikutnya mereka resmi menikah secara agama dan negara hingga terciptalah Aleta dalam rahim Sarah.


Sarah nampak meremas bajunya.Dadanya seolah terasa sesak mengingat kisah pilunya.Sebuah bentuk pengabdian seorang istri yang berujung terlemparnya Sarah ke dalam lembah hitam prostitusi.


Sean nampak menyipit kan matanya melihat reaksi yang tak biasa dari ibu Sarah.


"ibuk...ibuk kenapa?"tanya Sean yang sukses membuyarkan lamunan ibu Sarah.


Sarah setengah terjingkat.Ia kemudian tersenyum ke arah laki laki itu.


"oh...nggak ....nggak apa apa,...!"ucap Sarah.


"ini dikasih buket?"tanya Sarah kemudian.


"iya buk..."jawab Sean.


"oh...ya udah.... tunggu sebentar ya...."jawab Sarah.Wanita itu kemudian mengambil beberapa tangkai lili putih di sana dan membawanya masuk ke dalam toko untuk mengemasnya menjadi buket bunga yang cantik.

__ADS_1


Sepanjang membuat buket,Sarah seolah dibawa untuk kembali bernostalgia.Wanita itu sesekali tersenyum namun matanya nampak meneteskan air matanya.Apa kabar pria itu sekarang?apakah ia masih ingat dengan wanita yang selalu ia sebut dengan lili putih ini?


Baik baik sajakah ia saat ini?dimana ia ditugaskan sekarang?


Andai Sarah tak bodoh,mungkin saat ini,mereka masih bersama sama dan membesarkan Aleta dalam satu keluarga yang utuh.


Sarah mengusap lelehan air matanya.Di hirup nya aroma bunga yang terlihat sangat cantik itu.Seolah menggambarkan betapa ia sangat merindukan pria itu.


Sarah mengusap lelehan air matanya,ia kemudian berjalan keluar toko,menemui Sean yang sudah menunggu disana.


"ini bunganya..."ucap wanita itu.


Sean pun menerimanya.


"kamu suka bunga lili putih ya?"tanya Sarah.


Sean hanya tersenyum,


"bukan buat saya buk...."ucap Sean.


"buat pacar?"tanya Sarah lagi.


Sean hanya terkekeh.


"ibuk bisa aja..."ucapnya kemudian menyerahkan beberapa lembar uang kertas seratus ribuan pada wanita itu.


"kembaliannya buat ibu aja...."ucap Sean.


"makasih ya...."jawab Sarah.


"sama sama buk....kalau begitu saya permisi dulu...mari...."ucap Sean.


"ya...silahkan ..."jawab Sarah.


Wanita itu hanya menatap nanar kepergian pria itu.Ia tersenyum lembut namun seolah terasa perih.Entahlah....


Sementara ditempat lain...


Disebuah pusat perbelanjaan modern itu.Sepasang suami istri tersebut tengah asyik berjalan jalan di sekitar mall besar tersebut.Setelah kenyang pasca mengisi perut mereka dengan santapan santapan nikmat di salah satu food court disana,Leon pun kini mengajak Aleta berkeliling mall,mencari cari apapun yang Aleta ingin beli.


"kau mau cari apa?"tanya Leon.


Aleta nampak mengedarkan pandangannya.


"aku mauuuuuuu........"


"selain mainan..!"ucap Leon memotong ucapan Aleta.Wanita itu hanya terkekeh.


Aleta nampak.berfikir sejenak, kemudian....


"ayok......."ucap Aleta sambil menarik tangan Leon menuju sebuah toko disana,dan.......


toko peralatan solat dan aneka pernak pernik khas umat muslim...!


Aleta membawa pria itu menuju sebuah tempat yang dirasa aneh oleh Leon.Seumur hidupnya ia tak pernah masuk ke dalam tempat seperti ini.


Ia hanya diam menatap seisi ruangan itu toko itu.Ruangan yang hampir semua berisikan benda benda bertuliskan huruf huruf Hijaiyah khas negeri dengan banyak gurun pasir itu.


Aleta nampak antusias,ia mendekati sang pemilik toko yang ternyata juga keturunan arab itu.Wanita itu memesan beberapa potong sajadah,mukenah,sarung,dan Al Quran.Ia berniat untuk menyumbangkan peralatan sholat itu ke masjid masjid di kota itu.


