Istri Kedua Tuan Leon

Istri Kedua Tuan Leon
68


__ADS_3

08:00


Mentari sudah semakin naik.....


Pria berjambang itu masih terlelap di atas ranjang luasnya dalam posisi tengkurap. Mentari sudah sangat naik, panasnya perlahan mulai terasa menyengat, namun Leon seolah masih enggan untuk di bangkit dari tidurnya.


tok.....tok....tok......


pintu di ketuk dari luar....


"tuan....." ucap seorang lelaki dari luar pintu.


Leon tak bergerak.


tok....tok.....tok.....


"tuan...ini sudah siang...." ucap Fathur lagi. Biasanya jam segini Leon sudah berada di kantor, tapi kenapa hari ini Leon belum bangun? apa Aleta tidak membangunkan nya? pikir simpanan Mayang itu.


tok.....tok.....tok......


"tuan...hari ini kita ada jadwal meeting...." ucap Fathur lagi.


Leon perlahan menggeliat. Matanya yang masih berat perlahan dibukanya. Kepalanya juga terasa masih sangat berat.


Laki laki itu nampak mengedarkan pandangannya ke segala arah. Ia kemudian memaksa tubuhnya yang masih masih setengah mengantuk itu untuk bangkit. Dilihatnya ke dinding kamar, jam sudah menunjukkan pukul delapan. Sedangkan disamping nya,Aleta sudah tidak ada di atas ranjang. Kemana wanita itu? kenapa ia tidak membangunkan Leon? pikir pria itu.


Leon berjalan mendekati pintu kamar itu dengan langkah sempoyongan. Ia lantas meraih gagang pintu dan membukanya.


Fathur membungkuk memberi hormat.


"mana Aleta?" tanya Leon yang mencari sosok istrinya saat pertama kali membuka mata.


"nyonya belum keluar kamar sejak pagi tuan..." ucap Fathur.


Leon mengernyitkan dahi nya. Ia pun kembali menutup pintu kamarnya lalu berjalan menuju kamar mandi untuk mencari sang istri.


"Aleta....!" ucap Leon.


Tak ada sahutan.


Tok....tok.....tok.....


Pintu kamar mandi diketuk.....


"Aleta....!!" ucap Leon lagi.

__ADS_1


Masih tak ada sahutan.


Leon menyentuh gagang pintunya.


Terbuka....!


Tak dikunci.....!


Leon mulai merasa ada yang tak beres. Ia mengabaikan rasa pusingnya lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi itu sambil terus memanggil manggil nama sang istri.


Kamar mandi kosong..! tak ada tanda tanda kehidupan disana...!


Leon mulai tak tenang.


"Aletaaa.....!!!" ucap Leon mulai meninggi.


Dengan segera ia keluar dari kamar mandi itu dan berlari menuju ruang tunggu....! kosong juga....! tak ada orang.


"Aleta kau dimana?!! jangan membuatku marah...!!" ucap Leon makin tak sabar.


Tak mendapati sang istri di ruang ganti, ia kemudian berjalan lagi keluar ruangan itu. Ia kembali berteriak teriak di dalam kamar memanggil nama istri keduanya itu. Hingga........


Leon menghentikan pergerakan nya. Dilihatnya di sana, tepat di atas meja kaca rendah di dalam kamar itu.


Gepokan uang nampak bertumpuk rapi di atas meja di tindih sebuah asbak bening.


"*selamat pagi tuan sayang....."


"kalau kamu sudah membaca tulisan ini, itu artinya sekarang aku sudah berada jauh dari istanamu...."


"maaf, nggak pamit....aku takut kamu nggak ngizinin aku pergi..."


"sayang.....aku memutuskan untuk keluar dari rumahmu dan kehidupan mu pagi ini....aku minta maaf jika kehadiran ku sudah menorehkan luka baru untukmu...."


"tapi satu hal yang harus kamu tau, satu hal yang sudah berkali kali aku ucapkan tapi mungkin kamu belum bisa mempercayai nya...."


"semenjak ijab qobul terucap, semenjak itu pula kau adalah imamku... awalnya memang aku tidak bisa menerima ini semua. Pernikahan kita terjadi atas dasar paksaan...."


