
Di dalam tempat wudhu....
Pria yang biasanya garang itu kini nampak celingukan menoleh ke kanan dan ke kiri.Mengamati pergerakan manusia manusia lain yang juga sedang berwudhu disana.
Usianya sudah tiga puluh lima tahun. Dan selama tiga puluh lima tahun hidupnya di dunia, untuk pertama kali ia melakukan hal seperti ini, demi menuruti seorang wanita belia yang sangat ia cintai.
Leon nampak memperhatikan pergerakan seorang pria tua di sampingnya. Perlahan ia mengikuti langkah langkah yang pak tua itu lakukan mulai dari membasuh telapak tangan dan seterusnya hingga berakhir dengan membasuh kaki.
Leon selesai juga dengan aktifitasnya. Keluar dari tempat wudhu yang dipisahkan antara laki laki dan perempuan itu,Leon nampak celingukan mencari keberadaan sosok wanita cantik yang tadi menggiringnya ke tempat yang tak pernah Leon pijak sebelumnya ini.
Dimana Aleta...?
Kemana perginya wanita itu..?
Begitu batin Leon.
Apa mungkin dia masih di tempat wudhu?
Laki laki yang benar benar awam soal urusan agama itupun berniat mencari istrinya ke tempat wudhu khusus wanita.Namun tiba tiba.....
"mas....mau kemana?"tanya seorang pria berkopiah dan bersarung itu.
"emmm....saya mau........"
"itu khusus perempuan...kalau mas nya mau wudhu disitu...."ucap si pria sambil menunjuk ke arah tempat wudhu khusus pria.
"oh.... enggak....saya sudah tadi..."ucap Leon.
"oh....ya udah kalau gitu ayo masuk....bentar lagi sholatnya dimulai..."ucap sang pria.
Leon yang benar benar tolol dalam hal ini pun hanya mengangguk saja. Ia mengikuti laki laki itu dan berjalan di belakangnya.
Kedua pria itupun masuk ke dalam masjid. Leon masih celingukan di dalam tempat ibadah itu. Matanya nampak jelalatan mencari keberadaan sosok wanita cantik kesayangan nya. Hingga.....
Ketemu...!
Itu dia...!
Di sana, di baris belakang bersama tiga jamaah putri lainnya. Leon tersenyum, ia hendak berjalan mendekati sang istri berniat untuk mendirikan sholat di samping sang istri namun Aleta dengan cepat menggerakkan tangannya. Ia melarang Leon untuk mendekat dan mengisyaratkan laki laki itu untuk ikut bersama para pria di baris depan.
Astaga....
Leon benar benar bodoh dalam hal ini. Ia tak tau sama sekali tentang ritual semacam ini. Laki laki itupun dengan berat hati mengikuti kemauan sang istri. Ia duduk di baris depan bersama sejumlah laki laki yang berada di sana. Leon menoleh ke samping kirinya. Matanya seketika menajam. Dilihatnya disampingnya adalah pria paruh baya yang tadi menyentuh tangan istrinya cukup lama.
__ADS_1
Ya....itu bapak bapak yang tadi,Mario....!
Leon menatap tak suka ke arah pria itu. Mario hanya tersenyum ramah.
Iqamah pun berkumandang.
Para jamaah berdiri untuk memulai ibadah sholat mereka. Sang imam pun memposisikan diri paling depan.
Leon celingukan lagi. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri bak orang bodoh yang tak tau apa apa.
Aleta yang memperhatikan pergerakan suaminya dari belakang pun hanya tersenyum lucu. Dah lah....biarin aja ...biarkan laki laki itu belajar dengan sendirinya. Mau masuk masjid saja itu sudah merupakan perkembangan yang sangat baik bukan?
Allahu Akbar......
Takbir mengalun dari bibir sang imam. Para jamaah memulai ibadah mereka. Leon yang tak paham hanya ikut ikutan saja. Ia mengangkat kedua tangannya lalu meletakkannya di depan dada. Lantunan merdu Al Fatihah dan surat surat pendek terucap merdu dari bibir sang imam. Laki laki yang memang berdarah arab itu nampak fasih mengalunkan ayat ayat suci Sang Maha Pencipta.
Leon terdiam menatap gambar kubah masjid pada karpet sajadah yang dipijaknya. Hatinya terasa tenang mendengar lantunan suara itu. Terlebih lagi saat para jama'ah mengucap kata amin secara serentak. Dadanya terasa sesak sekaligus bergetar. Entah apa yang terjadi padanya, namun suasana dalam bangunan itu mendadak serasa sejuk, tenang, damai dan menenangkan.
