
Seorang wanita berlari dari mobilnya yang baru saja terparkir di sebuah lahan parkir rumah sakit mewah itu. Kedua orang tuanya yang juga turut serta dalam kendaraan roda empat itupun nampak ikut turun lalu mengejar sang putri yang terlihat berlari sambil menangis sesenggukan menuju lobby rumah sakit.
Aleta berlari menuju meja resepsionis. Di tanyakan nya nama seorang pria yang di duga menjadi korban tabrak lari beberapa jam yang lalu di depan sebuah masjid besar di kota itu.
Ya...itu adalah Leon. Pria itu menjadi korban tabrak lari sebuah mobil box yang kebetulan lewat saat Leon baru keluar dari dalam masjid setelah menjalankan ibadah nya. Laki laki yang memang sedang di penuhi masalah itu seolah tak menyadari saat ada sebuah mobil box melaju kencang bertepatan dengan dirinya yang keluar dari dalam bangunan tempat ibadah tersebut.
Kini Leon terbaring di ruang ICU dengan segala peralatan yang tertempel di tubuhnya. Mario yang mendengar kabar tersebut dari Sean yang kebetulan lewat di tempat kejadian itupun segera memberi tahu Aleta. Kini keluarga itu sudah berada di rumah sakit. Aleta sejak tadi hanya menangis seolah merasa begitu bersalah.
Wanita itu berlari menuju ruang ICU. Sambil sesekali mengusap lelehan air mata di pipinya ia terus melangkah cepat tak peduli dengan suara sang ibu yang terus memanggil nya.
Aleta sampai di depan ruang IGD. Dimana di sana sudah ada Sean yang duduk di salah satu kursi tunggu. Sedangkan di dalam ruangan, Leon yang masih terbaring tak sadarkan diri sudah selesai mendapatkan perawatan. Kini kedua putra putrinya dan sang asisten, Bayu tengah berada di dalam sana melihat kondisi laki laki yang sangat mereka sayangi itu.
Aleta mendekat, disusul Mario dan Sarah di belakangnya.
"mas....." ucap Aleta sesenggukan.
Sean menatap sendu ke arah Aleta.
"dia masih belum sadar..." ucap Sean.
Aleta kembali mengusap lelehan air matanya. Sarah mendekati sang putri.
"ibuuk...." ucap Aleta menangis. Sarah memeluk wanita itu erat seolah memberikan kekuatan pada wanita yang tak henti menangis itu.
Sudah cukup....
jika memang rentetan peristiwa menyedihkan selama lima tahun lamanya ini adalah balasan dari segala dosa dosa Leon di masa lalu, maka ini sudah cukup.
Di khianati puluhan anak buahnya, di khianati orang kepercayaan nya, di khianati istri pertamanya, ditinggal pergi istri keduanya, ibunya di penjara, hidup sebatang kara lima tahun lamanya, tak mendapatkan restu dari ayah wanita pujaan hatinya, dan kini ia hampir meregang nyawa di dalam ruangan sana...
__ADS_1
Cukup..... sudah..... ini sudah cukup untuk membalas semua dosa dosa pria yang kini tengah dalam fase memperbaiki dirinya itu.
Banyak orang yang kini menyayanginya. Ada wanita yang kini terus menangis tanpa jeda. Ada dua yatim piatu yang kini ketakutan di dalam sana. Takut untuk lagi lagi kehilangan sosok orang tua.
Sudah cukup....ini sudah sangat cukup untuk membalas semua dosa pria malang itu.
...
Aleta masih sesenggukan di dalam dekapan sang ibu. Sedangkan kini Sean nampak menghadap sang jenderal, menceritakan apa yang ia lihat dan apa yang ia dengar dari sejumlah saksi yang berada di tempat kejadian.
ceklek....
pintu IGD terbuka ...
Bayu keluar dari dalam ruangan itu sambil menggendong Ahsa yang nampak terisak isak dalam gendongan pria berkacamata tersebut. Sedangkan satu tangan Bayu menggandeng di sulung Alka. Bocah sepuluh tahun itu nampak mengusap lelehan air mata yang jatuh dari pelupuk mata sembabnya.
"kak Aleta..." ucap Alka saat menyadari keberadaan wanita itu.
Aleta tersenyum dalam tangisnya. Ia berjongkok, menatap ke arah bocah yang kini nampak begitu bersedih itu. Si kecil Ahsa merosot dari gendongan Bayu. Dengan cepat ia memeluk Aleta dan kembali menangis. Ahsa sesenggukan. Ia menangis sejadi jadinya di sana. Aleta mengusap punggung bocah kecil yang sangat dekat dengan Leon itu. Sedangkan satu tangan putih sang putri jenderal mengusap lelehan air mata Alka yang terus mengalir.
"papaku nggak bangun bangun kak...." ucap Ahsa menangis.
"papa akan baik baik aja kan kak?" tanya Alka mengimbuhi.
Aleta mengangguk.
"iya....papa akan baik baik aja..." ucap Aleta.
"aku nggak punya papa lagiii....hwahahahahaa......" ucap Ahsa menangis sejadi jadinya.
__ADS_1
"enggak sayang....papa baik baik aja...." ucap Aleta menenangkan.
"tapi papa nggak bangun bangun.....!!papaaaaa........."ucap Ahsa makin histeris.
"Ahsa, papa baik baik aja nak....papa cuma lagi istirahat, kan udah di tanganin sama dokter....sebentar lagi papa akan sadar. Kita doain papa aja ya...." ucap Aleta.
Ahsa kecil nampak mengangguk. Ia kemudian melepas pelukannya dari Aleta.
"kakak temenin papa ya.....temenin kita ya kak....kakak calon mama ku kan? aku takuuut.....hiks...." ucap Ahsa begitu polos.
Aleta makin banjir. Di tatapnya dua wajah yatim piatu itu. Wanita itu lantas mengangguk. Aleta meraih tubuh kedua bocah itu. Kedua nya kini memeluk wanita cantik itu. Mereka menangis dalam dekapan wanita yang mereka tahu adalah calon ibu mereka itu. Alka tak henti mengucap terima kasih. Terima kasih karena mau menemani mereka nantinya, dan mungkin juga terima kasih karena mau menjadi ibu untuk mereka kelak.
Sarah ikut mengembun. Namun tak jauh dari tempat kedua wanita itu berdiri saat ini, ada sosok yang nampak bergetar melihat pemandangan mengharukan itu. Betapa kedua bocah itu begitu sangat menyayangi ayah mereka.
Mario merasa tersentil. Kenapa jadi begini..?
Niatnya hanya ingin membahagiakan putrinya, namun tanpa ia sadari, secara tidak langsung, ia sudah melukai hati banyak orang. Termasuk dua yatim piatu itu andai mereka tahu apa yang terjadi sebelum kecelakaan ini....
...----------------...
***Selamat pagi...
up 05:31
yuk... dukungan dulu 🥰😘😘***
__ADS_1