
Aleta nampak mengusap lelehan air matanya. Seorang dokter yang baru saja di panggil oleh Alka kini tengah memeriksa kondisi Leon di temani oleh seorang suster di belakangnya.
Si kecil Ahsa nampak bahagia. Bocah itu tak lepas mengusap usap lengan atas Leon sambil sesekali mengusap wajah dengan jambang yang terlihat lebih tipis lantaran rajin di cukur oleh Aleta itu dengan menggunakan satu tangannya yang bebas. Bocah itu benar benar terlihat sangat bahagia. Ia sangat senang akhirnya Leon kembali sadar setelah melewati masa masa sulitnya selama kurang lebih empat hari.
"bagaimana kondisinya, dok?" tanya Aleta pada sang dokter yang berjenis kelamin pria itu.
Sang dokter tersenyum.
"suami anda sudah berhasil melewati masa kritis nya, sekarang beliau hanya perlu banyak istirahat untuk memulihkan kondisi tubuhnya. Saya harap, anda selalu menemani nya, mengingat kondisinya masih sangat lemah... beliau masih sangat memerlukan bantuan anda sebagai istrinya..." ucap sang dokter yang mengira Aleta adalah istrinya.
Bagaimana tidak..?
Setiap hari hanya Aleta dan dua anak Leon yang menemani laki laki itu. Yang lain...tidak ada sama sekali.
Aleta hanya tersenyum.
"iya dok... terima kasih banyak..." ucap Aleta pasrah saja.
"sama sama...kalau begitu, saya permisi dulu ya, nyonya....tuan..." ucap sang dokter.
Aleta tersenyum sambil mengangguk...
"iya dok...." jawab Aleta.
Sang dokter pun berlalu pergi bersama si suster di belakangnya.
Leon yang masih lemah tersenyum sambil memejamkan matanya merasakan pusing dan berbagai rasa tak nyaman di tubuhnya.
"ada yang sakit?" tanya Aleta lembut pada Leon.
Laki laki itu membuka matanya menatap wajah cantik itu. Ia lantas menggelengkan kepalanya.
"kalau ada apa apa kamu ngomong aja..." ucap Aleta. Leon hanya tersenyum lalu mengangguk. Tangan berbulu lembut yang masih sangat lemah itu tergerak. Di raihnya punggung tangan wanita tersebut yang berada tak jauh dari tangan nya.
"terima kasih..." ucap Leon lagi lagi lemah nyaris tak terdengar.
Aleta tersenyum.
"untuk apa?" tanya Aleta.
"semuanya.." ucap Leon lagi.
Aleta tersenyum lagi,
"sama sama..." jawab Aleta.
Ahsa nampak tersenyum menatap dua manusia itu bergantian.
"papa..." ucap Ahsa.
Leon menoleh lemah.
"ya sayang..." jawab Leon.
__ADS_1
"papa ada yang sakit?" tanya Ahsa.
"nggak ada..." jawab Leon.
"papa udah mau sembuh kan?" tanya Ahsa dengan wajah yang terlihat sangat menggemaskan.
Leon hanya mengangguk.
"berarti... sebentar lagi kita pulang dong.... Alhamdulillah....doa kita di kabulin...ya kak..." ucap Ahsa sambil meminta persetujuan sang kakak di akhir kalimat nya.
”iya Sa....nggak sia sia kita minta sama Allah siang malam....doa kita di dengar .." ucap Alka.
"Alhamdulillah....." jawab Ahsa.
Aleta dan Leon tersenyum mendengar ucapan dua bocah itu.
"papa kalau ada yang sakit bilang ya....ntar biar Ahsa panggilin dokter...kalau mau apa apa, bilang juga sama Ahsa..ya pa...." ucap Ahsa lagi.
"iya sayang...makasih ya udah jagain papa selama papa sakit..." ucap Leon sambil tersenyum lemah.
"jangan sama aku aja pa....sama kak Aleta juga..." ucap Ahsa.
