Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
177


__ADS_3

Di PH milik Leonardo Alfindo Ganada,


Leon sampai di tempat usahanya itu. Dengan langkah tegap yang tenang, ayah angkat dari Ahsa dan Alka itu nampak berjalan menuju lift yang akan membawanya ke ruangan pribadi nya yang berada di lantai atas.


Leon berjalan dengan raut wajah tenang. Tanpa memperdulikan para karyawan nya yang nampak membungkukkan tubuhnya saat berpapasan dengan pria yang terlihat tampan dan gagah di usianya yang sudah tak muda lagi tersebut.


Tingg....


pintu lift terbuka. Ia sudah sampai di lantai tempat dimana ruangan nya sebagai produser sekaligus pemilik PH berada. Leon pun berjalan mendekati ruangannya. Tami dan Bayu nampak berdiri saat melihat kedatangan sang bos besar.


"selamat pagi, tuan" ucap Tami dan Bayu bersamaan sambil sedikit membungkuk kan tubuhnya.


Leon menghentikan pergerakan nya.


"ada jadwal apa kita hari ini?" tanya Leon pada Bayu.


"kita tidak ada jadwal keluar, tuan." ucap Bayu.


Leon kemudian menyandarkan tubuhnya di meja Bayu. Entah kebiasaan atau bawaan bayi, tiap pagi Leon selalu berhenti di meja Bayu sebelum masuk ke ruangan nya. Lalu tangannya dengan sembarangan meraih makanan apapun yang ada di atas meja asisten pribadinya tersebut.


Kebetulan saja, Bayu yang masih bujang memang lebih suka sarapan di kantor sambil menunggu jam kerja efektif tiba dari pada harus sarapan di rumah.


Leon meraih bubur ayam dalam kotak styrofoam itu. Bayu membuka mulutnya dan mengangkat tangannya seolah hendak melarang Leon untuk memakan bubur yang sudah ia makan beberapa sendok itu. Masa iya bos besar makan sisa asisten nya, pikir Bayu.


Leon yang menyadari pergerakan tangan dan mulut Bayu itupun reflek menoleh ke arah sang asisten.


"apa?!" tanya Leon tak suka.


Bayu menunduk.


"tidak apa apa, tuan" ucap Bayu.


"kau tidak suka makanan mu ku makan?" tanya Leon lagi dengan sorot mata tajam.


"bu, bukan begitu, tuan. Nggak apa apa, tuan. Kalau mau di makan. Tapi, itu tadi............" ucap Bayu menggantung.


"itu apa??!!" tanya Leon lagi makin tegas.


"bu, bukan..! bukan apa apa, tuan.." ucap Bayu gugup. Tami diam diam menahan tawa melihat pemandangan antara bos dan asisten nya itu.


Leon kembali menyendok bubur itu dan memasukkan nya kedalam mulut nya. Suami Aleta Balqis Aqilah itu kemudian merogoh saku celananya, mengeluarkan dompetnya dan mengambil selembar uang kertas berwarna merah dari dalam sana dan menyerahkan nya pada Bayu lalu berkata....


"ku ganti buburmu"


Bayu terbelalak. Mayan nih, gantinya bisa buat beli bubur untuk sepuluh orang.


"wah, makasih banyak, tuan" ucap Bayu.


"kembalian nya belikan snack semua, bawa ke ruangan ku" ucap Leon sambil berlalu pergi menuju ruangannya.


Njiiirr...🀣🀣


Bayu memasang wajah bodoh sekaligus kecewa. Tami sekuat tenaga menahan tawanya agar tak pecah. Bayu mendengus kesal. Gagal sudah rencananya beli bubur sepuluh porsi..🀦

__ADS_1


Bayu pun segera pergi dari tempat itu guna menjalankan titah sang bos besar.


...****************...



Jarum jam terus berputar ke kanan. Waktu terus berjalan hingga tanpa terasa siang telah mengambil alih dunia.


Leon masih fokus dengan laptop dihadapannya. Berkutat dengan seabrek pekerjaan nya sambil tangan kanannya tak henti mengambil segenggam demi segenggam snack yang Bayu belikan tadi. Hingga...


drrrrttt..... drrrrttt....


ponsel di atas mejanya bergetar tanda ada panggilan masuk.


Diliriknya ponsel itu. Wajah cantik istri tersayang nya terpampang nyata disana. Leon pun tersenyum, di raihnya benda pipih itu lalu mengusap tombol hijau yang tertera di sana.



"halo, sayang..." ucap Leon sambil tersenyum.


"sayang......" ucap Aleta dari seberang sana dengan mode manjanya.


"apa?" tanya Leon begitu lembut dan sabar.