Leon memejamkan matanya. Meresapi lantunan ayat ayat indah itu meskipun ia tak tau maknanya.
Allahu Akbar......
Suara itu menggema lagi membuat Leon tersentak dari lamunannya. Para jamaah bergerak merubah posisi menjadi ruku'. Lagi lagi, Leon ikut ikutan.
Ibadah sholat pun terus berlanjut hingga dua kali salam terucap. Leon menoleh ke belakang saat semua rangkaian gerakan gerakan yang belum pernah Leon peragakan itu dinyatakan selesai. Dilihatnya disana sang istri nampak menunduk menatap sajadah nya. Terlihat begitu khusyuk.
ceeeeessss......
rasanya adem sekali di hati pria itu saat mendapati senyuman manis dari sang istri. Leon membalas senyuman itu. Ia membentuk lengkungan di bibirnya. Ia tersenyum lembut ke arah sang istri membuat Aleta menunduk malu.
......................
Rangkaian ibadah dhuhur selesai. Leon bangkit dan hendak keluar dari rumah ibadah itu untuk melanjutkan aksi bagi bagi alat sholat ke masjid masjid lain yang belum ia dan istrinya kunjungi.
Saat hendak keluar masjid, Leon nampak menoleh ke arah samping pintu. Dimana di sana Sean, ajudan sang jenderal tengah memasukkan selembar uang kertas lima puluh ribuan kedalam kotak kaca bertuliskan "kotak amal".
Sean yang menyadari tengah di tatap tajam oleh Leon pun nampak melirik sinis ke arah pria angkuh itu. Ia kemudian berlalu untuk mengenakan kembali sepatu nya dan kembali melanjutkan tugasnya sebagai ajudan pak jenderal.
Leon menatap angkuh ke arah Sean. Tak mau kalah dari pria itu, Leon pun meraih dompet di saku celana nya,lalu mengeluarkan lima lembar uang seratus ribuan dan memasukkan nya ke dalam kotak berisi banyak uang itu.
"wah...mas ini dermawan sekali.... ngisi kotak amal banyak banget...."ucap seorang pria yang tak sengaja melihat Leon memasukkan lembaran uang tunai ke dalam kotak itu.
Leon hanya tersenyum kaku.
__ADS_1
"semoga berkah ya mas... semoga mas nya selalu di lindungi Allah, dan selalu diberi kesehatan...."ucap pria itu.
Leon hanya tersenyum lagi.
Ia pun segera pergi dan mencari alas kakinya untuk melanjutkan perjalanan nya bersama Aleta.
...****************...
Di tempat terpisah....
Seorang pria berpenampilan preman nampak setengah berlari mendekati sebuah mobil mewah yang terparkir tak jauh dari motor berknalpot bising miliknya.
Pria berambut gondrong dengan kulit sedikit gelap itu nampak mengetuk kaca mobil mewah berwarna merah disana.
tok.....tok.....tok.....
Kaca mobil itu bergerak turun. Seorang wanita paruh baya berpenampilan glamor dengan kacamata hitam membingkai matanya nampak duduk dengan angkuhnya di kursi kemudi mobil mewah itu.
Disampingnya, seorang wanita yang lebih muda dengan pakaian terbuka nampak menatap si preman dengan sorot mata angkuh.
Wanita paruh baya itu menggerakkan tangannya,menyerahkan sebuah foto lengkap dengan kartu namanya.
"selidiki dia... perhatikan gerak geriknya...dan minimal dapatkan alamat rumah dan informasi tentang istrinya..."ucap wanita itu.
"baik nyonya..."jawab sang preman.
Wanita itu kemudian menyerahkan amplop tebal berisi sejumlah uang untuk pria itu.
"itu Dp nya....sisanya setelah kamu berhasil mendapatkan apa yang saya inginkan..."ucap wanita itu dengan mode angkuhnya.
"baik nyonya...saya tidak akan mengecewakan anda.."ucap sang preman.
"hati hati....yang kamu selidiki bukan orang sembarangan...dia punya seribu mata yang tersebar dimana mana"ucap wanita itu mengingatkan.
"anda tenang saja nyonya, serahkan semua nya pada saya..."ucap si preman yakin.
"bagus....saya percaya sama kamu....jangan kecewakan saya" ucap wanita itu. Sang preman hanya mengangguk.
Pintu kaca mobil pun perlahan bergerak naik. Sang preman kemudian pergi dari tempat itu dan segera menuju motor miliknya,dimana satu teman nya sudah menunggu di sana.
...----------------...
***Selamat malam...
__ADS_1
up 17:56
yukkk.... dukungan dulu 🥰😘***