"tapi seiring berjalannya waktu.....aku sadar.... seperti apapun tabiat dan perangai mu, kau tetaplah suamiku... tugasku adalah mengabdi, dan melayani mu sebaik yang aku bisa...."


"sayang.... perasaan nyaman itu mulai tumbuh seiring berjalannya waktu... aku mulai mencintaimu dengan segala kelebihan dan kekurangan mu..."


"aku menutup aib mu, bertahan di sampingmu, menerima segala sikap burukmu, sambil terus berharap pertolongan Tuhan semoga suatu saat Ia menunjukkan KuasaNya dan bersedia menyentuh hatimu yang keras..."


"tapi sepertinya aku belum bisa menjadi sekuat yang ku bayangkan...."

__ADS_1


"aku lelah, fisik dan hatiku.... berulang kali aku mengatakan, aku tidak pernah berkhianat dan tidak pernah punya niatan untuk mengkhianati mu...."


"bagaimana aku bisa berkhianat, sedangkan kau sudah memberiku segalanya..."


"jika kamu bertanya apa kurangmu...? maka jawabannya hanya satu.... kau kurang mempercayai dan menghargai aku sebagai teman hidupmu..."


"aku minta maaf sayang, aku beluk bisa menjadi istri yang mampu membahagiakan mu..."


"aku pamit....jangan cari aku...jika memang Tuhan memang mentakdirkan kita untuk bersama, maka pasti suatu saat kita akan bertemu lagi.


"selamat tinggal sayang...jaga dirimu baik baik.....aku sayang kamu*.."


Leon bergetar hebat membaca surat kecil itu. Matanya mengembun. Dadanya naik turun. Tubuhnya seolah lemah membaca secarik kertas yang ditulis dengan tulisan tangan Aleta ini.


"nggak....! bukan seperti ini Aleta....! bukan seperti ini caranya...! nggak....! nggak mungkin...!!" ucap Leon seolah linglung.


Ia meremas kertas di tangannya. Matanya menatap nyalang, kosong, lurus ke depan.


Dadanya masih terasa sesak. Dan..........


"aaaaaaaaaakkkkkhhhhhhhh.......!!!!"


Leon membuang lembaran kertas berwarna merah itu hingga berterbangan di udara. Leon marah..! ia murka...! ia tak bisa menerima kepergian Aleta.


Leon menggila...!


Meja kaca di depannya pun menjadi sasaran kemarahan nya. Ia membalikkan meja itu hingga pecah berantakan. Suara hancurnya kaca bahkan terdengar hingga ke lantai bawah membuat semua yang berada di sana terjingkat kaget dibuatnya.


Leon tak terkendali...! ia memecahkan ,membalik menghancurkan semua yang ada di depannya.


"FATHUUUUURRRRR.....!!!!!!" teriakan itu menggema, menggelegar bak suara singa jantan yang mengaum.


Laki laki berkulit putih itu masuk ke dalam kamar yang dalam sekejap mata sudah berubah menjadi bak kapal pecah itu.


"cari istriku....!sebar semua anak buahmu.... SEKARANG...!!!" ucap Leon membentak di akhir kalimat nya


"baik tuan...!" ucap Fathur tenang namun juga terlihat menatap ke arah sang tuan dengan sorot mata penuh tanya. Apa yang terjadi? Aleta kabur kah? pikir Fathur.


Laki laki itu dengan segera berlari keluar kamar. Perintah pun disampaikan. Seluruh anak buah dan pelayan si rumah itu semua dikerahkan untuk mencari keberadaan Aleta di sekitar rumah megah itu.


Seorang karyawan wanita berusia empat puluh lima tahun juga nampak sibuk seolah olah ikut mencari keberadaan Aleta. Namun dalam hatinya ia tak henti mengucap berbagai macam doa, berharap aksinya menolong sepasang ibu dan anak semalam tak terendus oleh sang majikan.


...----------------...


***selamat pagi.....

__ADS_1


up 05:03


yuk.... dukungan dulu 🥰😘***


__ADS_2