Ia tau,uang yang Leon hasilkan hampir semuanya uang haram.Ia tak tau harus di apakan pundi pundi rupiah suaminya tersebut sedangkan semua kebutuhannya sudah sangat terpenuhi.Alhasil,wanita itu memilih untuk menyumbangkan saja sebagian harta Leon,siapa tau dengan begitu bisa mengurangi dosa dosa suaminya.Menjadikan uang haram itu menjadi setitik berkah lantaran digunakan dalam hal kebaikan.


Leon diam saja,terserah istrinya saja mau berbuat apa,yang penting Aleta bahagia.


Aleta nampak menuliskan alamat tempat tinggalnya.Ia meminta sang pemilik toko untuk mengantarkan barang barang belanjaan nya itu ke kediaman nya.Biar besok ia bisa membagikannya ke masjid masjid bersama suaminya itu.

__ADS_1


Seorang karyawan toko menyerahkan sebuah paper bag untuk Aleta,berisi satu lembar sajadah,peci,sarung dan sebuah Quran lengkap dengan tasbihnya.


"makasih kak...."ucap Aleta.


"sama sama...."jawab sang karyawan.


Aleta pun mendekati sang suami setelah membayarkan sejumlah uang pada pria berkebangsaan arab itu


"udah yuk...."ucap Aleta.


"itu apa?"tanya Leon.


"ini buat kamu....sajadah sama yang lainnya...yang nanti dianter,itu buat kita sumbangan ke masjid besok....kalau yang ini,aku beli special buat kamu...!ini kwalitasnya yang paling bagus tauk..."ucap Aleta.Leon hanya menatap datar tanpa ekspresi ke arah wanita itu


"oh ya...besok kamu temenin aku ya...."ucap Aleta pada Leon.


"aku sibuk..."ucap Leon sambil melangkah pergi.Aleta mengikuti nya dari belakang.


Aleta nampak kecewa.Namun sepersekian detik kemudian ia memilih untuk setengah berlari mengejar suaminya itu.


"sayang ..."ucap Aleta sambil setengah berlari mengimbangi langkah Leon yang cepat dan lebar


"sudah ku bilang aku tidak bisa melakukan hal semacam itu Aleta..!"ucap Leon.


"tapi kamu kan bisa belajar dulu....ayo dong...ya....aku udah beliin ini buat kamu..."


"kita belajar sama sama,besok kita ke masjid juga sama sama...."ucap Aleta lagi.Leon masih berjalan dengan cepat dan lebar.


"berikan saja benda di tanganmu itu ke masjid besok..biar besok Fathur yang mengantarkan mu..."ucap Leon.


"nggak mau ..!maunya sama kamu...!"ucap Aleta.


Leon tak berucap.


"sayang .."


"sayang mau ya...."


"sayang jawab dong...."


"sayang ...."ucap Aleta terus terusan sambil setengah berlari mengimbangi langkah Leon.Wanita itu terus memohon,hingga.....


buuuuuggghhhh.......


"aaawww ....!!"


Aleta yang tak memperhatikan jalan pun tak sengaja menabrak seseorang disana.Wanita itu jatuh ke lantai beserta barang belanjaan seseorang yang ditabraknya itu.Leoj menghentikan langkahnya.Ia menoleh ke arah istrinya yang kini jatuh tersungkur ke lantai.


"aduuuuuuuhhhh.....!!!hati hati dong....!!belanjaan saya tuh mahal semua...!!"bentak seseorang itu yang ternyata seorang wanita.


"maaf ....maaf mbak ....nggak sengaja...."ucap Aleta sambil mencoba membereskan barang barang yang berserakan itu


"jangan di pegang...!!"bentak wanita itu sambil menampik tangan Aleta yang hendak menyentuh beberapa paper bag milik sang wanita.


Istri Leon itu kemudian mendongak,menatap ke arah sang wanita,lalu......................


"kamu...??!!!"


....


Bersambung....🤭


...----------------...


***Selamat pagi.....

__ADS_1


up 05:39


yuk...dukungan dulu...🥰🥰🥰***


__ADS_2