"sayang, dedek bayi nya pengen sesuatu.." ucap Aleta setengah merengek sambil rebahan di atas sofa panjang do ruang televisi itu. Sarah yang berada di ruangan yang sama tengah bermain dengan Ahsa itu nampak tersenyum mendengar rengekan sang putri. Manja sekali ibu hamil yang satu ini, pikirnya.


Leon tersenyum mendengar rengekan sang istri.


"donat...!" ucapnya lagi.


"satu kotak. Topingnya coklat ama kacang. Coklat meises nya dua, coklat kacangnya dua, coklat di kasih selai stroberi nya dua, original nya dua sama rasa matcha nya dua. Trus aku maunya yang masih anget nggak mau yang udah dingin. Aku juga mau topping nya yang rapi nggak mau yang belepotan. Sekarang..!!" ucap Aleta lagi.


Sarah terkekeh. Ahsa menoleh ke arah sang mama.


"mama banyak maunya..!!" ucap Ahsa polos membuat Sarah makin terkekeh di buatnya.


Leon tertawa di seberang sana.


"ini dedek bayi apa mamanya yang pengen? kok banyak banget maunya?" tanya Leon sambil terkekeh.


"ya dedek bayinya lah...!! buruan aku pengeeeen..!!" ucap Aleta lagi.


Leon tersenyum lebar.


"iya, iya...! ya udah, kamu tungguin di rumah ya, biar aku minta Bayu buat beliin donat nya buat kamu" ucap Leon


Aleta berbinar di seberang sana.


"makasih, papa..." ucap Aleta.


"iya.." jawab Leon sambil tersenyum.


Sambungan telepon pun terputus. Leon beralih menghubungi Bayu melalui pesawat telepon yang berada di atas meja kerjanya.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama. Bayu sang asisten pribadi pun datang menghadap.


"saya, tuan" ucap Bayu.


"Bayu, tolong belikan donat untuk istri saya. Satu kotak. Topingnya coklat sama kacang. Coklat meises nya dua, coklat kacangnya dua, coklat di kasih selai stroberi nya dua, original nya dua sama rasa matcha nya dua. Terus minta yang masih hangat jangan yang sudah dingin. Dan topping nya harus yang rapi jangan belepotan." ucap Leon seolah hafal di luar kepala dengan pesanan sang istri.


"kamu cari toko donat yang paling enak. Lalu antar kerumah, pastikan Aleta sendiri yang menerima nya" ucap Leon lagi


Bayu nampak menggaruk kepala belakang nya. Ribet banget pesanannya.


"kamu kenapa? keberatan?" tanya Leon saat melihat reaksi Bayu yang nampak tak sesuai ekspektasi nya.


"oh, enggak, tuan. Baik, akan saya carikan.." ucap Bayu.


Leon mengangguk.


"ya sudah, berangkat..!" ucap Leon.


"baik, tuan. Kalau begitu saya permisi..." ucap Bayu yang kemudian segera pergi undur diri dari tempat tersebut.


Leon pun kembali berkutat dengan pekerjaan nya.


...----------------...


Selamat malam,


up 18:55


yuk, dukungan dulu πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜


Mampir juga nih disini. Aku kasih rekomendasi lagi. Sudah tamat, sambil nunggu novel ini up, mampir boleh πŸ₯°πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


πŸ’žPeri Bisu Dan Malaikat Berjubah IblisπŸ’ž


Untuk kalian pecinta novel berbau mafia...


Perjalanan hidup seorang gadis yatim piatu penyandang tuna wicara.


Ditinggal mati kedua orang tuanya saat usianya masih sangat muda.Kecelakaan tragis yang berhasil menjauhkan hidupnya dari kata bahagia.


Kedua orang tuanya tewas,ia hidup bersama sang kakak yang cacat di bersama sebuah keluarga yang tak memiliki hati nurani.


Garis hidup yang kejam membawanya bertemu dengan pria keji berhati iblis.Ia di jadikan jaminan hutang oleh sepupunya sendiri.


Tak seperti kisah kisah pada umumnya dimana sang pria keji luluh oleh kelembutan hati sang gadis malang.Wanita itu justru bak hidup di neraka dunia buatan manusia.Disiksa,dilecehkan,dan tidak dimanusiakan selama hidup di dalam istana sang lelaki iblis.


Setitik pertolongan Tuhan datang padanya...


Ia dipertemukan dengan pria berhati malaikat namun berjubah iblis.Pria baik hati yang bersembunyi di balik topeng bengisnya.Menyelamatkan sang gadis malang dari jeratan sang king mafia,menjalin hubungan sembunyi sembunyi, merajut asa,berharap bisa menjalin hubungan percintaan yang merdeka tanpa adanya embel embel perbudakan dan penyiksaan.


Mampukah mereka bertahan??


__ADS_1


__ADS_2