"iya pa....kak Aleta sampai nggak tidur buat jagain papa....ngurusin kita...kak Aleta juga yang nyemangatin kita, ngajak kita buat selalu doain papa...coba kalau nggak ada kak Aleta...Alka pasti udah lupa sekolah, lupa makan, lupa semua nya...." ucap Alka membuat Leon kini menatap intens sambil tersenyum lembut ke arah wanita yang kini nampak menunduk itu.
"iya....kak Aleta baik loh pa....jadi nggak sabar pengen cepet cepet lihat kak Aleta jadi mama kita...ya kan kak...?" ucap Ahsa sambil kembali meminta persetujuan dari Alka.
"iya...senangnya kalau kita punya keluarga yang lengkap....iya kan pa? papa mau nikah sama kak Aleta kan?" tanya Alka.
"mama Aleta...!!!" ucap Alka dan Ahsa bersamaan kemudian.
Aleta hanya tersenyum namun tak jelas itu senyum bahagia atau kesedihan.
Semua tak semudah yang kedua bocah itu pikirkan. Hubungan antara ia, Leon, orang tua Aleta dan masa lalu begitu sulit untuk di jelaskan.
Entah bagaimana nanti akhirnya...
"udah...kalian nggak usah ngomong yang aneh aneh dulu....ini udah masuk waktu maghrib...kalian ambil wudhu... kita sholat dulu...." ucap Aleta pada Alka dan Ahsa.
"siap mama..!" jawab Ahsa begitu riang. Sesuatu yang seolah kini kembali setelah beberapa hari hilang pasca insiden kecelakaan yang menimpa Leon.
"Ahsa....." ucap Leon lemah.
"nggak apa apa dong pa....kan emang calon mama aku....iya kan ma?" tanya Ahsa sambil kembali meminta persetujuan lagi, kini dari Aleta.
Wanita itu hanya tersenyum.
"ya udah yuk kak...kita wudhu dulu..." ucap Ahsa.
"yuk..." jawab Alka.
Kedua bocah itupun berlalu pergi untuk mengambil wudhu. Meninggalkan dua manusia yang kini hanya berdua di dalam ruang rawat inap vvip itu.
"Aleta...." ucap Leon.
__ADS_1
Aleta hanya menatap pria itu tanpa berucap.
"terima kasih..." ucap pria itu lagi.
Aleta tersenyum simpul.
"dari tadi terima kasih terus...dah lah...biasa aja..." ucap Aleta.
"aku berhutang budi padamu.." ucap Leon.
"nggak ada hutang budi...aku melakukan ini karena aku sayang sama anak anak kamu...kamu kan tahu, aku memang pencinta anak anak..." ucap Aleta.
Leon tersenyum.
"kau tidak pernah berubah..." ucapnya.
Aleta hanya tersenyum.
"dah... istirahat...jangan banyak gerak, jangan banyak bicara, biar kamu cepet sembuh..." ucap Aleta.
"aku senang kau ada di sini..." ucap Leon.
Aleta tersenyum. Di tatap nya wajah pria itu dengan sorot mata dalam. Ia diam sejenak dengan mata yang tiba tiba mengembun.
"aku juga seneng lihat kamu udah sadar...jangan kayak gini lagi...kamu bikin aku khawatir...." ucap Aleta.
Leon pun diam sejenak menatap wajah wanita yang beberapa hari lalu hendak ia lepaskan itu.
"kau khawatir padaku?" tanya Leon.
Aleta mengangguk dengan cairan bening yang mulai menetes membasahi pipinya..
"aku benar benar akan merasa bersalah kalau sampai kamu kenapa kenapa..." ucap Aleta.
"kamu kan nggak salah.." ucap Leon.
Leon kembali meraih punggung tangan Aleta yang sudah terlepas dari genggaman nya itu.
"jangan buang buang air mata kamu lagi demi laki laki seperti ku.." ucap Leon.
Aleta tersenyum.
"kalau gitu jangan sakit lagi...biar aku nggak buang buang air mata aku lagi buat kamu..." ucap Aleta.
Leon tersenyum. Ia kembali meremas punggung tangan wanita itu dengan gerakan lemah.
...----------------...
***Selamat malam...
up 19:57
yuk... dukungan dulu 🥰***
__ADS_1